
Duarr!!
Serangan pedang yang baru saja Kai lepaskan tepat mengenai pinggang kiri Li Cangtian.
Tubuh Li Cangtian terhempas ratusan meter jauhnya hingga menghantam batuan besar yang ada di puncak gunung.
Bebatuan itu hancur menjadi puing-puing kecil, bersamaan dengan itu. Tubuh Li Cangtian tergeletak di atas tumpukan bebatuan.
Pakaian atasnya hancur dengan pinggang kirinya hangus. Meskipun serangan yang Kai lepaskan tadi memiliki daya hancur yang sangat kuat, tetapi itu tidak sampai membuat Li Cangtian terbunuh.
Bahkan dalam waktu dekat, luka yang di derita Li Cangtian perlahan membaik dan hanya dalam waktu setengah menit, luka itu telah kembali sembuh.
"Tch, berani-beraninya!!..."
"Kurasa aku harus serius dalam hal ini."
Li Cangtian mengusap jejak darah di dekat bibirnya, energi tipis berwarna biru di sekitar tubuhnya berubah seketika.
Momentum yang Kai rasakan saat melawannya tadi tiba-tiba menghilang. Dia tiba-tiba merasa bahwa Li Cangtian menjadi orang yang sangat berbeda.
Energi yang keluar dari tubuh Li Cangtian menjadi Kilauan cahaya yang sangat terang.
Ketika cahaya itu memudar, Zhukai membuka lebar kedua matanya. Apa yang dia lihat saat ini benar-benar membuatnya sangat terkejut.
Li Cangtian yang awalnya terlihat layaknya pria paruh baya pada umumnya tiba-tiba berubah total.
Entah itu raut wajah ataupun bentuk tubuhnya sama sekali berbeda. Ini terlihat seperti Li Cangtian mendapatkan kembali masa mudanya.
Dia menatap Zhukai dengan dingin, "Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan teknik ini untuk melawanmu. Sayangnya..."
Whuss!!
Boomm!!
Itu hanya sesaat, tubuh Li Cangtian tiba-tiba menghilang. Bahkan sebelum Zhukai dapat bereaksi, dia menerima sebuah pukulan keras tepat di perutnya.
Dia terhempas cukup jauh hingga menghantam beberapa pohon serta bebatuan yang ada di puncak gunung.
Seteguk darah mengalir keluar dari mulutnya, "Khukk!! kuat seka–..."
Sebelum Zhukai menyelesaikan ucapannya, tubuhnya menghilang dari atas bebatuan tempat dia baru saja berada.
Detik berikutnya, bebatuan itu meledak dengan Li Cangtian yang sudah berada di sana.
Di kepalan tangan kanannya, terlihat bayangan kepala naga berwarna emas. Itu memiliki aura yang mengerikan, bahkan Zhukai sendiri cukup terganggu dengan aura itu.
"Oh, aku terkejut kau bisa menghindarinya. Tapi..." Li Cangtian memiliki tatapan kosong di matanya.
Melihatnya, Zhukai sedikit mengernyitkan keningnya. Tangan kanannya yang awalnya memiliki banyak bekas luka kini terlihat kembali sembuh.
Nafas Zhukai juga kembali menjadi normal. Selain itu, Zhukai bisa merasakan kekuatannya semakin bertambah.
"Domain Bintang : Berkah Bintang!."
Energi alam secara drastis meluap dari dalam tubuh Zhukai. Bahkan Li Cangtian yang berada dalam jarak beberapa puluh meter darinya terkena aura tajam dari energi bintang itu.
Li Cangtian mengangkat jarinya dan memegang pipinya yang terkena aura pernah itu.
Dia melihat kembali jarinya dan melihat bekas darah di ujung jarinya, "Heh, ini semakin menarik..."
Li Cangtian mendengus dingin sambil menggunakan kuda-kuda untuk mengeluarkan salah satu teknik pukulannya.
Whuss!!
Tubuhnya bergerak dengan kecepatan tinggi, bahkan persepsi Zhukai sama sekali tidak menyadarinya.
Tapi begitu Li Cangtian berada dalam jarak 4 meter dari Zhukai, dia tiba-tiba menjauh dengan wajahnya berubah menjadi pucat.
"Eh, apa yang barusan itu..."
Li Cangtian sama sekali tidak bisa memahami apa yang baru saja ia rasakan. Dia awalnya sudah bisa melihat celah di mana dia bisa menghabisi Zhukai dalam sekali serang.
