
Setelah kelompok sekte tujuh pedang menyelesaikan makan malam mereka, Chen Xia mengumpulkan semua orang untuk memulai keberangkatan.
Sayangnya, Kai menghentikan tindakannya dan berkata. "Sebaiknya kalian istirahat dulu di sini, menjaga kesehatan juga salah satu faktor penting pada kompetisi nanti."
"T–Tapi jika kita beristirahat, kita akan terlambat datang ke Akademi Fangxuan besok." Chen Xia menyela perkataan Zhukai.
Melihat itu, Kai menggelengkan kepalanya. "Kita tidak akan terlambat, percaya saja kepadaku."
Setelah meyakinkan Chen Xia dengan ucapannya, Zhukai akhirnya membuat sebuah array pelindung sambil melepas teman-teman nya yang terikat di batang pohon.
"Kalian juga pergi istirahat sana, aku akan berkeliling sebentar."
Kedua orang itu mengangguk, "Ya saudara, tapi ... apakah ada makanan yang tersisa untuk kami berdua?" ucap Yang Fan pelan.
Bibirnya bengkak sehingga membuatnya kesulitan berbicara. Keadaan Mo Kun juga tidak jauh berbeda darinya.
Zhukai menghela nafas sambil menepuk pundak kedua orang itu, "Makan malam sudah tidak ada, tapi kalian bisa memasaknya sendiri di sana."
Begitu Kai menyelesaikan ucapannya, dia berjalan pergi meninggalkan dua orang itu.
Setelah berjalan lebih dari setengah jam, dia telah melewati batas dari array pelindung yang dia buat.
"Yi'er, buka Inventory!."
Ding!
Tepat di depan matanya saat ini, layar biru mengambang sambil menampilkan banyak senjata, pil, dan artefak.
"Ini dia!.."
Kai menyentuh sebuah gambar yang menampilkan pedang besar dengan gagang yang berbentuk kepala naga.
Di mata pedang itu, terukir sebuah tulisan dari era kuno yang bertuliskan.
"Feng Yizue!.."
Zhukai menatap pedang itu sekilas kemudian meneteskan satu tetes darahnya pada mata pedang itu.
Begitu darah Zhukai diserap oleh bilah naga, gagang pedang yang berbentuk kepala naga tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah yang sangat terang.
Bahkan Kai terpaksa menutup kedua matanya karena cahaya yang sangat terang itu.
Detik berikutnya setelah gagang pedang bercahaya, sosok bayangan naga yang begitu besar keluar dari gagang pedang.
Naga itu memiliki ukuran yang yang sangat panjang dengan dua tanduk panjang di kepalanya.
Sisik-sisik di tubuhnya menyala mengeluarkan kobaran api yang begitu besar.
Jika itu adalah naga asli, jelas Zhukai dan tetua lain bukanlah lawannya. Sayangnya, naga itu hanyalah sebuah roh pedang dari bilah naga.
Setelah kemunculan naga besar itu, bayangan naga yang begitu besar kemudian berubah menjadi seorang gadis kecil dengan rambut merah panjang.
Dia terlihat berusia sekitar 8 tahun dengan wajah dingin tanpa sedikitpun emosi di wajahnya.
"Apakah kamu tuan baruku?" gadis kecil yang merupakan perwujudan dari roh pedang bertanya dengan suara pelan.
"Ya, aku adalah tuan barumu." meski terlihat terkejut sesaat, Zhukai menjawab pertanyaan gadis itu dengan sikap acuh.
Gadis kecil itu kemudian berjalan mendekat kearah Zhukai. Saat gadis kecil itu berada tepat di depan Zhukai, ia menarik jari Zhukai yang berdarah kemudian menempelkan itu pada keningnya.
"Kontrak berhasil di buat, aku Naga Suci dengan ini membentuk kontrak darah dengan tuan baruku."
Begitu darah Zhukai bercahaya di kening gadis kecil itu, tubuh gadis kecil itu kemudian kembali tersedot kedalam mata pedang.
Dan setelah berselang beberapa detik, sebuah nama di samping Feng Yizue terukir.
Itu tidak lain adalah namanya sendiri, Zhukai!!..
