Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Kota Kuno


"Lin kecil, bagaimana kamu tahu nama paman itu adalah Long Tian Ge?" Zhukai bertanya setelah lepas dari keterkejutannya.


"Linlin tidak tahu, tetapi anehnya Linlin mengenali paman ini. Apakah dia teman dekat paman?" Linlin berbalik bertanya.


Setiap kali dia mencoba mengingat sesuatu tentang masa lalunya, rasa sakit yang begitu kuat tiba-tiba menyerang kepalanya.


Rasa sakit itu terlalu banyak untuk dapat di tahan oleh Linlin. Karena alasan itu juga, Kai tidak pernah bertanya satupun hal tentang masa lalu Linlin.


"Baiklah Linlin, paman tidak akan mencoba memaksamu untuk mengingatnya." Zhukai mengelus kepala Linlin dengan lembut.


Dia kemudian segera mengalihkan pandangan pada kerumunan di mana tetua kedua menghentikan pertarungan Cheng Na dan juga Han Wenqing.


"Cheng Na, bisa kau jelaskan alasan kau memulai pertarungan. Jika jawabanmu tidak membuatku puas, kau seharusnya tahu konsekuensi melanggar aturan sekte bukan?" tetua kedua berkata.


Cheng Na memasukan kembali pedangnya, dia terlihat sangat percaya diri dengan alasan yang dia miliki


Dia kemudian membisikkan sesuatu di telinga tetua kedua.


Begitu tetua kedua mendengar semua cerita Cheng Na. Lonjakan energi spiritual meledak di sekitarnya.


Dedaunan kering yang berada di halaman terbang karena gelombang angin yang tiba-tiba saja muncul.


Di samping itu, raut wajah Han Wenqing menjadi semakin pucat. Kedua kakinya menjadi lemas, dia kemudian berlutut di hadapan tekanan kuat dari tetua kedua.


"Sekarang Han Wenqing, aku ingin mendengar pembelaan darimu."


Han Wenqing yang sepenuhnya diliputi oleh ketakutan menatap wanita yang ada di belakangnya.


Dia terlihat seolah sedang memohon bantuan darinya. Ekspresi wajah wanita itu masih acuh seperti biasanya, dia tersenyum jahat dan bergumam.


"Karena kamu sudah tidak berguna lagi, maka matilah!..."


Deg–


Han Wenqing merasakan jantungnya tiba-tiba berhenti berdenyut. Aliran energi pada garis meridiannya rusak, Dantian nya juga membesar karena penyimpangan.


"Arghhh!!!"


Han Wenqing menggeliat di tanah dengan rasa sakit yang begitu kuat merusak tubuhnya.


Urat-urat di sekujur tubuhnya muncul, urat itu berwarna merah seperti halnya seroang iblis yang sedang mengamuk.


Melihat perbuatan pada Han Wenqing, tetua kedua dan Cheng Na sangat terkejut.


"Hei lihat, bukankah tetua Han saat ini terlihat seperti seorang iblis? Apa jangan-jangan dia adalah seroang mata-mata dari ras iblis?" ucap seroang murid yang baru saja tiba.


"Kurasa ucapanmu ada benarnya juga, tapi kenapa tetua kedua dan tetua Cheng masih diam saja." seorang murid lain menambahkan.


Tetua kedua yang terlepas dari rasa terkejutnya segera mengeluarkan pedangnya.


Dia kemudian melapisi mata pedangnya menggunakan energi spiritualnya..


Whuss!!


Tetua kedua melesat dengan cepat, dia menusukkan pedangnya lurus.


"Dasar iblis, matilah!."


Sayangnya, sebelum serangan tetua kedua berhasil mengenai Han Wenqing.


Han Wenqing sudah terlebih dulu menyelesaikan perubahannya.


Duarr!!!


Ledakan keras memaksa tetua kedua terdorong mundur beberapa meter jauhnya.


Dari gumpalan asap tebal di depan mata mereka, terlihat kaki besar seseorang melangkah maju.


Han Wenqing yang awalnya seorang pria dengan paras yang cukup tampan kini berubah 180 derajat.


Tubuhnya membesar dua kali lipat, kulitnya menjadi merah, dua tanduk muncul di kepalanya.


"Jadi dia benar-benar seorang pengkhianat."


Tetua kedua menghela nafas, dia menulis sebuah kata di pedangnya menggunakan energi spiritual.


