
"Brengsek, berhenti mengucapakan omong kosong!! kau Shura? hahaha kau pikir aku orang tua yang mudah di bodohi?" Li Cangtian tertawa lepas.
Meskipun dia merasakan hawa kehadiran Shura yang keluar dari tubuh pria di depannya. Tetapi dia enggan mempercayai hal itu.
"Biar kuberitahu padamu satu hal, Shura ... Iblis bodoh itu, dia telah mati jutaan abad yang lalu."
"Dan kau sekarang mengaku sebagai dirinya? apa kau pikir aku seorang idiot."
Meskipun Li Cangtian mengucapkan hal itu, tetapi perasaan aneh yang dia rasakan belum menghilang sejak tadi.
"Aneh, pria ini jelas bukan Shura. Tapi mengapa, mengapa tubuhku terus bergetar ketakutan seperti ini..."
Tepat ketika Li Cangtian sedang berpikir tentang hal itu, lintasan pedang hitam datang kearahnya dengan kecepatan tinggi.
Dentang!!
Li Cangtian yang tidak sempat bereaksi dengan serangan itu mencoba menahannya dengan pedangnya.
Sayangnya, karena pasokan Qi nya telah habis setelah mengeluarkan tekniknya tadi. Dia tidak bisa menahan serangan yang Zhukai lepaskan padanya.
Slashhh!!
Boomm!!
Tubuh Li Cangtian terpental ratusan meter jauhnya sampai akhirnya tubuhnya membentur puing batu besar yang merupakan puing-puing gunung Yunxi.
"Khuekk!! Uhuk!!..."
Li Cangtian memuntahkan banyak darah dari mulutnya, dadanya terasa sangat sakit dan ia bahkan sudah tidak bisa merasakan lengan kirinya lagi.
Butiran keringat kini memenuhi wajah dan sekujur tubuh Li Cangtian, ekspresinya membeku dengan rasa penuh ketidakpercayaan.
"Hah! Hah! Hah!!..."
Li Cangtian terus menarik nafas panjang, dia menyentuh dadanya yang terkena serangan pedang hitam.
Itu menembus kulit dan juga otot-ototnya, "Bahkan ketahan fisikku tidak bisa menahan serangan itu. Jika aku terkena serangannya untuk yang kedua kalinya, maka..."
Li Cangtian tidak berani memikirkan apa yang akan akan terjadi padanya nanti. Dia membuang pedangnya yang telah terbelah menjadi dua dan mengganti dengan pedang baru.
Tapi sebelum Li Cangtian dapat mengambil pedangnya, persepsinya menangkap serangan yang Zhukai lepaskan dari jauh.
"Sial...."
Swosshh!!!
Duarr!!!
Meskipun serangan itu tidak mengenai Li Cangtian secara langsung, tetapi daya ledaknya membuat tubuh Li Cangtian terhempas mundur beberapa meter jauhnya.
"Bangsatt!! aku terus dipermalukan sedari awal. Mengapa ini bisa terjadi, padahal perbedaan basis Kultivasi kita bagaikan langit dan bumi."
Li Cangtian saat ini telah menemui jalan buntu. Dia tidak memiliki sedikitpun Qi yang tersisa di dalam Dantian nya, luka di dadanya juga semakin melebar.
Tidak memiliki pilihan lain, Li Cangtian akhirnya menggunakan satu-satunya cara yang bisa dia lakukan saat ini.
"Kau benar-benar memaksaku melakukan ini kepaerat!!..."
Li Cangtian menyatukan kedua tangannya, tubuhnya semakin lama mengeluarkan untaian Qi keemasan.
Bekas sayatan pedang di dadanya terbungkus oleh untaian Qi emas itu, dan hanya dalam sekejap, bekas sayatan pedang itu menghilang.
"Giok Sang Buddha!!!..."
Whuss!!!
Gelombang angin berhembus secara kencang menerbangkan debu dan juga puing-puing batu di sekitar Li Cangtian.
Sekujur tubuh Li Cangtian saat ini terbungkus oleh untaian Qi berwarna emas, ribuan telapak tangan terlihat di belakang tubuh Li Cangtian.
Rambutnya yang awalnya berwarna putih pekat berubah menjadi hitam, di keningnya muncul sebuah simbol aneh yang mengeluarkan aura yang misterius.
Dan pada detik berikutnya, ketika Li Cangtian membuka kedua matanya, telapak tangan raksasa turun dari atas langit.
Sementara itu, tak jauh dari tempat Li Cangtian berada. Zhukai menatap telapak tangan yang turun dari atas langit dengan ekspresi dingin.
Itu bahkan tidak berubah sedikitpun setelah melihat perubahan Li Cangtian, "Pedang adalah jiwa, kegelapan sejati hanyalah milik Shura..."
Mata Zhukai yang berwarna merah terus menatap tajam kearah langit, sementara itu di sekujur tubuhnya, energi hitam merembes keluar dari setiap pori-pori tubuhnya.
"Shura Demon : Pedang Hitam Neraka!!!"
Zhukai menggenggam gagang pedang hitam dengan kedua tangannya. Energi hitam yang menyelimuti tubuhnya mulai terserap masuk kedalam pedang hitam.
