Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Han Shen


Di gerbang masuk kota Fangxuan, kelompok dari sekte tujuh pedang baru saja tiba bersama dengan seekor burung elang besar di belakang mereka.


"Sekte tujuh pedang, tiba!." Chen Xia menyatukan tangannya sambil membungkukkan sedikit badannya.


"Masuk!.." jawab penjaga gerbang itu dengan suara dingin.


Mereka jelas tidak memandang sekte tujuh pedang karena mereka hanyalah sekte tingkat menengah.


Meskipun Chen Xia sedikit marah dengan jawaban penjaga gerbang itu, tetapi Zhukai menepuk pundaknya dari belakang dan memimpin mereka masuk.


Setelah Kai menginjakkan kakinya memasuki Kota Fangxuan, dia bergumam pelan. "Tch, para sampah yang tidak tahu berterima kasih."


Kai ingat dengan jelas bahwa di masa lalu, saat sekte-sekte menengah dan sekte kecil ketakutan dengan amukan Shura.


Hanya tujuh sekte besar yang saat itu berani melawannya secara langsung. Bahkan di saat kehancuran mereka, leluhur sekte tujuh pedang sama sekali tidak


"Haahh, ini kekalahan kami! Aku hanya berharap kamu tidak menyentuh tujuh sekte besar setelah kami semua mati."


Sebelum leluhur sekte tujuh pedang meninggal, dia menggunakan salah satu tekniknya untuk memindahkan murid dan tetua yang masih hidup kembali ke sekte mereka.


Sayangnya, kehancuran sekte besar lain tidak dapat di hindari.


Mereka dengan sangat tidak tahu malu membunuh anggota sekte besar yang masih hidup dan menjarah harta-harta sekte mereka.


Karena ada sedikit murid sekte pedang yang bersembunyi, mereka secara diam-diam membangun kembali sekte tujuh pedang.


Sayangnya, karena kurangnya sumber daya dan juga kekayaan. Sekte tujuh pedang terus menurun hingga titik di mana mereka tidak lagi di sebut sebagai sekte besar.


Tepat setelah Zhukai selesai dengan kata-kata nya, penjaga gerbang yang waktu itu sedang menguap tiba-tiba menjerit kesakitan.


Tepat di detik berikutnya, tubuh penjaga itu membesar hingga akhirnya meledak menjadi kabut darah.


"Ahh .."


Teriakan dari para Kultivator asing terdengar dengan jelas di telinga Zhukai.


Mereka semua ketakutan dan segera alati meninggalkan gerbang kota.


Saat seorang Kultivator di tingkat Supreme God muncul, Zhukai dan kelompoknya sudah pergi menasuki kota terlebih dulu.


****


Di sepanjang jalan menuju ke Akademi Fangxuan, asa banyak Kultivator pengembara yang datang untuk menonton kompetisi sekte.


Mereka juga sering bertaruh tentang siapa yang akan menjadi peringkat pertama dalam kompetisi sekte.


"Kalian semua ingat dengan apa yang tetua pertama katakan. Jangan menyinggung kekutan kuat saat di kompetisi sekte nanti." ucap Chen Xia sebelum memasuki Akademi Fangxuan.


Mereka semua mengangguk kecuali Zhukai yang bersikap acuh.


"Pria ini..." melihat Zhukai sama sekali tidak menganggap serius peringatannya, Chen Xia menjadi sedikit kesal.


Tetapi dia sangat penasaran tentang apa yang terjadi tadi pagi saat dia dan kelompok sekte tujuh pedang di kelilingi oleh ratusan gagak darah.


Hal terakhir yang Chen Xia ingat adalah saat Zhukai berbisik pelan di telinganya. Setelah itu, kesadaran nya tiba-tiba menghilang tanpa tahu apa yang terjadi.


Dan saat Chen Xia kembali bangun, mereka semua sedang berada di hutan yang tidak jauh dari Kota Fangxuan.


"Zhukai pasti tahu sesuatu tentang kejadian itu. Tapi setiap kali aku bertanya padanya, dia selalu menghindari pertanyaan ku dengan alasan yang sama." Chen Xia berkata dalam hatinya sambil sedikit melirik ke arah Zhukai.


"Haahh, sudahlah! tidak ada gunanya jika aku terus memikirkannya. Lebih baik aku sekarang membawa murid-murid ku ke halaman akademi."


