Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Menyelamatkan dua Gadis Sekte Heaven Gethering


Whusss!!


Puluhan orang dengan pakaian sama melesat dan menyerang ketiga orang yang merupakan murid sekte Heaven Gethering.


Sementara itu, pria yang merupakan senior mereka menggertakkan gigi melihat puluhan orang melesat kearahnya.


Meskipun basis Kultivasinya lebih tinggi dari puluhan orang itu, tetapi jumlah mereka terlalu banyak untuk bisa dia hadapi seorang diri.


"Tch, sialan!!..."


Senior itu mengumpat kesal, dia kemudian mengeluarkan teknik delapan telapak Hjura pada puluhan orang yang datang.


Boomm!!


Puluhan orang yang menyerangnya terdorong mundur beberapa meter jauhnya. Meskipun kekuatan tadi cukup kuat, tetapi teknik itu terbagi untuk puluhan orang yang menyerangnya.


"Hahaha, lebih baik kau menyerah saja idiot. Kau jelas lebih tahu bahwa kau tidak mungkin bisa menangani mereka seorang diri." pemimpin kelompok jahat itu tertawa lepas.


Dia berdiri puluhan meter dari senior sekte Heaven Gathering. Alasan mengapa dia tidak ikut bertarung adalah untuk menghemat tenaganya.


Persepsi pria itu terus mengatakan bahwa akan ada hal buruk yang akan segera terjadi padanya.


Sementara itu, senior sekte Heaven Gethering tersenyum sinis kemudian tertawa. "Hahaha, apakah kalian pikir aku akan mengorbankan diriku hanya untuk dua junior ini?"


Deg–


Mendengar apa yang seniornya katakan, jantung kedua gadis itu terasa berhenti berdetak.


Mereka berdua benar-benar tidak menduga bahwa senior yang di tugaskan untuk menjaga nyawa mereka akan bersikap sepengecut ini.


"Kakak senior, kamu...!"


"Diamm!!"


Sebelum wanita itu menyelesaikan apa yang ingin ia katakan, senior sektenya membentaknya dengan keras.


Senior itu kemudian mengalihkan pandangannya dan memberi kedua juniornya tatapan tajam dan juga sangat dingin.


"Tch, apa kalian pikir aku bersedia mati untuk kalian berdua? Bahkan jika kalian berdua adalah putri dari tetua sekte, aku sama sekali tidak peduli!!.."


Senior sekte itu kembali menatap ketua kelompok penjahat dengan seringai, "Kalian semua tunggu saja, karena kalian begitu berani menyinggung sekte Heaven Gethering, tetua sekte kami pasti tidak akan membiarkannya."


Slapp!!


Cratt!!


Sebelum senior sekte Heaven Gethering dapat melarikan diri, sebuah belati sudah menusuk tepat di jantungnya.


Dia bahkan tidak menyadari kapan belati itu melesat kearahnya. Mulutnya mengeluarkan banyak darah segar, pandangannya juga semakin memudat.


Sesaat sebelum senior sekte itu kehilangan kesadarannya, dia bisa melihat seringai jahat dari wajah ketua kelompok penjahat.


Gedebukk!!


Melihat senior sekte Heaven Gathering tergeletak tidak bernyawa di tanah, ketua kelompok penjahat itu menghela nafas.


"Itu tadi sedikit berbahaya, jika bukan karena teknik rahasia yang diberikan oleh tuan. Aku mungkin tidak bisa membunuhnya." ujar ketua kelompok penjahat.


Walaupun dia kehilangan seperempat dari jumlah Qi miliknya, tetapi itu sepadan untuk kematian senior kedua wanita itu.


Jika pria tadi berhasil kabur dan melaporkan semua itu pada tetua sekte Heaven Gethering, mereka tidak mungkin bisa bertahan hidup.


Walaupun kekuatan tuan mereka sebanding dengan ketua sekte Heaven Gathering, tetapi mereka tidak yakin apakah tuan mereka akan berani mengambil resiko bertarung melawan sekte Heaven Gethering.


Melihat seniornya tergeletak tidak bernyawa di tanah, kedua gadis itu menjadi semakin ketakutan.


"Jangan mendekat!!..." teriak seorang gadis dengan rambut perak.


"Hehehe, tidak perlu ketakutan seperti gadis kecil. Paman akan bersikap baik padamu..."


"Tidak! menjauh dariku..." gadis berambut perak itu kembali berteriak sambil memeluk saudarinya.


Menyadari bahwa tidak ada gunanya berteriak, gadis berambut perak itu memejamkan matanya sambil memohon bahwa keajaiban akan datang untuk menolong mereka.


