
Di atas bebatuan besar, sosok pria dengan sekujur tubuhnya di penuhi oleh darah segar duduk sambil menghela nafas panjang.
Pria itu menatap kearah tumpukan mayat bintang buas yang telah ia bunuh dan mendengus dingin.
"Hmmm..."
Pria itu turun, dan segera berjalan menuju kearah goa tempat dimana dia merasakan energi lain milik Qi Yue.
Tepat sebelum pria itu masuk kedalam goa, langkahnya terhenti karena lapisan pelindung yang menghalangi langkahnya.
"Hmm, ini hukum mutlak! Aku tidak bisa menghancurkannya secara paksa.."
Setelah berpikir sejenak, pria itu yang tidak lain adalah Zhukai membuka lebar matanya sambil mengigit salah satu jarinya.
Saat aliran darah menetes keluar dari tempat gigitannya tadi, Zhukai mengarahkan jarinya kearah lapisan pelindung yang berada di mulut goa.
Ketika darah miliknya menyentuh lapisan penghalang, kilauan cahaya yang begitu terang membuat Kai menutup matanya.
Tepat ketika Kai membuka kembali matanya, lapisan pelindung di depannya telah sepenuhnya menghilang.
"Haahh, jadi itu benar-benar memerlukan darahku."
Sebelum Kai masuk kedalam goa, dia menarik pedang hitam keluar sambil mengalirkan sedikit Qi miliknya.
Tak lama setelah itu, sosok wanita dewasa dengan dua gunung besar muncul secara tiba-tiba di depannya.
Wanita itu menatap Kai dengan wajah cemberut kemudian mendengus, "Hmph, mengapa kamu memanggilku sekarang?"
Tetapi begitu Qi Yue melihat ekspresi datar Zhukai, dia segera sadar bahwa Kai masih merasa sedih atas kepergian teman baiknya.
"Emm..."
Suasana di antara mereka berdua menjadi canggung, Qi Yue benar-benar tidak tahu ingin berkata apa seolah-olah apa yang dia pikirkan saat ini menghilang seketika.
"Anu, Hubby ... mengapa kamu memanggilku?" tanya Qi Yue dengan suara pelan.
Kai tidak menjawab, dia segera berbalik dan berjalan masuk kedalam goa sambil bergumam.
"Ikuti aku!..."
Dengan patuh, Qi Yue melayang mengikuti Kai tepat di belakangnya.
Sepanjang perjalanan saat memasuki goa, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Zhukai ataupun Qi Yue.
Tak lama setelah mereka memasuki goa, Kai tiba-tiba berhenti. Dia menarik Qi Yue kedalam pelukannya secara tiba-tiba.
Tindakan itu membuat Qi Yue sangat terkejut sekaligus bingung.
Tetapi apa yang dia lihat berikutnya benar-benar membuatnya terkejut.
"H–Hubby, i–itu..." Qi Yue berkata dengan patah-patah sambil menunjuk kearah sosok bayangan hitam yang berdiri di depan gerbang besar di hadapan mereka.
"Itu jiwa iblis!..."
Zhukai berkata singkat, dia menggenggam telapak tangan Qi Yue sambil menghembuskan nafas secara perlahan.
Dia menarik pedangnya dan melepaskan sebuah serangan yang secara langsung menghancurkan jiwa iblis.
Bahkan jika jiwa iblis memiliki tingkat regenerasi yang luar biasa, itu tetap tidak bisa beregenerasi setelah terkena serangan dari Shura Void dan juga aura kematian Qi Yue.
Ding!
[Kai Gege berhasil membunuh jiwa iblis, mendapatkan 200 Poin Shura]
"Hmm, berapa banyak Poin Shura yang aku miliki saat ini?"
Begitu Kai selesai dengan ucapannya, layar hologram kecil muncul di depan matanya sambil menunjukkan banyaknya Poin Shura yang dia miliki saat ini.
"30.540 Poin Shura!?"
Zhukai terdiam setelah melihatnya. Bahkan jika dia masih merasa sangat sedih atas kepergian teman baiknya, tetapi jumlah Poin Shura sebanyak itu tentu akan mengejutkannya.
Menekan rasa keterkejutan itu, Zhukai menghela nafas sambil menatap lurus kearah gerbang besar di depannya.
"Ayo Yue'er..."
Tidak seperti tadi, kini sikap dinginnya sudah semakin berkurang.
Dia menggenggam telapak tangan Qi Yue dan melangkah maju menuju gerbang besar.
