
Malam harinya di penginapan, setelah Kai mentransfer ingatan tentang teknik pedang dewa. Mo Kun akhirnya memulai latihannya.
Saat ini di dalam kamarnya, Mo Kun duduk bersila dengan sebuah cetakan pedang di atas kepalanya.
Sementara itu, Zhukai duduk di atas kasur sambil membeli beberapa herbal di toko system.
Karena sudah lama sejak dia membeli sesuatu di toko system, Kai cukup terkejut karena ada banyak herbal langka di sana.
"Oh, sayang sekali aku hanya bisa membelinya terbatas." Zhukai bergumam sambil menghela nafas.
Setelah dia membeli semua itu, ada banyak poin Shura yang tersisa.
"Kurasa ini sudah cukup, dengan herbal ini aku bisa membuat pil untuk anak-anak itu." ucap Kai.
Awalnya, setelah turnamen ini berakhir. Kai berniat kembali ke sekte tujuh pedang untuk membuat sekte itu kembali berjaya seperti di masa lalu.
Tapi begitu dia melihat penampilan Mo Kun saat di babak pertama dengan kedua rekan wanitanya. Kai merasa bahwa dia sudah tidak perlu kembali.
"Anak-anak ini ... mungkin mereka akan menjadi sosok terkenal di masa depan. Oh, aku juga hampir melupakan pria itu haha..."
Kai melemparkan herbal-herbal ke udara kosong sambil memulai proses penyulingan herbal.
Dengan Kultivasinya saat ini, Kai bisa menyuling pil beberapa kali lebih cepat dari sebelumnya.
Setelah berselang beberapa menit, sembilan pil telah berhasil di buat dengan sempurna.
"Hei kau sudah selesai bukan? cepat panggil kedua gadismu itu." ucap Zhukai dengan nada bercanda.
"G–Gadisku.... A–Apa yang kau katakan senior."
Mendengar itu, wajah Mo Kun memerah dan segera berlari keluar untuk memangil Nalan Ruyue dan Ouyang Jin.
Zhukai tertawa lepas melihat tindakannya. Meskipun Mo Kun sering menggoda gadis-gadis ketika di sekte tujuh pedang.
Tetapi sebenarnya dia hanyalah seorang pria biasa tanpa pengalaman dengan seorang wanita.
Ketika Mo Kun kembali bersama dengan dua rekan wanitanya. Kai segera menyuruh ketiga orang itu untuk mengambil sikap lotus.
Dia kemudian membagikan setiap orang masing-masing tiga pil dan menyuruh mereka untuk menelannya.
"Telan saja, ini akan membantu kalian bertiga menerobos ke ranah God of Destiny."
Kai sadar bahwa meskipun Mo Kun memiliki jiwa pedang, dia belum bisa bersaing dengan para jenius dari berbagai benua dengan basis Kultivasinya saat ini.
Setelah memasuki ranah God of Destiny, persepsi mereka tentang dunia akan menjadi semakin luas dan mendalam.
Selain itu juga, Mo Kun akan bisa menggunakan kekuatan jiwa pedangnya untuk waktu yang lebih lama.
"Telan pil itu dan segera buka seluruh garis Meridian tubuh kalian!."
Mendengar perintah Zhukai, ketiga orang itu segera melakukannya dengan cepat.
Setelah garis meridian di tubuh mereka telah terbuka sepenuhnya, Kai akhirnya mulai membantu mereka mempercepat proses pemurnian pil.
Dan proses itu cukup lama hingga akhirnya pagi hari datang dengan sangat cepat.
Di kamar Mo Kun, sebuah ledakan besar baru saja terjadi. Untungnya, ada sebuah pelindung kuat yang menahan itu hingga tidak menyebabkan kerusakan pada penginapan.
Tiga orang yang duduk bersila tiba-tiba membuka mata mereka. Energi spiritual yang meluap-luap terlihat jelas menyelimuti tubuh mereka bertiga.
"Energi yang luar biasa..."
"Hraaagghhh!!!..."
Karena energi yang terus meluap itu, Mo Kun melepaskannya melalui satu tebasan pedang!!
Boommm!!
Saat melihat pelindung yang menerima tebasan pedang Mo Kun, Kai sangat terkejut melihat bahwa lapisan pelindung itu terbelah.
"Anak ini... dia benar-benar mengejutkanku!."
Kai menghela nafas kemudian menepuk pundak mereka bertiga.
