
Setelah Kai selesai berhubungan dengan Zi Lan Mei, dia bisa merasakan energi panas dari dalam Dantian nya.
Itu tidak lain adalah pecahan inti jiwa dari Zhang Qingchen. Sementara itu, tubuh Zi Lan Mei yang pucat kembali di penuhi dengan vitalitas.
"Baiklah, tugasku di sini telah selesai. Saatnya kembali..."
Zhukai memejamkan kedua matanya dan membiarkan kesadarannya kembali ke dalam tubuhnya.
Begitu Zhukai membiarkan kesadarannya kembali, itu seketika di tarik oleh sesuatu. Hingga ketika Kai membuka matanya, apa yang dia lihat saat ini adalah wajah Zi Lin Yue yang khawatir.
"Ahh, akhirnya kamu bangun Kai Gege. Apakah kamu berhasil menyelematkan kakak?" Meskipun Zi Lin Yue tersenyum padanya sekarang, itu tidak menghapus jejak kekhawatiran di matanya.
Zhukai menatapnya untuk beberapa waktu kemudian mengangkat tangannya untuk memegang pipi Zi Lin Yue.
"Tidak perlu khawatir Lin Yue, kakakmu sekarang baik-baik saja. Dia mungkin akan bangun besok pagi." ucap Zhukai.
Mendengar kalimat itu, Zi Lin Yue tidak dapat membendung air mata di wajahnya. Dia seketika menangis karena bahagia.
"Terimakasih Kai Gege, terimakasih..."
Setelah kematian ayahnya, Zi Lin Yue tidak ingin kehilangan anggota keluarganya yang lain.
Apalagi Klan Zi juga telah dihancurkan oleh Li Cangtian. Zi Lin Yue tidak yakin bahwa ada anggota Klan Zi yang selamat dari serangan itu.
Bahkan jika ada anggota Klan Zi yang selamat, mereka pasti akan menjadi buronan atas perintah dari Li Cangtian.
Zhukai menggunakan jarinya untuk menghapus air mata di wajah Zi Lin Yue.
Dia kemudian bangkit dan memeluk kekasihnya itu dengan erat, "Tidak apa-apa, aku pasti akan melindungi kalian."
Setelah Kai berhasil memenangkan Zi Lin Yue, dia kemudian menghampiri Zi Suyuan yang sedang menemani putrinya.
"Ah, kamu sudah bangun..."
Melihat Zhukai berjalan ke arahnya, Zi Suyuan segera berdiri lalu berkata, "Bagaimana, apakah kamu berhasil menyelematkan Lan Mei?" Zi Suyuan berkata.
Melihat ekspresi Zi Suyuan yang tidak jauh berbeda dengan Zi Lin Yue, Zhukai mengehrla nafas dan menceritakan kondisi Zi Lan Mei di lautan kesadarannya.
Dia juga menceritakan tentang bagian di mana dia berhubungan intim dengan Zi Lan Mei.
"Aku sungguh minta maaf telah melakukan itu pada putrimu.."
Kai menundukkan kepalanya tidak berani menatap langsung kearah Zi Suyuan ataupun Zi Lan Mei.
Tapi jawaban yang dia dapatkan dari Zi Suyuan benar-benar membuatnya terkejut.
"Terimakasih telah menyelamatkan putriku, aku tahu bahwa kamu melakukan itu untuk menyelamatkannya."
Zi Suyuan menggenggam tangan Zhukai sambil menangis bahagia. Melihat Zi Suyuan saat ini, Kai bisa merasakan seberapa sayangnya Zi Suyuan dengan kedua putrinya.
Kai kemudian menenangkan nya dengan energi spiritual hangat miliknya. Dia kemudian mengambil tubuh Zi Lan Mei dan menggendongnya menuju ke bawah pohon.
Karena rumahnya hancur akibat ledakan dari Zi Lan Mei, Kai tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan Poin Shura untuk membeli sebuah rumah baru.
Setelah bangunan besar muncul di tempat rumah Kai yang rusak sebelumnya, dia kemudian mengajak kekasihnya dan juga Zi Suyuan masuk ke dalam.
Rumah yang barunya saat ini jauh lebih luas dan lebih nyaman daripada sebelumnya. Terdapat cukup banyak ruangan di dalam rumah itu.
Kai kemudian pergi ke salah satu ruangan di dalam rumahnya. Dia kemudian meletakkan tubuh Zi Lan Mei di atas kasur dan menggunakan selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya.
"Haahh, aku kehilangan banyak energi hari ini. Aku perlu makan untuk memulihkan energi spiritualku."
Zhukai menatap Zi Lan Mei sekilas, bayangan tentang bagaimana dia berhubung intim dengannya masih membekas di ingatannya.