Tepat saat Kai berada di depan gerbang besar setinggi 30 meter itu, dia melepas genggaman tangannya dari Qi Yue.
Qi Yue mengangguk patuh, dia segera melangkah mundur dan menjauh dari Zhukai.
Melihat bahwa Qi Yue sudah berada cukup jauh darinya, Zhukai akhirnya melepas pakaian atasnya yang membuatnya telanjang sebagian.
"Haahhh...."
Dia menarik nafas panjang sambil membentuk kuda-kuda. Kedua tangannya mengepal dan seluruh otot tubuhnya berkontraksi.
Urat-urat memenuhi perut, dada, lengan, dan juga lehernya.
Cahaya emas terlihat sesaat ketika Kai membuka telapak tangannya yang mengepal.
Kai melepaskan kedua pukulannya lurus, gambaran dua tinju besar muncul setelah Kai melepaskan pukulannya.
Tekanan yang begitu kuat dapat di rasakan dari gambaran kedua tinju itu.
Saat gambaran kedua tinju itu menghantam gerbang besar, Ledakan yang sangat kuat menghempaskan tubuh Kai hingga membentur dinding goa.
"Tchh..."
Kai menahan mulutnya terbuka, dia kembali berdiri dan melepaskan puluhan pukulan lainnya.
Setiap kali Kai melepaskan pukulan, tubuhnya terus terpental dan membentur dinding goa.
Peristiwa itu terus terjadi hingga membuat banyak bekas luka di punggung dan bagian belakang tubuh Zhukai.
Tetapi berkat fisik Asura, luka yang Kai alami tidak terlalu parah.
Itu hanya menghancurkan beberapa tulang rusuknya.
"Tch, ini lebih sulit dari yang aku duga..." Zhukai meludahkan darah di mulutnya kemudian menyeka dengan lengan kanannya.
"Bagaimana bisa Yun Che menemukan hukum kuat seperti ini. Aku tidak bisa menggunakan pedang hitam selain kekuatan fisik ku sendiri."
Zhukai menghela nafas sesaat kemudian kembali berdiri.
"Tinju Kekosongan..."
Saat Kai kembali memejamkan matanya, aura emas yang menyelimuti kedua kedua tinjunya berubah menjadi hitam.
Whuss!!
Saat Kai melepaskan serangannya, tidak terjadi gambaran di udara kosong seperti serangan-serangan sebelumnya.
Tetapi beberapa saat kemudian, gerbang besar di depan Zhukai tiba-tiba mengkerut. Itu terus mengecil hingga setelah beberapa saat berlalu, gerbang besar itu meledak menjadi serpihan kecil.
Melihat serangannya berhasil menghancurkan pintu gerbang, seringai terlihat jelas di wajah Zhukai.
"Hubby, biar aku periksa lukamu..."
Qi Yue berlari kearahnya dengan wajah khawatir.
Karena Zhukai sebelumya melarangnya untuk ikut campur, Qi Yue hanya bisa melihat Zhukai dari kejauhan.
"Hubby, kamu terlalu memaksakan dirimu. Lihatlah kondisimu sekarang..." meskipun nada ucapannya sedikit marah, tetapi Qi Yue sebenarnya sangat khawatir dengan Zhukai.
"Maaf-maaf, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir.." Zhukai tersenyum sambil mencoba berdiri.
Setelah Qi Yue selesai membalut tubuhnya dengan kain, mereka berdua berjalan bersama masuk kedalam gerbang yang sudah hancur.
Tepat setelah Kai dan Qi Yue masuk, apa yang mereka lihat selanjutnya membuat mereka berdua terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.
"I–Ini... Bagaimana mungkin!!..."
Selain sebuah pedang hitam yang melayang di udara, ada banyak tumpukan herbal di bawahnya.
Itu adalah herbal langka yang cukup jarang di temukan di masa lalu.
"Hahhh, aku tidak tahu bagaimana herbal ini bisa tumbuh di sini. Tetapi yang jelas, kita benar-benar mendapatkan harta karun kali ini."
Qi Yue mengangguk, "Baiklah Kai Gege, aku akan memulai penyatuan dengan pecahan pernah yang lain. Kamu bisa menggunakan herbal-herbal itu untuk Kultivasi mu."
Setelah selesai berkata, pedang hitam di punggung Kai terbang dengan sendirinya dan memulai penyatuan dengan pecahan pedang hitam yang lain.
****
Bersambung...