
Selamat membaca
Suara tembakan makin terdengar jelas di telinga gio, ia makin mempercepat langkahnya, dia berfikir jika deddynya sudah menunggu lama kedatangannya.
Gio yang sudah sampai langsung mengambil posisi, ia dengan lihai menembak para musuh yang ada di depannya sambil sesekali bersembunyi di balik pohon besar, mereka agak kesusahan karena ini malam hari dan di tengah hutan pula, mengakibatkan minimnya pencahayaan, untung anggota key dan gio memakai perlengkapan helm yang mempunyai infra merah, jadi mereka bisa melihat pergerakan musuh di depannya.
Gio melihat lokasi tuan delano saat ini menggunakan dron serangga buatan key, melihat jika kondisi deddynya baik-baik saja, gio merasa sangat legah, dia dengan cepat membantai musuh ya.
Gio terus maju menebak dan berpindah tempat semakin mendekati ke arah para kawanan musuh, di saat gio sudah berada di lokasi musuh, ia menyimpan pistol dan mengambil belatinya dan mulai menari dengan bebas.
Gio melumpuhkan musuh pertamanya dengan menikam jantungnya dan menggorok lehernya.
Mangsa ke nya di bereskan dengan cara menikam lehernya dan begitu seterusnya, sampai musuh habis,
Setelah semua aman, ia menghubungi key untuk memberikan informasi.
Di sini sudah clean Queen" lapor gio ke kakaknya menggunakan air Phone.
Bagus.... " jawab key yang sudah berhadapan dengan black
Bagaimana dengan deddy....??? Tanya key lagi
Deddy aman....." jawab gio yang sudah berada di depan deddynya yang sedang pingsan akibat obat bius.
.....
Kau yang memulai shakira, kau meninggalkan ku" jawab black yang menatap netral hitam kecoklatan milik key.
Aku tidak meninggalkan mu, tuan mu yang ingin membunuhku di saat misi terakhir ku selesai" jawab key yang masih terlihat tenang
Kau jangan berbohong pada ku...??? Tuan tidak mungkin membunuh mu, kau sudah di anggap anak olehnya sendiri" jawab black tak percaya
Pulang dan carilah kebenaran itu sendiri, jika sudah, datanglah kepada ku, aku akan menyambut mu abang ku" jawab key dan pergi meninggalkan black yang masih diam terpaku.
Gio dan key adalah orang terdekat black, ia menganggap gio dan key adalah adiknya sendiri, ia bahkan membesarkan key bersama dengan gio dan melatihnya sendiri sampai gio dan key mampu melampauinya.
Jujur saja, ia sama sekali tidak berniat untuk mencelakai gio dan key, ia hanya ingin bertemu dan bertanya saja, kenapa mereka meninggalkan seorang diri, padahal mereka pernah bilang jika mereka tak akan pernah terpisah.
Key berjalan menyusuri hutan menuju lokasi deddy dan saudaranya. Ia masih mengingat tatapan black kepada dirinya, itu tatapan kerinduan terhadap adiknya, key sangat merindukan black, abang yang selalu ada untuk dirinya dan juga gio, tapi key menginginkan kebebasan, ia bosan harus hidup dengan tangan yang penuh darah, begitupun dengan gio, mereka selalu mendambakan kehidupan yang normal seperti remaja pada umumnya.
Tampa terasa key sudah sampai di tujuan, ia menghentikan langkahnya dan mencoba tersenyum di hadapan deddy nya, karena baru saja gio melaporkan padanya jika deddy mereka sudah siuman.
Deddy..... " key yang berlari berhamburan di pelukan tuan delano
Apa deddy baik-baik saja....??? Key memutar tubuh tuan delano dari kiri ke kanan mencoba mencari jika saja ada 1 bagian tubuhnya yang terluka atau tergores.
Deddy baik-baik saja ka... Aku sudah menghubungi helikoper, sebentar lagi abang neil sampai" jawab gio yang melihat keresahan kalanya.