Di dalam dimensi pedang hitam, Qi Yue terbangun dari meditasinya ketika merasakan energi kegelapan yang begitu pekat mengelilingi tubuhnya.
Swosshh!!!
Lintasan pedang yang berbentuk bulan sabit keluar saat Zhukai mengayunkan pedangnya.
Awan yang ada di langit semakin menghitam, kilatan-kilatan petir terus bermunculan dan menghantam ke tanah.
Sementara itu, ketika Li Cangtian yang melihat serangan yang Zhukai lepaskan saat ini. Ekspresinya yang tenang seketika berubah.
Tubuhnya bergidik ketakutan melihat lintasan pedang hitam yang mengarah pada telapak Buddha yang turun dari atas langit.
"Tidak, meskipun itu teknik yang sama. Tetapi ini jelas lebih lemah, tidak mungkin telapak Buddha akan kalah dengan kekuatan seperti itu."
Li Cangtian tersenyum, "Ini kemenangan ku!!."
Begitu telapak Buddha dan Pedang Hitam Neraka saling berhantaman satu sama lain. Ledakan yang begitu besar tercipta dan menghancurkan daratan seluas ratusan ribu mill jauhnya.
Duarr!!!
Hutan daratan di sekitar gunung Yunxi hancur. Untungnya, tidak ada satupun desa atauao di kota yang berada di dekat hutan itu.
Karena itu juga alasan mengapa Zhukai memiliki gunung Yunxi sebagai tempat pertarungannya dengan Li Cangtian.
Awan di atas langit masih menghitam, rintikan air hujan mulai turun secara perlahan dan menjadi semakin deras.
Tanah dalam radius ratusan mil jauhnya telah berubah menjadi kawah, tidak ada satupun tanda kehidupan di sekitar tempat itu.
Di benua tengah, benua timur, benua selatan, bahkan benua utara dapat merasakan guncang pertarungan itu secara langsung.
Nalan Ruyue dan juga Ayahnya melihat dengan jelas bagaimana ledakan besar yang mengguncang seluruh Hoky Realms itu tercipta.
"Senior..." Nalan Ruyue bergumam dengan ekspresinya yang menunjukkan secara jelas bahwa dia sangat khawatir.
Sementara itu di atas kawah yang tercipta akibat benturan dua serangan itu, terlihat seorang pria tua melayang di udara lepas.
Hampir sebagian tubuhnya telah hancur, bahkan dengan kondisi seperti itu pria itu masih dapat tetap hidup.
"Haha, Hahaha ... Uhuk! Uhuk!!..."
"Hahh..."
Pria itu memuntahkan banyak darah dari mulutnya, jika kondisinya tidak segera di tangani saat ini, dia mungkin tidak dapat bertahan lebih dari lima menit.
"Pada akhirnya, ini adalah kemenanganku Shura... Jika kau bisa sedikit lebih kuat lagi, mungkin ini akan menjadi kemenangan mu. Tapi sayangnya..."
Li Cangtian tidak dapat berhenti untuk terus tertawa, perasaan yang dia rasakan saat ini benar-benar membuat sekujur tubuhnya bergetar."
Tapi tawa Li Cangtian tidak bertahan lama setelah suara seorang pria terdengar di telinganya.
"Sayang sekali bajingan tua, tapi ini adalah kemenanganku..."
Slashhh!!!
Salah satu lengan Li Cangtian terlepas dari tubuhnya. Merasakan rasa sakit dari lengan kanannya yang hilang, Li Cangtian seketika berteriak kesakitan.
"Arghhh...."
Dia terjatuh dan meronta-ronta di atas tanah yang telah hancur.
"B–Biarkan aku hidu–... Arghhhh!!!!..."
Bahkan sebelum Li Cangtian bisa menyelesaikan apa yang dia ingin ucapakan, Kai sudah terlebih dulu memotong lengan kirinya.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup? Seharusnya kau sudah tahu setelah mengahncurkan Klan Zi, tidak ada alasan bagimu untuk tetap hidup..."
Mendengar itu, Li Cangtian mengabaikan rasa sakitnya dengan menggertakkan giginya. Dia kemudian berteriak pada Zhukai dengan mulutnya yang dipenuhi darah.
"Sialan!! Jangan harap kau bisa hidup setelah ini. Dengan energi yang kamu keluarkan barusan, Zi Dou dan Yama mungkin sudah mengetahui keberadaan mu."
"Kau pasti akan mati di tangan mereka berdua!!..."
Mendengar ancaman dari Li Cangtian, Zhukai tetap bersikap dingin. Dia berdiri kemudian mengangkat pedang nya sambil bergumam.
"Biar kuberitahu padamu, setelah aku memutuskan mengungkapkan jati diriku sebagai seorang Shura. Aku sudah bersiap menghadapi mereka, jadi ... Selamat tinggal."
Slashhh!!!
Dengan satu tebasan terakhir itu, kepala Li Cangtian terlepas dari tubuhnya. Kai kemudian menggunakan sisa energi terakhirnya untuk membakar mayat Li Cangtian dengan Api Phoenix hitam.
***
Bersambung....