
selamat membaca
Key saat ini masih duduk di taman, ia lagi memikirkan langkah pertama dalam pencarian ibunya, ia merasa bingung harus di mulai dari mana. tapi saat sedang memikirkan rencananya tiba-tiba handphonenya berbunyi, dan ternyata itu adalah Abang black.
"halo bang...!!!, ada apa ....???" tanya Key setelah mengangkat panggilannya.
"pulanglah dulu, Abang menemukan sesuatu, kurasa kau harus melihatnya sendiri." jawab Abang black to the points.
"baiklah...., aku ke sana sekarang....!!!" jawab Key dan langsung bangkit meninggalkan taman, tak lupa juga ia membawa laptop nya.
sebelum ia meninggal mansion Brayen, ia terlebih dahulu memberitahukan kepergian nya kepada Brayen.
"dimana tuan kalian...???" tanya Key pada salah satu maid.
"tuan ada di ruang kerjanya nyonya...." jawab maid sambil menunduk memberikan hormat.
"terimakasih...." balas Key sambil tersenyum dan berlalu menuju ruang kerja Brayen.
"tok....tok....tok...." Key mengetuk pintu sebelum masuk.
"sayang.....!!!, ada apa ....???, apa kau merindukanku....???" tanya Brayen berharap pemikirannya benar.
"kau terlalu narsis Bray .....!!!, aku hanya mau memberitahu mu, aku akan kembali sekarang, ada yang harus aku selesaikan di rumah." jawab Key, setelah itu dia hendak kembali keluar dari ruangan Brayen tapi di tahan oleh Brayen.
"bukannya kau sedang sibuk....???" tanya Key, ia tahu saat ini Brayen sedang mengurus perusahaan cabang di negara AM, alasannya karena ingin dekat dengan Key.
"itu bisa menunggu....!!!, urusan wanita ku jauh lebih penting....!!!" jawab Brayen dan kembali menggenggam tangan Key dengan erat dan membawanya turun ke bawah untuk kembali ke kediaman El Barto.
"sayang...., sepertinya ini masalah serius, sampai-sampai kau harus kembali untuk melihatnya sendiri." Brayen membuka suara untuk memulai percakapan, karena sejak di dalam mobil, Key lebih banyak diam, Brayen sendiri bingung dengan, kenapa Key menjadi lebih diam, apa mungkin karena masalah ibunya.
"entahlah....aku juga belum tahu, tadi bang black menelpon ku, katanya ada sesuatu yang harus aku lihat sendiri." jawab Key seadanya.
"sayang....., ada apa dengan mu....???, apa kau tak enak badan...???, jika kau kurang sehat, sebaiknya kita ke rumah sakit terlebih dahulu." saran Brayen, ia nampak khawatir dengan kondisi Key yang terlihat lebih lelah dari pada biasanya, saking khawatirnya ia memberhentikan mobilnya sejenak.
"aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang memikirkan ibu ku, aku tidak yakin jika dia masih hidup atau tidak, aku juga khawatir jika dia masih hidup dan tidak mengenali ku lagi, aku bingung harus berbuat apa dan di mulai dari mana ..!!!" jawab Key dengan jujur.
"sayang....., aku yakin ibumu pasti masih hidup, dia juga pasti sedang merindukan mu saat ini, kita hanya perlu berusaha sedikit lagi untuk menemukan nya." jawab Brayen sambil menggenggam tangan Key, berharap wanita nya bisa jauh lebih tenang lagi.
"ya...., kau benar Bray ....!!!, aku pasti akan menemukan ibuku, aku hanya perlu usaha sedikit lagi." balas Key dan tersenyum manis kepada Brayen, tak cukup hanya tersenyum, Key mengecup pipi Brayen.
"terimakasih karena selalu ada untuk ku Bray ....!!!" sambung Key lagi.
"jangan berterima kasih padaku, karena sudah sewajarnya aku membantu wanita ku" jawab Brayen dan menarik tangan Key sambil mencium bibir Key dengan lembut, Key yang juga sudah melihat ketulusan Brayen kepadanya, juga membalas ciuman Brayen, Brayen yang mendapat balasan dari Key, tersenyum bahagia di sela-sela ciuman mesra mereka.