Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Wujud Jiwa Pedang Mo Kun


Pagi harinya di kota Heinan, suasana di sepanjang jalan kota menjadi sangat ramai. Sedangkan untuk di penginapan di mana Zhukai menginap saat ini, para Kultivator terbangun dan turun ke lantai bawah untuk makan.


Sementara itu, di sebuah kamar yang berada di lantai dua. Sosok wanita yang sangat cantik membuka pintu kamarnya sambil menguap lebar.


"Di mana dia tidur tadi malam? apakah dia tidur bersama–..."


Ucapan Zheng Yan terhenti saat minat dua sosok wanita cantik yang berdiri di depan pintu kamar penginapan.


"Eh, kedua wanita itu... Bukankah mereka yang bersama Zhukai kemarin malam?"


Karena rasa penasarannya, Zheng Yan akhirnya memutuskan untuk bertanya pada mereka berdua.


"Emm, apa kalian tahu dimana Zhukai berada saat ini?"


Melihat wanita itu datang dan bertanya kepadanya, Ouyang Jin dan Nalan Ruyue saling bertukar pandang.


"Aku tahu ... tapi sebelum itu, apa hubunganmu dengan senior?" Nalan Ruyue bertanya setelah melihat anggukan Ouyang Jin.


Zheng Yan terdiam sejenak, setelah satu menit berlalu. Dia menggaruk kepalanya dan berkata dengan wajah kesal.


"Aku istrinya..."


"Ha!? Apa yang kau katakan!!..."


Wajah kedua wanita itu berubah seketika karena keterkejutan. Nalan Ruyue kemudian menatapnya dengan ganas sambil memberikan sedikit tekanannya pada Zheng Yan.


"Jangan mencoba berbohong!! Jika kau memang istri senior, perlihatkan buktinya padaku!!!.."


Karena Zheng Yan saat ini tidak memiliki basis Kultivasi, mulutnya mengeluarkan sedikit darah dan wajahnya berubah pucat.


Tak lama kemudian, dia terjatuh dan memuntahkan banyak darah segar.


"Aahhh..." Nalan Ruyue berteriak ketakutan sambil menarik kembali aura miliknya.


Dia tidak tahu jika wanita di depannya, akan sangat rapuh seperti itu. Dia mencoba membantunya berdiri tetapi kemudian Zheng Yan segera menepisnya dan memberinya tatapan tajam.


"Hei gadis kecil... kau benar-benar membuatku marah ..."


Mata Zheng Yan seketika berubah, secara perlahan ada jejak energi aneh keluar dari tubuhnya.


Tetapi detik berikutnya, Zhukai tiba-tiba berdiri di depannya dan memeluknya dengan lembut.


"Zheng Yan, tenanglah!!..."


Sambil memeluknya, Kai juga memberikan energi spiritual nya untuk membantu Zheng Yan menjadi semakin tenang.


Akhirnya, setelah beberapa detik berlalu. Amarah dalam diri Zheng Yan perlahan menghilang hingga akhirnya dia menjadi tenang.


"Maaf, aku memiliki beberapa urusan yang cukup penting..." ucap Kai pelan sambil melepas pelukannya.


Dia kemudian berbalik dan memberikan tatapan tajam pada Nalan Ruyue dan Ouyang Jin.


"Kalian berdua!! siapa yang melakukannya!!..." Kai berteriak marah dengan ekspresi dingin di wajahnya.


Jika saja dia terlambat bahkan untuk satu detik saja, Zheng Yan mungkin sudah mengahancurkan seluruh penginapan beserta para Kultivator yang ada di dalamnya.


Sementara itu, Nalan Ruyue terjatuh ketakutan dan kedua kakinya lemas.


Hanya dengan melihatnya, Kai sydauntahu bahwa yang membuat Zheng Yan Semarang itu adalah Nalan Ruyue.


Dia menarik nafas panjang kemudian bertanya dengan suara lembut, "Maaf telah membuatmu ketakutan. Tapi, apa yang terjadi hingga kau membuatnya Semarang itu."


Menenangkan dirinya, Nalan Ruyue akhirnya menjelaskan kejadian sebelumnya sampai akhirnya dia membuat Zheng Yan terluka.


Setelah memahami seluruh ceritanya, Kai menghela nafas panjang kemudian menghampiri Zheng Yan yang masih berdiri di sana.


"Istriku... biarkan suamimu ini menyembuhkan luka dalammu!..." ucap Zhukai dengan antusias.


Zheng Yan meludahkan sedikit darah yang tersisa kemudian menatap Kai dengan ekspresi jijik.


"Tch, kapan aku menjadi istrimu!!.."