Dia kemudian mendekatkan bibirnya dan mencium kening Zi Lan Mei. "Karena aku sudah berjanji akan bertanggung jawab, maka aku pasti akan melakukannya."
Zhukai berjalan keluar dari ruangan Zi Lan Mei dan memanggil Chiyan, "Yan'er..."
Mendengar Kai memanggilnya, Chiyan yang berada di ruang tamu segera datang padanya.
"Ada apa suami?"
"Bisakah kamu dan Lin'er menyiapkan makanan untuk makan malam nanti?" tanya Zhukai.
"Baiklah suami, kamu sebaiknya istirahat untuk hari ini. Setelah pertarungan dengan wanita iblis dan juga menyelamatkan Zi Lan Mei, aku tahu kamu pasti sangat kelelahan."
Zhukai tersenyum lalu menjawab, "Baiklah..."
Setelah Kai menelannya, Dantian nya yang kosong secara perlahan terisi oleh energi spiritual yang diserap oleh tubuhnya.
Hanya dalam kurun waktu sepuluh menit, Dantian nya yang kosong telah terisi kembali oleh energi spiritual.
Rasa lelahnya juga sudah menghilang sepenuhnya karena Tubuh Asura.
"Hufft Haa..." Zhukai membuka matanya.
Tak lama setelah energi spiritualnya kembali, Kai bisa merasakan hawa panas dari dalam Dantian nya.
"Inti jiwa Zhang Qingchen!! Hampir saja aku melupakan hal ini."
Zhukai memukul kepalanya sendiri dan tertawa kecil. Dia kemudian kembali memejamkan mata dan mengalirkan Shura Void secara perlahan untuk menyelimuti Dantian nya.
Meskipun apa yang ada di dalam Dantian nya saat ini hanyalah pecahan inti jiwa Zhang Qingchen. Tetapi itu cukup untuk membakar habis seorang Kultivator di ranah God of Destiny.
Setelah Zhukai selesai menyelimuti Dantian nya menggunakan Shura Void. True energinya tiba-tiba melonjak dari dalam tubuhnya.
Jika Dantian merupakan lautan dimana Qi berkumpul, maka jantung Zhukai sendiri adalah tempat true energinya.
Sedangkan untuk Shura Void, itu di simpan di sebuah inti yang berada tidak jauh dari Dantian.
Memiliki tiga energi berbeda dalam satu tubuh? Dari seluruh Kultivator yang ada, hanya Zhukai saja yang bisa melakukannya.
"Haahhh, Transformasi Shura ... Serap itu!!"
Ssshhh!!
Whuss!!
Gelombang angin yang cukup kencang berputar mengelilingi tubuh Zhukai. Gelombang angin itu terus berputar hingga membuat tubuh Zhukai melayang di udara kosong.
Di atas kepalanya, sebuah bola hitam muncul secara tiba-tiba. Bola hitam itu seketika bergabung dengan tubuh Zhukai hanya dalam waktu sepersekian detik.
Tepat di belakangnya, perwujudan jiwanya secara perlahan terbentuk. Sosoknya yang begitu agung duduk bersila sambil menyerap pecahan inti jiwa dari Zhang Qingchen.
Proses itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Hingga ketika malam hari tiba, pecahan inti jiwa dari Zhang Qingchen berubah warna dan hancur sepenuhnya.
Whuss!!
Tubuh Zhukai perlahan turun dari udara kosong, tanda aneh muncul di tengah keningnya sesaat sebelum Kai membuka matanya.
"Terobosan!!!..."
Boommm!!
Supreme Absolute tahap kesengsaraan 3.
Supreme Absolute tahap kesengsaraan 4....
Supreme Absolute tahap kesengsaraan 5.....
"...."
Boommm!!
Ledakan sekali lagi terjadi di dalam ruangannya, itu membuat perabotan yang berada dalam ruangannya hancur.
Untung saja, rumah yang Kai beli seharga 100 poin Shura memiliki pintu dengan daya tahan yang sangat kuat.
Karena itu juga, ledakan terobosannya tidak mengganggu ruangan lainnya.
Setelah ledakan itu berakhir, Zhukai telah membuka matanya. Perwujudan jiwanya juga telah memudar.
Tapi, apa yang berbeda dengan Zhukai saat ini adalah aura yang menyelimuti tubuhnya. Itu memiliki penindasan yang sangat kuat, jauh di atas rata-rata Kultivator pada umumnya.
"Haahh, akhirnya terobosan ku berhasil."
Zhukai mengukir senyum kepuasan di wajah tampannya. Dia tidak dapat menahan diri untuk tidak berterima kasih pada Zhang Qingchen yang memberinya energi secara percuma seperti itu.
Karena pecahan inti jiwa itu, Kultivasi Zhukai saat ini telah melonjak dan mencapai Ranah Divine Lord!.
***
Bersambung...