Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
part 95


selamat membaca


saat ini key hanya bisa sabar dan memaklumi saja dengan apa yang dikatakan Brayen, ia tidak punya hak atas perasaan orang lain, karena itu adalah masalah perasaan dan tidak bisa atur sesuka hati orang.


"sayang...., aku akan memulai penyerangan, jangan matikan telepon nya, jadikan saja panggilan biasa, kau harus menemaniku saat menjalankan tugas." Brayen seperti sedang memohon saat ini.


"baiklah...., aku juga akan memantau kalian lewat mata dewa, kau tidak lupa memasangkan kamera di setiap baju anggota mu kan...???." tanya key, ia hanya ingin memastikan saja jika Brayen tidak melupakan apa yang di minta sebelumnya.


"kau tenang saja sayang, aku tak akan melupakan sesuatu yang sangat penting seperti itu". jawab Brayen.


setelah berbicara dengan Key, Brayen kembali menjalankan perannya sebagai ketua pemimpin penyerangan, dan Key akan selalu mengawasi dan memberikan saran lewat earphone di telinga Brayen, karena mereka tak mematikan teleponnya.


"kalian semua dengarkan aku, tim pertama akan masuk lewat pintu depan, itu akan mengalihkan perhatian mereka dan datang menghampiri kita, dan di saat itulah tim kedua akan masuk di bantu dengan tim penyusup yang sudah ada di dalam markas, mereka akan membuatkan kalian pintu masuk dengan cara yang menakjubkan." Brayen tersenyum misterius saat ini.


"tim kedua akan bertanggung jawab untuk melindungi dan memindahkan anak-anak yang sudah di culik." sambung Brayen.


"lumayan juga, dia memang terlihat sangat tampan saat ini." gumam Key, ia tak sadar saat sedang berbicara. sedangkan Brayen yang mendengar gumaman nya, hanya tersenyum tipis sehingga tak di sadari oleh anak buahnya sendiri.


"tim medis harus selalu sedia, kalian harus selalu cekatan di saat ada anak-anak atau anggota kita yang terluka." kata-kata Brayen langsung membuat Key sadar dari lamunannya.


"oh....astaga.....!!!, apa yang kulakukan ....???" tanya Key pada dirinya sendiri.


setelah mengarah kan semua anggotanya, Brayen mulai bergerak, ia memimpin pasukan nya dan berjalan di barisan paling depan. saat ini mereka sudah masuk di dalam markas, dan di dalam sana, para anggota black dragon sedang sibuk menyiapkan senjata-senjata ilegal untuk di jual. dengan satu kode jari dari Brayen, anggotanya langsung bergerak dengan melempar sejumlah granat untuk menghemat banyak energi dalam berperang, sekalian menarik perhatian semua anggota black dragon agar tim kedua dan ketiga mempunyai banyak waktu luang dalam melakukan tugasnya.


"wow....., ledakan yang mengagumkan Bray...." suara Key terdengar di telinga Brayen.


"di dalam sini terlalu gelap sayang, kau tak bisa melihat wajah tampan calon suami mu, jadi aku membantu mu menyalakan beberapa penerangan, agar kau mudah melihat wajah tampan ku." jawab Brayen.


"cis...., kau terlalu narsis Bray ....!!!, kau sebaiknya bersiap, mereka sudah datang di depan sana...!!!, jangan sampai kau mati dan aku mencari calon suami yang lebih tampan dan lebih kaya dari mu." jawab Key dan dengan sengaja memprovokasi Brayen.