"Jadi, senjata Yizue juga memiliki sebuah roh pedang? kenapa aku tidak pernah menyadarinya di masa lalu!?"
Selesai dengan ucapannya, Kai tiba-tiba kembali teringat dengan kata-kata Feng Yizue saat di dunia ciptaannya dulu.
"Haahh, aku benar-benar seorang bajingan."
Sebelum Zhukai kembali untuk membangunkan yang lainnya, dia menarik bilah naga di punggungnya kemudian mengalirkan sedikit Qi miliknya.
"Sword Qi!.."
Jika biasanya Kai memunculkan tujuh pedang Qi secara bersamaan, kini ketujuh pedang Qi itu tiba-tiba menyatu dan membentuk kepala naga dengan aliran api yang begitu besar.
Boomm!!
Ledakan yang besar tercipta saat serangan Zhukai menghantam sebuah batu besar yang ada di dalam hutan.
Bukan hanya itu saja, api yang berasal dari kepala naga itu seketika membakar beberapa pohon yang ada dalam areanya.
"I–Ini cukup mengerikan, jika pedang hitam mengandalkan aura membunuh untuk membunuh ribuan musuh dalam satu gerakan. Pedang ini lebih memaksimalkan serangan yang aku berikan dan menjadikan serangan tunggal itu menjadi serangan area."
Kai mengangguk kagum melihat efek yang dikeluarkan oleh bilah naga. Dia memasukkan kembali bilah naga kedalam sarung pedangnya dan berjalan kembali menuju kemah sekte tujuh pedang.
"Saatnya membangunkan membangunkan mereka."
Setelah Zhukai kembali dan membangunkan semua orang, dia secara diam-diam memberikan sebuah pil pemurnian kepada elang emas.
"Dengan begini, kita pasti akan sampai di Akademi Fangxuan kurang dari setengah hari."
Dengan begitu, setelah seluruh perwakilan sekte tujuh pedang dan dua tetua menaiki elang emas.
Chen Xia membisikkan sesuatu di telinga elang emas dan seketika elang emas itu melesat terbang.
***
Kota Fangxuan, gerbang masuk!
Karena kompetitif sekte akan di adakan besok pagi, puluhan hingga ratusan sekte yang ada di benua naga biru berdatangan satu persatu sambil membawa perwakilan mereka.
Akademi Fangxuan, dengan seorang master di ranah Divine King. Tidak ada seorangpun di benua naga biru yang berani berurusan dengannya kecuali empat kekuatan yang lain.
"Sekte pedang guntur telah tiba!!.."
Begitu mendengar suara teriakan itu, kerumunan orang yang sedang mengantri tiba-tiba berlari untuk membuka jalan.
Tap! tap! tap!..
Suar langkah dari kereta kuda terdengar semakin keras.
Dari kejauhan, sebuah kereta kuda yang begitu mewah melaju menuju ke gerbang kota dengan kecepatan tinggi.
"Kudengar sekte pedang guntur memiliki seorang jenius di ranah God of Destiny di usia yang cukup muda. Tidak heran mereka begitu sombong akhir-akhir ini."
"Ssshhtt... Sebaiknya kamu diam, mereka bukanlah sesuatu yang bisa kau provokasi."
Setelah tiba di depan pintu gerbang, kereta kuda yang memuat perwakilan sekte pedang guntur tiba-tiba berhenti.
"Selamat datang di kota Fangxuan, walikota telah menyiapkan tempat yang cukup mewah untuk anda."
Karena sekte pedang guntur termasuk kedalam salah satu sekte besar di benua naga biru. Perlakukan seperti itu memang hal yang wajar.
"Heh, kau cukup tahu diri! Ini hadiah untukmu."
Dari celah jendela yang sedikit terbuka, seorang pria melemparkan sebotol pil pada penjaga gerbang itu.
Saat penjaga itu membuka penutup botol, aroma harum menyebar dengan cepat dan membuat pikirannya menjadi tenang.
"Terimakasih untuk hadiahnya, aku akan mengawal kalian ke penginapan yang sudah di siapkan oleh walikota."
Pria yang berada di dalam kereta kuda memerintahkan kusir kudanya dengan berkata, "Biarkan dia memimpin jalannya."
"Baik tuan muda.."
***
Bersambung..