
Selamat membaca
Key dan brayend sudah berada di restoran saat ini, mereka memesan makan dan juga minuman yang di rasa enak oleh key, karena sesungguhnya hanya key yang sangat penasaran dengan berbagai macam menu makan di depannya, sedangkan brayend hanya geleng-geleng di buat key.
Sayang....., apa kau yakin bisa menghasilkan ini semua...???" brayend nampak sedikit shok di buat key
Aku kan tidak makan sendiri, kau juga harus membantuku untuk menghabiskannya..." jawab key dan langsung memulai makan siangnya.
Ya tuhan...., aku bukan hamba yang taat, tapi untuk kali ini aku memohon pada mu, tolonglah diriku dari siksaan makanan ini, jika tidak...., aku akan mati karena perut yang meledak" brayend nampak tak kuasa saat ini, key benar-benar memaksanya untuk makan dalam porsi yang jumbo.
Hentikan omong kosong mu itu dan makanlah makanan mu" jawab key dan menyodorkan makanan dalam porsi jumbo.
Calon istri ku yang aneh" gumam brayend dan ikut makan makanan yang di sodorkan key.
Saat key sedang menikmati makan siangnya, ia mendapat telepon dari gio, terdengar dari nada suaranya, nampaknya gio sedang menahan amarahnya.
Hallo kakak... " suara gio di telepon
Ada apa adik ku.., apa kau sudah merindukan ku...??? Aku kan akan kembali malam ini" tanya key dan masih menikmati makan siangnya.
Kaka..., apa kau sudah melihat berita infotaimen siang ini...???" tanya gio, saat ini mukanya betul-betul sangat merah karena menahan amarah.
Berita pertunangan artis terkenal zevanya anderson dan tuan muda Alex malfoy yang menempati urutan ke 2 keluarga terkaya di negara AM.
Melihat berita itu langsung membuat raut wajahnya berubah drastis, ia memang tak mengeluarkan air matanya, tapi hatinya sungguh hancur berkeping-keping.
Kenapa Alex tak mengatakan sesuatu kepadanya, ini seperti Alex tak menganggap hubungan mereka serius" dalam hati key
Selera makannya yang banyak langsung hilang dalam sekejap, itu membuat brayend bingung, apalagi raut wajah key saat ini sangat suram, aura membunuhnya tiba-tiba keluar begitu saja, membuat suasana di restoran itu mencekam saja.
Sayang..., ada apa...???" tanya brayend, karena tak mendapat jawaban dari key, ia langsung mengambil handphone key dan melihat apa yang menyebabkan perubahan suasana ini.
Dasar bajingan sialan...., berani-berani ya dia membuat kamu seperti ini, dia fikir dirinya itu siapa..." brayend mencengkram gelas yang ia pegang sehingga pica berkeping-keping dan melukai tangannya sendiri.
Jangan melukai diri mu sendiri, aku tak apa-apa, bukannya sudah aku katakan semalam, jika ia memilih keluarganya, aku tak akan membencinya, dia sudah melakukan sesuatu dengan benar, karena keluarga adalah yang utama bray... " key mengambil sapu tangannya dan membersihkan luka brayend akibat pecahan gelas yang ia pecahkan sendiri.
Tapi setidaknya ia membicarakan masalah ini dengan dirimu, bukan langsung mengumumkan pertunangan begitu saja" jawab brayend dengan rahang yang mengeras.
Sudahlah...., aku hanya akan mencoba memahaminya, walaupun hati ku sakit dan ingin membunuh seseorang saat ini, tapi aku akan menahannya, aku akan membicarakan masalah ini dengannya saat aku kembali nanti" key mencoba bersabar dan menekan amarahnya.