Tapi, begitu jarak antara dia dengan Zhukai hanya terpaut 4 meter instingnya mengatakan bahwa jika dia tidak menjauh saat itu juga. Akan ada hal yang buruk terjadi padanya.
"Kekeke, kau cukup waspada ternyata pak tua. Jika kau sedikit saja terlambat untuk menghindar, aku mungkin saja bisa mendapatkan salah satu lenganmu." Zhukai berjalan pelan dengan aura yang sama sekali berbeda.
Meskipun teknik itu tidak bisa di bandingkan dengan tekniknya di kehidupan pertama, tetapi ada satu hal spesial dari Berkah Bintang.
Itu adalah mengendalikan energi bintang secara bebas selama sepuluh menit.
"Array 4 Dewa Penjaga, murnikan!!.."
Tubuh Zhukai yang telah memutih sepenuhnya memunculkan tanda bintang di tengah keningnya.
Ini adalah alasan mengapa dia membuat Array 4 Dewa Penjaga. Dengan menggabungkan kekuatan dari 4 Dewa penjaga dengan Berkah Bintangnya, dia bisa menggunakan 60 persen kekuatan dari kehidupan pertamanya selama sepuluh menit.
"Jadi, aku akan berusaha membuat perbedaan sebesar mungkin dalam 10 menit ini."
Swosshh!!
Dentang!! Dentang!!
Dentuman demi dentuman menggema di puncak gunung Yunxi. Kedua orang itu bergerak dengan cepat ketika saling melepaskan serangan satu sama lain.
Bahkan Zi Suyuan yang memiliki mata yang aneh tidak dapat mengikuti pergerakan mereka berdua.
"Beraninya kau mengalihkan pandanganmu di saat-saat seperti ini ******!."
Seorang pria kekar yang tiba-tiba muncul di belakang Zi Suyuan mengayunkan 0ednag besar di tangannya pada bagian belakang Zi Suyuan.
"Aaa..."
Slashhh!!
Pria kekar itu tersenyum puas saat merasakan serangan pedangnya terasa mengoyak sesuatu.
Tepat di detik berikutnya, bibir pria kekar itu mengeluarkan aliran darah dalam jumlah yang cukup banyak.
Dia menundukkan kepala dan melihat bahwa perutnya telah tertusuk oleh sebilah pedang perak.
Pria itu kemudian menatap lurus dan melihat bahwa orang yang menusuknya tidak lain adalah Zi Suyuan.
Wajahnya dipenuhi oleh jejak ketidakpercayaan sebelum kedua matanya perlahan menutup.
Dia kemudian tergeletak di atas tanah dengan aliran darah terus mengalir melalui bekas tusukkan tadi.
"Hahh, aku sangat beruntung. Jika bukan karena Undead tadi yang menghalangi serangan pria itu. Salah satu tanganku mungkin sudah terpotong."
Zi Suyuan menatap Zhukai sebentar kemudian menyentuh dadanya dan bergumam, "Aku harus percaya padanya."
Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada bawahan Li Cangtian. Ekspresi khawatir di wajahnya saat ini telah di gantikan oleh ekspresi dingin dengan tatapan penuh haus darah.
"Teknik Rahasia : Sword Jin Zi."
Zi Suyuan menarik pedangnya sambil mengumpulkan energi spiritual dalam jumlah banyak di dalam pedangnya.
Begitu puluhan bawahan Li Cangtian melesat kearahnya, Zi Suyuan menyeringai sambil bergumam. "Kehh, bodoh sekali~.."
Swosshh!!
Boomm!!
Zi Suyuan menusukkan pedangnya lurus hingga membuat sebuah daya ledak yang begitu besar.
Itu seketika menewaskan puluhan bawahan Li Cangtian yang mendekat kearahnya.
"Murid serta anggota Klanku, aku pasti akan membalaskan dendam kalian!!.."
Zi Suyuan kembali melesat dan membunuh bawahan Li Cangtian satu per satu hingga membuat bawah lain bergidik ngeri saat melihatnya.
"S–Sial, dia hanya seorang diri. Bagiamana dia bisa membunuh ratusan orang dengan mudahnya." ucap seorang pria dengan masker hitam di bawahnya.
Dia tidak lain adalah bawahan Li Cangtian. Tepat di belakangnya, seorang pria jangkung dengan senyum misterius menepuk punggungnya dan berkata.
***
Bersambung...