Tepat setelah kelompok sekte tujuh pedang memasuki Akademi Fangxuan, mereka di hentikan oleh kelompok dari sekte lain.


Itu tidak lain adalah sekte ilahi, salah satu dari lima kekuatan terbesar di benua naga biru.


Saat perwakilan sekte tujuh pedang merasakan tekanan yang kuat dari sekte ilahi, mereka mengeluarkan keringat dingin serta nafas mereka menjadi berantakan.


Tapi entah mengapa, ada sebuah energi aneh yang menyelimuti mereka hingga akhirnya menyebabkan tekanan yang mereka rasakan tiba-tiba menghilang.


"Hmm, bukankah ini Putri Ruyue? Jadi alasanmu kabur dari istana hanya untuk bergabung dengan sekte kecil seperti ini." ucap seorang pria dengan nada kasar.


Dia memiliki fitur wajah yang tampan dengan rambut perak bersinarnya. Tapi jika harus dibandingkan dengan Zhukai, dia jelas kalah telak.


Di belakangnya, seorang wanita yang datang bersamanya menatap Nalan Ruyue dengan penuh kebencian dan juga rasa iri.


"Tch, jadi ternyata ****** ini wanita yang di sukai senior." ucap wanita itu dalam hatinya.


"Aku kira apa, ternyata hanya sekte kecil yang tidak terkenal. Ayo kita pergi senior, tetua dan teman sekelas sudah menunggu di dalam."


Pria itu melirik kearah wanita di sampingnya dan mendengus dingin, "Jika kau ingin masuk, masuklah terlebih dulu. Aku masih ada sesuatu yang perlu ku bicarakan dengannya."


"Haha, tidak perlu. Aku akan menunggu dan masuk bersama senior." wanita itu tertawa tetapi sebenarnya dia tidak ingin membuat pria itu membencinya.


"Han Shen, sebaiknya kau menjaga ucapanmu. Sekte tujuh pedang adalah sekte menengah, bukan sekte kecil."


Pria yang di depan Nalan Ruyue tertawa kecil, "Hahaha, apa bedanya itu! di hadapan sekte ilahi, semua sekte lain hanyalah sampah."


Tepat setelah Han Shen selesai berkata, gelak tawa dari seorang pria menggema di telinga mereka.


"Hahaha ... Hahaha...."


Han Shen mengerutkan keningnya sambil menatap Zhukai yang tertawa keras.


"Apa yang kau tertawakan sialan!!."


"Hahaha... Haahh."


"Apa yang aku tertawakan? Aku menertawakan mu idiot!."


Kemarahan terlihat jelas di kedua mata Han Shen, dia melepaskan tekanannya hingga menciptakan gelombang angin di sekitarnya.


Melihat Han Shen mengeluarkan niat membunuhnya kepada Zhukai, Nalan Ruyue menjadi pucat.


"Berhenti!!.."


"Apa yang kau lakukan Putri Ruyue, cepat menyingkir atau kau juga akan tekena serangan ku."


"Cukup! jangan berpikir untuk melukai teman seperguruan ku."


Han Shen teridam saat melihat kebencian di wajah Nalan Ruyue, "Hahaha... Bajingan, jangan berpikir karena perlindungan Putri Ruyue aku tidak bisa menyerangmu. Saat di kompetisi nanti, aku pasti akan membuatmu menyesalinya."


Han Shen menarik kembali auranya dan berjalan masuk ke Akademi Fangxuan bersama dengan wanita di belakangnya.


Sementara itu, Zhukai yang menatap mereka dengan wajah dingin bergumam pelan. "Sungguh bajingan yang beruntung."


Jika Nalan Ruyue tidak menghentikan Han Shen tadi, sudah dipastikan bahwa pria itu akan menderita di bawah serangan Zhukai.


Bahkan jika Kultivasinya sudah berada di ranah God of Destiny. Tapi di hadapan Zhukai, dia bukanlah seorang lawan yang layak.


Setelah Han Shen dan wanita di belakangnya telah memasuki Akademi Fangxuan, Nalan Ruyue mendekati Zhukai kemudian berkata.


"Apa sih yang kamu pikirkan, jika aku tidak menghentikannya tadi, kamu pasti sudah terluka parah tahu."


Melihat Nalan Ruyue yang sangat khawatir padanya, Zhukai hanya tertawa kecil sambil berkata.


"Terimakasih Ruyue.."


****


Bersambung...