Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
Part 126


selamat membaca


ibu Key nampak sangat sedih mengingat kejadian masa lalunya, apalagi saat mengingat kejadian waktu orang-orang suruhan pamannya berhasil mengetahui keberadaannya, mereka membunuh kedua orang tua yang selama bertahun-tahun menjaga mereka.


"ibu kira waktu itu kau sudah tiada sayang, ibu mendengar sendiri suara mereka yang menyuruh para pembunuh bajingan tersebut untuk membunuh semuanya selain ibu." ucap ibunda Key dengan derai air mata.


"mereka tidak membunuh ku ibu, ketua mereka membawa ku ke negara AM, mereka mencuci otak ku yang masih berusia lima tahun, mereka sengaja membuat aku melupakan ibunda." jawab Key sambil menghapus air mata ibunya.


"ibu tak perlu takut lagi, aku akan mengirim ibu kepada Deddy malam ini, Gio akan bersama ibu, dia adalah adikku yang paling aku sayangi." sambung Key lagi.


"baiklah...., ibu juga merindukan Deddy mu, tapi cepatlah kembali jika kerjaan mu selesai di sini." jawab ibu Key.


kini saatnya ibu Key kembali ke negara AM, tapi sebelum berangkat, ibu Key terlebih dahulu memakai topeng kulit untuk menghindari kamera pengawas dan juga orang-orang suruhan paman ibunya.


"apa semuanya sudah selesai....?" tanya Key untuk memastikan.


"semuanya sudah siap, paspor, KTP dan juga wajah baru ibu." jawab Gio sambil tersenyum.


"baiklah...., ayo kita antar ibu ke bandara, kalian akan memakai pesawat jet pribadi, jadi hanya harus melewati bandara saja, setelah itu ibu akan aman." ucap Brayen dan mereka semua bersiap untuk berangkat.


mereka berempat sudah berada di Bandara, Gio dan ibundanya sudah melewati pemeriksaan dan saatnya untuk mereka lepas menaiki pesawat.


"ya...., tapi di lihat dari banyaknya orang-orang suruhan kakek mu yang ada di bandara ini, sepertinya mereka memang masih membutuhkan ibu." ucap Brayen sambil memperhatikan banyak orang-orang yang menjaga di bandara.


"ya...., jika ibu tak berguna, mereka pasti sudah melenyapkan ibu sejak lama, itu karena semua aset masih atas nama ibu, dari perusahaan sampai dengan rumah, mereka hanya orang luar yang mencoba menyingkirkan bangsawan yang asli." jawab Key dan mereka kembali keluar dari bandara untuk kembali ke kediaman mereka yang sederhana.


"semuanya sudah siap...., kita hanya akan masuk ke dalam Mension untuk memasang alat perekam dan juga kamera, setelah itu kita mulai bergerak untuk menyingkirkan mereka semua." ucap Key dengan penuh ambisi.


"padahal akan lebih mudah jika kita membantai mereka langsung." ucap Brayen yang masih fokus menyetir.


"membunuh mereka itu mudah, tapi itu akan jadi pusat perhatian dari pihak kerajaan, jadi kita tidak punya pilihan selain menemukan bukti kejahatan paman ibu, dengan begitu mereka bisa di adili, setelah semuanya beres, kita bisa membunuh mereka." jawab Key dengan santainya.


"baiklah...., aku hanya mengikuti mu saja sayang, besok semuanya akan di mulai." balas Brayen.


setelah beberapa jam dalam pesawat, akhirnya Gio dan ibunya mendarat dengan selamat, tapi Gio masih belum melepaskan topeng kulit di wajah ibunya, ia akan melepaskan topeng tersebut saat sudah berada di kediaman mereka.


"ibu ..., kita sudah sampai, apa ibu sudah siap untuk bertemu Deddy....?" tanya Gio dengan wajah tersenyum.


"ibu sudah menantikan saat-saat seperti ini." jawabnya dan mereka berdua akhirnya turun dari pesawat dan di sambut oleh pelayan pribadi Gio, memasuki mobil dan bersiap untuk kembali ke mansion.