Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
part 86


selamat membaca


Mendengar pembahasan masalah keluarga terpandang yang hanya merestui anak-anak mereka dengan orang dari kalangan yang sama, membuat Nindy sedikit khawatir dengan kehidupan percintaan nya, dia dan Aiden juga merupakan salah satu contoh pasangan yang bagaikan bumi dan langit.


"apa keluarga mu juga melakukan hal yang sama seperti yang Alfaro katakan ...???." tanya Nindy, wajahnya sedikit sendu saat bertanya.


"kamu nga usah khawatir...!!!, Abang gue nga sama dengan kehidupan keluarga 5 besar seperti mereka...!!!." jawab Aiden dan menggenggam erat tangan Nindy, berharap gadis nya itu bisa tenang dan percaya padanya.


"syukurlah...., aku sedikit khawatir, Key yang anak orang paling kaya saja sudah nga di restui, gimana dengan aku yang dari kalangan orang biasa...???." balas Nindy di selingi hembusan nafas keras, tanda ia bisa lega sekarang.


ternyata bukan hanya Nindy yang merasakan kekhawatiran, Liodra juga merasakan kekhawatiran yang sama dengan Nindy, ia hanya anak dari karyawan biasa, apalagi orang tuanya bekerja di perusahaan orang tua Gio.


"aku harus gimana...???, nga mungkin kan keluarga Gio akan suka sama aku...???." dalam hati Liodra, tangannya terus ia remas sambil menggigit bibir bawahnya, mau bertanya langsung ke Gio, itu sepertinya tidak mungkin, dengan sifat Gio yang dingin dan datar seperti itu, membuat Liodra sedikit takut untuk bertanya, apalagi hubungannya dengan Gio masih belum jelas adanya.


"kamu kenapa...???." tanya Gio dengan nada dingin seperti biasanya.


"nga....aku nga apa-apa...!!!." jangan Liodra dengan senyum di paksakan.


Gio menatap dalam ke dalam bola mata hitam jernih milik Liodra, walaupun Liodra mengatakan ia baik-baik saja, tapi Gio bisa tau persis jika gadis cantik itu sedang merasa khawatir dan sedikit gelisah.


"nga usah banyak mikir yang aneh-aneh, kami berbeda dengan mereka." bisik Gio di telinga Liodra.


"apa kau bisa membaca pikiran...???." tanya Liodra dengan polosnya.


"dasar bodoh...." jawab Gio sambil menarik hidung Liodra, ia bahkan sampai terkekeh mendengar pertanyaan Liodra yang tidak masuk akal itu.


"wah....wah...wah...., Lia...., sepertinya hanya kamu yang bisa membuat manusia tembok itu tertawa." gumam Rose yang memang sedang sedari tadi memperhatikan mereka berdua yang sedang berinteraksi.


"melihat Gio tertawa adalah hal yang langka, itu sepertinya sebuah keajaiban loh Lia ..!!!." sambung Stiv lagi.


"sepertinya Gio memang sangat mencintai mu..., tapi kamu harus sabar dan membiasakan diri saja dengan muka temboknya itu." balas Alfaro, sedangkan Nindy dan Aiden hanya tersenyum saja, apalagi melihat wajah Liodra yang sudah memerah karena di godain.


"berhenti menggodanya, mentalnya tak sama seperti dirimu Rose..!!! bela Gio dan membawa Liodra dalam pelukannya untuk membantunya menyembunyikan wajahnya yang sudah merah Semerah kepiting rebus.


"ini sudah jam setengah satu, apa kita ke bandara sekarang...???." tanya Nindy sekaligus menyarankan.


"sebaiknya kita ke sana sekarang, perjalanan dari sini ke bandara lumayan memakan waktu, takutnya kita terlambat dan ngebuat Key nunggu lama." balas Aiden dan langsung berdiri sambil menggenggam tangan Nindy, yang lainnya pun ikut berdiri dan berlalu meninggalkan klub malam tersebut menuju parkiran.


dalam waktu 20 menit saja mereka sudah sampai di bandara, dan di sana juga sudah ada Alex yang sedang menunggu Key juga.