"Ckckck, ayolah jangan malu-malu. Bukankah kamu sudah mengakuinya pada mereka berdua."


Tepat setelah mendengar apa yang Kai katakan, Zheng Yan terdiam. Mulutnya tertutup rapat dan wajahnya mengucurkan banyak keringat.


Melihat Zheng Yan berpikir keras, Kai menahan tawa agar tidak keluar dari mulutnya.


Dia menatap Ouyang Jin dan Nalan Ruyue kemudian berkata pada mereka berdua bahwa Mo Kun telah sepenuhnya sembuh sekarang.


Kebahagiaan terlintas pada wajah Ouyang Jin, dia segera berbalik untuk melihat bagaimana keadaan Mo Kun sekarang.


Begitu dia masuk, dia bisa melihat seorang pria berdiri dengan senyum menawan di wajahnya.


"Ah, kenapa kamu menangis?" melihat air mata di wajah Ouyang Jin, Mo Kun bertanya dengan eskpresi rumit.


Dia baru saja terbangun beberapa saat lalu, karena keributan di luar kamarnya. Dia ingin keluar untuk memeriksanya.


Tapi, di depannya saat ini. Terlihat Ouyang Jin berdiri menatapnya dengan wajah penuh rasa bersalah.


"Maafkan aku Mo Kun!."


"Maaf? untuk apa?"


Mo Kun terlihat bingung, ingatan tentang pertarungannya dengan Lu Xiao masih tersimpan dengan jelas di pikirannya.


Tapi dia masih tidak tahu mengapa Ouyang Jin meminta maaf padanya.


"Oh benar, apakah kamu baik-baik saja. Bukankah saat itu pria bajingan itu mencoba memaksamu ikut dengannya. Lalu siapa yang menghentikannya?"


Ouyang Jin tidak menjawab, dia kemudian membantu Mo Kun berjalan keluar untuk mempertemukan nya dengan Zhukai.


Sementara itu di luar kamar Mo Kun, Kai mulai mencoba menggoda Zheng Yan.


Sebelum itu, dia memberikan sebutir pil untuk menyembuhkan luka dalam yang dia alami.


"Tch, aku lapar. Aku akan turun kebawah terlebih dulu."


Zheng Yan berbalik dan berjalan kearah tangga untuk turun kebawah. Sayangnya, Zhukai menggenggam lengan kirinya dan membuatnya langkahnya terhenti.


"Hei, lepaskan aku atau aku akan..."


"Akan apa? Hehe, Zheng Yan tersayang, mengapa kamu tidak mengakuinya saja."


"Lepaskan aku! dasar bajingan tidak tahu malu." ucap Zheng Yan sambil mencoba melepaskan dirinya.


"Jahat sekali, mengapa kamu memanggil suamimu sendiri seorang bajingan." Kai kembali menggodanya.


"Kamu... Kamu..." Zheng Yan ingin berteriak marah sambil memukul Zhukai dengan tangan kanannya.


Hanya saja, dia tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu. "Tubuh lemah ini benar-benar menganggu, awas saja kamu. Suatu saat jika aku mendapatkan kembali kekuatan ku, aku akan memukul wajah mu."


Di tengah pertengkaran mereka berdua, Mo Kun dan Ouyang Jin sudah berada di luar kamar.


"Ah, suara ini...." Mendengar suara yang tidak asing di telinganya, tatapan Mo Kun akhirnya terhenti pada sosok pria yang sedang bermesraan dengan seorang wanita.


"D–Dia... Bukankah dia...."


"Ya, dia senior Zhukai.." Ouyang Jin tersenyum saat menjawabnya.


"T–Tapi ... bukankah waktu itu..."


"Emm, ini memang sedikit rumit untuk di jelaskan."


"Oh, kau sudah sadar ternyata. Bagaimana, apakah kau merasa ada sesuatu yang berbeda dengan tubuhmu?" tanya Kai pada Mo Kun.


"Umm, Ehh... Kurasa aku memang merasa ada yang aneh dengan tubuhku sejak aku bangun tadi."


"Itu hal yang wajar, cepat pejamkan matamu dan fokuskan energimu untuk memunculkan jiwa pedang yang ada di dalam tubuhmu."


Mo Kun mengangguk, mengikuti instruksi yang Kai katakan. Sejumlah lonjakan energi keluar dari tubuh Mo Kun.


Detik berikutnya, sebilah pedang pendek melayang tepat di atas telapak tangan Mo Kun. Pedang itu secara terus mengeluarkan energi spiritual tanpa batas.


"Bentuk sempurna dari jiwa pedangmu."


*****


Bersambung...