
selamat membaca
saat ini, jam menit dan detik seakan-akan berhenti bagi dunia Brayen, kata-kata yang keluar dari mulut Key mampu menghipnotis lelaki berdarah dingin itu, rasa haru dan bahagia terlihat jelas di wajah tampan nan mempesona Milik Brayen.
"ada apa dengan wajah mu sayang, kenapa kau malah menangis di saat aku bilang aku mencintaimu..?" Key terlihat panik dengan sikap tak biasa yang di tunjukkan oleh Brayen.
"aku hanya tidak menyangka, kata-kata yang selalu ingin ku dengan dari bibir mu akhirnya keluar juga, aku ......" kata-kata Brayen terhenti karena Key mengecup bibir Brayen.
"aku mencintaimu, sekarang dan selamanya.." ucap Key setelah mengecup bibir kekasihnya.
orang lain yang melihat lelaki menangis mungkin akan di bilang lemah dan cengeng, tapi bagaimana jika lelaki itu adalah seseorang yang sadis dan tak kenal dengan rasa takut, hanya mendengar kata "aku mencintaimu" dari seseorang wanita yang sudah lama ia cintai, mampu meruntuhkan dinding es yang selalu menjadi pertahanannya.
"aku akan selalu berada di samping mu sebagai lelaki mu, aku akan berdiri di belakang mu sebagai pengawal mu, dan aku akan berdiri di depan mu sebagai perisai mu, tak akan ku biarkan orang lain menyentuh mu, berfikir untuk menyakiti mu saja, mereka akan menerima ganjarannya." ucap Brayen bersumpah setia seumur hidupnya.
"terimakasih karena selalu ada untuk ku, dan menunggu ku dalam ketidak pastian, tapi karena ketulusan mu, mampu membuat hatiku melihat betapa beruntungnya aku memiliki mu." ucap Key sambil menghapus jejak air mata dari wajah Brayen.
'':::'':'''''::"
"ternyata lebih cepat dari yang aku duga, sekarang dia sudah masuk penjara, tinggal menghubungkan dengan bukti bahwa tuan Malfoy berada di belakang mereka." ucap Key yang sedang bersantai sambil menonton TV yang menayangkan berita penangkapan Zevanya.
berbeda dengan Key yang sedang bersantai, di negara AM, tuan Malfoy malah sedang urak-urakan, dia membanting semua benda yang ada di dalam meja kerjanya.
"dasar wanita jalan* rendahan yang bodoh, masalah bukti sepenting itu kenapa bisa jatuh di media." ucap tuan Malfoy dengan penuh amarah.
"kenapa ayah mengamuk di pagi hari...?, dan jangan menghina calon menantu yang kau bawa sendiri." ucap Alex mencibir ayahnya sendiri, dia cukup menaruh dendam kepada ayahnya, gara-gara pertunangan yang bodoh itu, dia kehilangan cintanya.
tuan Malfoy yang mendengar ejekan dari Putra sematang wayangnya, hanya bisa diam, dia tak bisa membantah dengan apa yang di katakan Alex.
tuan Delano dan juga Gio yang melihat berita di pagi hari, cukup puas dengan apa yang terjadi pada Zevanya, Deddy dan anak itu hanya tersenyum saja sambil menikmati kopinya.
"aku yakin tuan Malfoy saat ini sedang mengamuk Ded, kak Key memang yang terbaik, sebentar lagi langkah kedua akan kak Key jalankan, tapi ini sudah lumayan lembut dari kak Key yang dulu, seharusnya keluarga Malfoy bersiap-siap sekarang." ucap Gio dengan senyum mengejeknya.