
Selamat membaca
Saat ini key sedang berdiri di balkon kamarnya, menikmati pemandangan malam yang di terangi cahaya bulan dan juga di hiasi hamparan bintang yang begitu indah, semilirnya angin malam berhembus menerbangkan rambut key yang terurai...
Hmmmmm...., malam yang begitu indah..., tapi tidak dengan hatiku.... " menghembuskan nafas kasar..., hanya itu yang bisa dilakukan key sekarang, ingin memukul seseorang pun juga tak tahu siapa.
Alex...., aku merindukanmu...." gumam key
Tapi kita harus bagaimana....???, orang tuamu tak menyukai ku..., dan aku memang tak pantas untuk mu...., kehidupan ku sangatlah kacau..." key hanya bisa berkeluh kesah sendiri saja, ia bahkan tak menyadari jika di belakangnya sudah ada brayend yang mendengar semua keluh kesahnya.
Tidak pada biasanya key menurunkan kewaspadaannya ia adalah gadis yang sangat teliti, tapi berada di sekitar brayend, ia merasa tak perlu merasa waspada...., entahlah....
Aku ada untuk mu.... " brayend yang tiba-tiba memeluk key dari belakang.
Aku juga tidak membenci masalalu mu, itu bukan kesalahan mu..." sambung brayend lagi.
Dasar kau pria mesum...., jauhkan tangan nakal mu itu dari tubuh ku.... " key memukul tangan brayend yang melingkar di pinggang rampingnya.
Tidak bisakah kau hanya melihat ku key....???" tanya brayend yang sudah melepaskan pukannya dari key
Aku mencintainya bray..., amat mencintainya... " jawab key dan mengalihkan pandangannya dari brayend
Dia juga sangat mencintaiku..., bagaimana mungkin aku menghianatinya....." sambung key, ia menatap langit dan kembali berbicara
Tapi jika dia Memilih ku, aku juga tak bisa merasa senang, dia sangat mencintai keluarganya, dan jika karena diriku dia meninggalkan keluarganya, aku yakin dia tak akan seutuhnya bahagia...." kini air mata key jatuh membasahi pipinya tampa ia perintah.
Key adalah gadis yang sangat kuat dan mandiri, tertembak, tertikam belati, atau jatuh dari tebing, ia tak pernah sekalipun mengeluarkan air mata, bahkan saat dirinya di buang dari organisasi dan ketua yang di anggapnya orang tua, Airmatanya tak pernah keluar.
Tapi malam ini, hanya karena cinta, hanya karena kedilemaan yang setiap pilihan sama-sama membuat luka untuk kekasihnya, key untuk yang pertamakalinya mengeluarkan airmatanya.
Jangan menagis.... " brayend menghapus airmata di pipi key, ia membawa gadis rapuh itu ke dalam pelukannya.
Jangan sedih..., aku ada untuk..., aku akan selalu ada di samping mu, menunggu dirimu mengambil keputusan yang terbaik untuk kalian berdua" brayend masih memeluk key yang masih setia dengan tangisannya.
Aku tak yakin bisa meninggalkannya, dia yang pertama untuk ku, walaupun dia yang meninggalkan aku, aku tak menjamin akan bisa melupakannya bray... " jawab key
Aku tak butuh kau mencintai ku, sudah cukup aku yang mencintai mu, aku tak akan memaksakan dirimu untuk membalasnya..." jawab brayend lagi
.....
Meninggalkan key dan brayend yang sedang bersedih....., di sebuah kamar juga terlihat sosok pemuda yang nampak bingung dan gelisah..., orang tuanya nampak sangat serius kali ini..., mereka bahkan mengancam dirinya akan di keluarkan dari keluarga, apalagi saat ini ayahnya sedang mengatur perjodohannya dengan seorang gadis yang ia tak tahu siapa.
Key...., apa yang harus aku lakukan....???" suara lirih Alex.