"Baiklah, masih ada sisa waktu sebelum babak kedua di mulai. Aku akan beristirahat terlebih dulu, kalian bertiga bisa berlatih untuk menstabilkan pondasi kalian."
Tanpa mengucapkan kata lagi, Kai segera keluar dari kamar itu dan menuju ke kamarnya.
"....Bajingan tua itu berani mengirim seseorang kesini!! Aku yakin dia pasti berniat menjadikan Mo Kun muridnya."
Zhukai kembali menyeringai, tatapan matanya menunjukkan niat membunuh yang begitu kuat.
Saat dia membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk, tubuh seorang pria yang ada di lantai bawah tiba-tiba terpotong menjadi dua.
****
Di salah satu ruangan yang berada di kediaman utama Klan Zi, seorang pria tua duduk sambil menikmati secangkir teh yang di sajikan oleh pelayan Klan Zi.
Di depannya, seorang wanita cantik yang sangat anggun juga menikmati teh yang sama.
Wanita itu membuka sedikit matanya dan berkata, "Jadi tuan Li, apakah ada sesuatu yang kamu perlukan dengan mengundang ku kesini?."
Wanita itu tidak lain adalah Matriak Klan Zi, Zi Suyuan.
Saat dia terbangun dari tidurnya, salah satu pelayan wanita datang kepadanya dan mengatakan bahwa Li Cangtian memanggilnya untuk mendiskusikan sesuatu.
"Suyuan, biar aku katakan ini sekali lagi. Jadilah wanitaku dan aku pasti akan membuat Klan Zi menjadi yang terkuat di Holy Realms." Li Cangtian berkata sambil tersenyum dengan wajahnya yang sudah cukup tua.
"Maaf tuan Li, aku tidak ingin Klan Zi menjadi yang terkuat di Holy Realms. Selama kedua putriku dan Klan Zi hidup dengan baik, aku sudah sangat luas." jawab Zi Suyuan.
Li Cangtian sama sekali tidak terlihat marah ataupun kesal setelah mendengarnya. Sebaliknya, dia memperlihatkan senyuman di wajahnya.
"Hehehe, kau pasti akan menyesali pilihanmu Matriak Zi."
Dia berdiri kemudian berjalan pergi meninggalkan Zi Suyuan di ruangan itu.
Setelah keluar dari ruangan, sesosok bayangan hitam tiba-tiba muncul tepat di belakang Li Cangtian.
"Oh, kau sudah kembali? bagaimana, apakah kau berhasil membujuknya?" tanya Li Cangtian pada bayangan itu.
"Maaf tuan, kami tidak bisa menghubungi nomor 25 melalui giok suara." jelas bayangan itu.
Nada suaranya bergetar, jelas dia sangat ketakutan saat ini.
"Apa kau bilang!!!..."
Whuss!!
Li Cangtian berbalik dan menatapnya dengan tajam, tekanan Kultivasinya menghempaskan bayangan itu beberapa meter.
"Tch, dasar tidak berguna!."
"Jika kalian tidak bisa melakukan perintah semudah itu, lalu untuk apa sumberdaya yang kuhabiskan untuk kalian." ucapnya dengan suara dingin.
Dia berbalik dan melanjutkan langkahnya sambil kembali berkata, "Haahh, sudah! kembalilah dan kumpulkan para pasukan yang lain. Setelah turnamen berakhir, kita akan menyerang Klan Zi."
"Aku akan membuat semua orang tahu apa konsekuensi setelah menolak perintahku, Li Cangtian!!.."
***
Siang hari, sesaat sebelum babak kedua turnamen antar benua dimulai. Banyak Kultivator yang berdatangan untuk menonton.
Jumlah mereka bahkan lebih banyak di bandingkan kemarin. Setidaknya, jumlah mereka hampir dua kali lipat jika di bandingkan dengan kemarin di kediaman utama Klan Zi.
Zhukai datang bersama dengan Qi Yue dan juga tiga orang lainnya.
"Terimakasih untuk bantuannya senior, aku pasti akan membalas ini di masa depan."
Mo Kun membungkuk bersama dengan Nalan Ruyue dan Ouyang Jin.
"Ya, aku menantikannya. Kuharap kalian bisa bersinar di babak kedua nanti."
"Aku pasti tidak akan mengecewakanmu senior! kalau begitu, kami akan segera pergi."
Mereka bertiga sekali lagi memberi hormat sebelum pergi ke ruang tunggu bersama perwakilan lain yang lolos.
Pada akhirnya, babak kedua dari turnamen antar benua akan dimulai.
****
Bersambung...