Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Tiba di Celestial Realms


Setelah perbincangan lama dengan Zheng Yan, Zhukai akhirnya meminta Zheng Yan untuk menjaga Luna dan mengajarinya hal-hal dasar.


Meskipun tubuh Luna saat ini sama seperti gadis remaja pada umumnya, tetapi pikirannya masih sama seperti bayi yang baru saja lahir.


"Terimakasih telah memenuhi permintaanku, sebagai gantinya. Kau boleh meminta satu hal padaku." Kai berkata sambil mengangkat satu jarinya.


"Satu permintaan, hemm... coba kupikirkan terlebih dulu." Zheng Yan, mengerutkan dahinya sambil berpikiran hal apa yang dia inginkan saat ini.


Tapi setelah berselang beberapa detik, dia akhirnya menghela nafas dan berkata pada Zhukai bahwa dia akan memikirkannya dan memintanya suatu saat di masa depan.


"Baiklah, jangan lupa ingatkan aku kalau aku melupakannya..."


Zhukai berbalik, dia membuka portal menuju dunia luar. Sebelum dia berjalan melewati portal itu, dia menatap Zheng Yan dan juga Linlin serta Luna.


"Kalian bertiga, sampai jumpa ... jangan lupa sampaikan salam ku pada istriku yang lain."


Begitu Kai menyelesaikan ucapannya, dia seketika berjalan melewati portal itu. Yun Zhao yang masih sibuk berlatih di kejutkan oleh kepergian Zhukai yang begitu tiba-tiba.


"Ehh, boss!! tunggu aku..."


Ketika Yun Zhao mencoba menyusul Zhukai keluar dari dunia jiwa, portal ke dunia luar tiba-tiba menutup.


"Apa, kenapa bos pergi sendiri tanpa memintaku pergi bersamanya." Yun Zhao mengembuskan nafas dengan ekspresi kekecewaan.


Tapi begitu dia mendongakkan kepalanya ke atas, dia bisa melihat sebuah tulisan yang terbuat dari untaian Qi.


Yun Zhao membacanya dengan teliti sambil mengucapkan apa tulisan itu, "Aku pergi dulu, kau fokus saja melatih seni tombak suci. Jangan biarkan hal-hal lain menganggumu."


"Ketika saatnya tiba, aku pasti akan memanggilmu."


Begitu Yun Zhao menyelesaikan apa yang tertulis pada udara kosong itu. Tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan sebuah aura merah menyala.


Entah mengapa, darah di tubuhnya mendidih saat dia membaca pesan yang Kai tuliskan padanya.


"Terimakasih telah mempercayaiku bos, aku pasti tidak akan mengecewakanmu." Yun Zhao mendudukkan kepalanya..


Dia berbalik dan memberi hormat pada Zheng Yan, "Istri bos, aku ijin pamit untuk berlatih. Tolong rawat yang mulai Naga dengan baik."


Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Yun Zhao berjalan mengambil tombaknya dan segera pergi jauh ke dalam pedalaman hutan.


"Ah, tunggu! Siapa yang baru saja kau panggil istri bos!!... Aku bukan istri bajingan itu sialan." Zheng Yan berteriak.


Tapi karena Yun Zhao sudah berjalan ratusan meter jauhnya, dia tidak bisa mendengar apa yang baru saja Zheng Yan teriakan.


"Hah, orang itu–..."


"Hmmoiii..."


Sebelum Zheng Yan menyelesaikan ucapannya, dia merasakan sesuatu menarik-narik lengan bajunya.


Ketika dia mengalihkan pandangannya, dia bisa melihat Luna sedang bermain-main dengan lengan bajunya dengan Linlin.


"Kalian berdua!! Mengapa kalian terlihat sangat imut~" Zheng Yan tersenyum puas, dia kemudian ikut bermain dengan kedua gadis kecil itu.


****


Hutan Belantara, Celestial Realms...


Sebuah portal misterius secara tiba-tiba memecahkan ruang yang ada di dalam hutan itu.


Dari dalam portal misterius itu, seorang pemuda dengan pakaian serba hitam berjalan keluar.


Wajahnya acuh saat dia menatap pada pepohonan besar dan juga tumbuhan-tumbuhan aneh yang tumbuh di sekitarnya.


