
selamat membaca
setelah mendengarkan penjelasan dari Juno, Brayen bisa memastikan jika mereka kali ini bisa menghilangkan anggota black dragon dari muka bumi ini, organisasi mereka selalu saja membuat masyarakat kesusahan, bahkan sampai tega menculik anak-anak hanya untuk menciptakan organisasi pembunuh.
"kita akan menyelesaikan mereka setelah nyonya kalian sudah mendarat dengan selamat, nyonya kalian ingin melihat aksi kalian dalam memberantas hama-hama menyusahkan itu." perintah Brayen, setelah itu ia membiarkan Juno untuk melakukan tugasnya kembali.
"akhirnya...., dendam ayah akan terbalaskan juga, semua ini berkat mu key, kalau bukan karena mu, aku mana mungkin bisa mendapatkan lokasi mereka dengan mudah." gumam Brayen sambil mengingat key, gadis yang mampu meruntuhkan dinding es yang ada di hatinya.
Key saat ini sudah lepas landas, Key duduk dengan tenang, tapi tidak dengan hatinya, ia sedang berfikir, apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ia bertemu dengan Alex, apakah ia masih mampu untuk bertemu dengan Alex lagi, rasa cintanya begitu besar, begitupun dengan rasa sakitnya.
" hmmmm....., ya sudahlah..., mungkin perpisahan jalan yang terbaik, aku juga tidak mungkin mengobarkan keluarga hanya untuk kebahagiaan ku sendiri, Alex pasti sudah memikirkan masalah ini dengan penuh pertimbangan, aku yakin dia pasti mengalami hari yang sulit karena masalah ini." gumam key dalam hati.
karena lelah berfikir sendiri, akhirnya key lebih memilih untuk tidur, karena pesawat yang ia tumpangi akan sampai di negara AM saat pukul satu tengah malam nanti.
di negara AM, Gio, Aiden,Alfaro,dan Stiv sedang berkumpul di salah satu klub malam, mereka di dampingi dengan pasangan masing-masing, yaitu Rose, Nindy dan juga Liodra, dan seperti biasanya, Alfaro belum mendapatkan pasangan yang jelas.
"bagaimana kabar key ...???, apa dia baik-baik saja...???." tanya Aiden, ia juga sedikit emosi atas sikap Alex yang seenak jidatnya meninggalkan key begitu saja.
"baiklah..., kita akan menjemputnya bersama." sambung Rose.
"aku tak habis pikir, kenapa Alex bisa berbuat seperti itu, padahal ia sangat mencintai Key..." kini Stiv yang sedang berfikir, ia sangat tau persis jika Alex sangat mencintai Key.
"dia pasti di jodohkan..., ahli waris seperti kita ini, hanya bisa menunggu perintah dari orang tua kita, mencintai hanyalah sebuah hanyalah untuk kita." kini Alfaro yang berbicara, raut wajahnya terlihat sangat sedih di mata Gio.
"apa karena itu kau tak pernah mencintai para gadis dengan serius...???." tanya gio.
"he he he he..., kami hanya alat bagi orang tua kami, bagi mereka..., nama baik dan juga pelebaran bisnis adalah yang utama dari pada perasaan anak mereka, aku hanya mengantisipasi diri ku sendiri, agar aku tak terlalu merasakan yang namanya sakit karena cinta." jawab Alfaro dengan jujur.
"kali ini kau jauh nampak lebih dewasa di banding diri mu yang sebelumnya." sambung Rose .
"kau dan Stiv beruntung..., karena kalian adalah pasangan dari kalangan yang sama." balas Alfaro lagi.
"Aiden..., apa keluarga mu juga seperti itu..???." tanya Nindy, ia juga merasa jika dirinya sangat jauh dari kata layak untuk Aiden, Key yang putri dari keluarga terkaya saja sudah tidak mendapatkan restu, bagaimana dengan dirinya yang hanya orang dari kalangan rakyat jelata.