"Segel pertama, buka!"


Tekanan tekanan dari pedang yang ada di tangan tetua kedua meningkat dua kali lipat.


Tubuh tetua kedua menghilang, dia muncul kembali tepat di atas Han Wenqing dengan pedang di tangannya yang siap memenggal kepala Han Wenqing kapan saja.


Tetapi setelah berubah menjadi iblis, reaksi dan juga kekuatan Han Wenqing telah meningkat pesat.


Meskipun Kultivasinya masih berada di bawah tetua kedua, tetapi kekuatan fisiknya sangat luar biasa.


"Embun beku!!.."


Tetua kedua mengayunkan pedangnya pada Han Wenqing. Dia terlihat sangat marah seolah memiliki kebencian yang mendalam terhadap iblis.


"Mati!."


Slashh!!!


Meskipun serangan tetua kedua mengenai lengan Han Wenqing, itu hanya menyimpulkan luka yang dangkal.


Tapi di detik berikutnya, lengan Han Wenqing yang terkena serangan tetua kedua membeku.


"Hehe, jangan berpikir hanya karena ku memiliki fisik yang kuat aku tidak bisa memberimu serangan yang layak."


Tetua kedua terkekeh, dia kemudian mengaliri pedangnya dengan energi spiritual kemudian menebas maju.


Duarr!!


Lengan kanan Han Wenqing yang membeku meledak setelah terkena tebasan pedang tetua kedua.


Han Wenqing menjerit kesakitan sambil memegangi lengannya kanannya yang hancur.


Pada saat yang sama, tetapi kedua melesat dan memenggal kepala Han Wenqing menggunakan pedangnya.


Merasakan jiwa Han Wenqing telah lenyap, wanita yang bersamanya yang sudah lari cukup jauh berhenti.


Dia berbalik dan menatap ke arah Halaman tetua dengan ekspresi kesal.


"Cih, dia benar-benar tidak berguna." Wanita itu mengigit bibirnya.


"Bagaimana hal ini bisa terjadi, aku sudah membuat rencana ini untuk waktu yang lama."


"Sialan!!" Wanita itu memukul pohon di sampingnya, "Jika saja orang itu berhasil membunuh Cheng Na dan merebut token itu darinya. Semua rencana ku tidak akan gagal seperti ini."


Wanita itu menahan emosinya, dia kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam celah bajunya.


Benda itu terlihat seperti sebuah permata dengan cahaya ungu gelap. Wanita itu seketika memecahkan batu permata itu dan tubuhnya seketika menghilang.


Dari balik pepohonan, seorang pria berjalan keluar. Dia berjalan ke tempat di mana wanita itu tadi berdiri.


"Sayang sekali jejak wanita itu menghilang di sini. Aku cukup penasaran siapa orang di balik semua ini."


Pria itu menghela nafas sambil menggaruk kepalanya, tubuhnya kemudian menghilang dari tempat itu.


***


Di sebuah dunia kecil yang terletak jauh di dalam reruntuhan kuno, terlihat sebuah kota kuno yang telah di tinggalkan jutaan tahun lamanya.


Dan saat ini, kota kuno ini kembali hidup dengan jumlah populasi yang mencapai jutaan orang.


Mereka terlihat berbeda jauh jika dibandingkan dengan ras manusia dan juga ras-ras lainnya.


Di sebuah istana yang berada di pusat kota, terlihat lima orang duduk di atas singgasana melayang.


"Nona Jie, apakah ada kabar dari bawahanmu?" orang yang bertanya adalah seorang pria.


Tetapi wajahnya tertutup oleh aura hitam sehingga orang tidak dapat mengenali sosok itu.


Wanita yang di panggil nona Jie itu menggelengkan kepalanya, "Maaf, dua bulan lalu dia berkata bahwa rencananya akan segera selesai. Tetapi aku belum menerima kabar darinya sampai detik ini."


Ketiga orang lainnya menghela nafas sambil menambahkan, "Itu sangat di sayangkan, padahal kita hanya membutuhkan dua token lagi untuk memanggil leluhur kita."


Di saat suasana di antara kelima orang itu menjadi hening, terdengar suara pintu terbuka dari luar.


Klakk!!


Orang yang berjalan masuk saat ini tidak lain adalah wanita yang sama dengan wanita yang berada di sekte Heaven Gathering.


***


Bersambung...