"Hufftt Haa... Aroma yang sudah lama tidak kurasakan, ini benar-benar Celestial Realms." ucap pria itu setelah menghirup udara yang ada di sekitarnya.


Meskipun kepadatan energi di Holy Realms puluhan kali lebih padat di bandingkan Dunia Ilahi, tetapi kepadatan di Celestial Realms jauh lebih tinggi daripada itu..


Portal perlahan semakin mengecil hingga akhirnya menghilang, pria berpakaian hitam itu terus berjalan maju sambil menikmati udara segar yang sudah lama tidak ia rasakan.


"Udara ini jauh lebih bersih dan segar, aku bahkan tidak merasakan kotoran saat menghirup udara tadi." pria dengan pakaian serba hitam, Zhukai berjalan sambil mengawasi area di sekitarnya menggunakan persepsi ilahinya.


Tapi ketika Zhukai berjalan lebih dari ratusan meter dari tempat dia muncul, layar system secara tiba-tiba muncul di depan matanya.


Ding!!


Quest System : Temukan Pecahan Pedang Hitam yang ada di Celestial Realms.


Deskripsi : Pedang Hitam, senjata yang pernah di gunakan oleh Shura saat melakukan pembantaian di tiga alam. Setelah kematian Iblis Shura, pedang hitam terpecah menjadi 5 pecahan. Temukan salah satu pecahan pedang hitam yang ada di Celestial Realms.


Kondisi penyelesaian : Menemukan pecahan pedang hitam.


Batas Waktu : Tidak ada!


Tingkat Kesulitan : Neraka!


Hadiah : ????


Batas Waktu : Tidak ada–


Melihat layar system yang tiba-tiba saja muncul, Kai tidak dapat menahan perasaan tekejut dalam hatinya.


"Hah, Hahaha ... Pecahan pedang hitam, aku tidak menyangka akan menemukannya di domain ini."


Zhukai menekan perasaan senangnya, kewaspadaannya tiba-tiba meningkat saat persepsinya tiba-tiba menangkap energi jahat yang berada tidak jauh darinya.


"Hmm, energi jahat ini ... Haruskah aku memeriksanya–..."


"Tolong!!..."


Whuss!!!


Begitu Kai mendengar teriakan dari seseorang, dia tiba-tiba melesat ke tempat di mana sumber suara itu berada.


Sementara itu, jauh dari tempat Kai berdiri tadi. Terlihat sekelompok orang dengan pakaian yang sama mengepung dua orang wanita dan satu orang pria.


"Kekeke, kali ini kita menemukan persembahan yang sangat bagus. Lihatlah wanita itu, dia memiliki ukiran kuno di tangannya. Tuan pasti akan senang dengan persembahan kali ini." ujar seorang pria yang menutup wajahnya menggunakan kain.


Meskipun dia menutupi sebagian tubuhnya dengan kain, tetapi tiga orang secara jelas bisa menebak ekspresi yang dia tunjukkan saat ini.


"Ya, tapi sebelum menyerahkan mereka sebagai persembahan. Bukankah lebih baik jika..." salah satu teman pria itu berkata dengan penuh nafsu.


Dia bahkan secara jelas menatap setiap lekukan tubuh dari kedua wanita itu.


"Sialan, apa kalian tidak tahu siapa kami?" Pria yang merupakan senior dari kedua wanita itu mengangkat pedang nya dan berteriak.


Sementara itu, puluhan pria yang mengepung mereka menatap satu sama lain. Gelak tawa mereka kemudian menggema di sekitar area itu.


"Bwahahaha, lihatlah idiot yang tidak tahu tempatnya ini." ketua dari kelompok itu berhenti tertawa, dia kemudian menunjuk pada senior kedua wanita itu dan berkata.


"Hei, biar aku beritahu padamu satu hal. Kami semua sudah tahu bahwa kalian bertiga adalah murid dari sekte Heaven Gethering, tapi tidakkah kau memikirkan ini. Setelah aku membunuhmu dan membawa kedua wanita ini, siapa yang akan melaporkan kematian kalian pada sekte? Hahaha..."


Ketua kelompok itu tertawa lepas, tetapi ekspresinya tiba-tiba berubah. Sorot matanya menjadi dingin, dia kemudian mengangkat tangannya dan menunjuk lurus.


"Bunuh dia!!.."


***


Bersambung...