"Kumohon, seseorang ... tolong selamatkan kami!"


Duarr!!


Saat dia membuka kedua matanya, terlihat potongan tubuh dari beberapa pria yang mencoba mendekatinya bertebaran di tanah


"Kau tidak apa-apa, gadis kecil?"


Suara yang terdengar di telinganya saat ini adalah suara seorang pria. Dia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik suara itu.


Begitu terkejutnya dia, ketikamelihat sosok pria tampan berdiri di depannya, pakaiannya sangat bersih walaupun di sekitarnya telah di penuhi oleh darah dari kelompok penjahat yang baru saja mati.


"Gadis kecil, apakah kau mendengarkanku?" pria itu kembali bertanya saat melihat tatapan kosong di wajah gadis berambut perak itu.


"Ahhh, kami berdua baik-baik saja– Awas tuann!!.."


Sebelum gadis berambut perak itu menyelesaikan ucapannya, dia berteriak keras saat melihat sebuah belati melesat kearah Zhukai.


Tetapi pria di depannya tidak terlihat peduli. Begitu belati itu mengenai kepala Zhukai, belati itu tiba-tiba hancur menjadi kepingan logam.


Sontak saja, ketua kelompok penjahat yang berdiri cukup jauh dari Zhukai membelalakkan matanya karena terkejut.


Dia tidak menduga bahwa belati yang telah ia aliri dengan setengah energi spiritualnya akan hancur semudah itu.


Saat ini, keringat dingin membasahi punggungnya. Ekspresi wajahnya dipenuhi oleh ketakutan serta kepanikan.


Dia tidak menduga bahwa akan ada sosok yang sangat kuat muncul ketika mereka hampir berhasil membawa kedua gadis itu pada tuannya.


"Oh, serangan tadi cukup menggelitik. Apakah kau tidak memiliki serangan yang lebih kuat dari ini?" Kai memegang lehernya yang kaku sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Menggelitik? apa kau tidak tahu bahwa serangan tadi telah menghabiskan setengah dari Qi milikku." Batin ketua kelompok itu kesal karena ucapan Zhukai.


Tetapi dia hanya bisa diam dengan ejekan yang Kai katakan, terdapat hukum rimba yang mengatur di dunia ini. Yang kuat memangsa yang lemah.


Karena pria di depannya saat ini jauh lebih kuat darinya, dia hanya bisa pasrah dan memohon agar Zhukai mau mengampuni nyawanya.


Ketua kelompok penjahat melepaskan senjatanya dan berlutut...


"Kumohon tuan, ampuni nyawaku. Aku pasti akan menjadi bawahan yang berguna bagimu."


Kai tidak begitu memperdulikan apa yang dia katakan, dia terus berjalan maju hingga ketika dia berada tepat di depan ketua kelompok penjahat, Kai berkata...


"Menjijikkan, kau seharusnya sudah tahu konsekuensi atas tindakanmu ini."


"Matilah!!!..."


Duarr!!


Tubuh pria itu seketika meledak, darahnya memercik dan potongan tubuhnya bertebaran di mana-mana.


Whuss!!


Begitu ketua kelompok itu kehilangan nyawanya, Kai bisa melihat jiwanya tersedot ke suatu tempat melalui mata iblis Shura.


"Hmm, jadi pelaku utamanya hanyalah seorang pengecut..."


Zhukai bergumam, dia kemudian berbalik dan mengahmpiri kedua gadis dari sekte Heaven Gethering yang masih membeku ketakutan.


"Tidak perlu khawatir, dia sudah mati."


Meskipun Kai sudah memberitahu mereka, ekspresi ketakutan di wajah mereka berdua masih belum menghilang.


"Mayat pria itu, bukankah dia juga berasal dari sekte yang sama dengan kalian. Bukankah lebih baik jika kita menguburkan mayatnya terlebih dulu?"


"Tidak perlu, dia hanya seorang pengecut yang tega membiarkan kita berdua. Jika tuan tadi tidak datang, mungkin kami berdua sudah di culik atau bahkan di perkosa oleh mereka."


"Yanze, hentikan ucapanmu. Dia hanya mencoba yang terbaik untuk bertahan hidup."


"Cih, kamu selalu saja berpikir seperti itu kakak."


"Maaf tuan jika boleh tahu, siapa nama anda?"


Zhukai tersenyum, "Tidak perlu, aku tidak ingin memberitahu namaku."


"Karena kalian tidak ingin menguburkan mayatnya, maka kalian tidak perlu lagi menunggu di sini."


***


Bersambung...