Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Jiwa Pedang Mo Kun


Energi aneh yang bahkan Kai sendiri tidak mengetahuinya di kehidupan pertama. Itu adalah energi yang pertama kali muncul begitu Zhukai berubah menjadi seorang Shura.


Shura Void!! itulah bagaimana Kai menamai energi itu.


Meski sejatinya Kai belum bisa memastikan energi apa itu sebenarnya, tetapi karena itu terkait dengan perubahannya menjadi Shura. Tidak aneh jika Kai menamai energi tersebut dengan nama Shura Void.


Saat ini ketika Kai sedang mencoba membantu Ouyang Jin mempercepat pemurnian terhadap esensi api di sayapnya. Dia tanpa ragu menggunakan Shura Void untuk menolongnya.


Meski di ranahnya saat ini Kai masih belum memiliki terlalu banyak Shura Void, tetapi itu akan meningkatkan dengan sendirinya bersama dengan seberapa banyak Kai bisa mengolah transformasi Shura.


"Ini terlalu berbahaya, siapa yang menduga bahwa gadis kecil ini selain memiliki darah dari Demon Spirit, dia juga memiliki darah dari ras Evil Flame." meski Kai masih sangat terkejut saat mengetahuinya, tetapi itu tidak mengubah kontrol Zhukai dalam energinya.


Ini membuktikan seberapa hebat Zhukai dana mengontrol energinya sendiri. Entah itu Qi ataupun energi lain.


Saat Kai sedang membantu Ouyang Jin mempercepat pemurnian, teriakan Ouyang Jin menjadi selain keras.


Darah segar mengalir keluar melalui bola mata dan juga hidungnya.


"Tahanlah sebentar lagi gadis kecil, ini akan segera berakhir."


Selang beberapa menit berlalu, esensi api yang mengamuk di sepasang sayap Ouyang Jin akhirnya berhasil di murnikan.


Meski Zhukai tidak bisa membantu Ouyang Jin menghentikan api itu membakar urat-urat sayapnya. Tetapi Ouyang Jin cukup beruntung karena Kai datang tepat waktu.


Tapi karena rasa sakit yang begitu hebat yang ia rasakan tadi, itu membuat Ouyang Jin kehilangan kesadaran dirinya.


Penampilan fisik gadis kecil kembali berubah. Sepasang sayap di punggungnya telah menyusut dan menghilang tetapi itu masih meninggalkan bekas luka bakar di punggungnya.


Dua tanduk di kepalanya perlahan menyusut bersamaan dengan perubahan warna kulitnya menjadi normal.


"Istirahatlah gadis kecil, aku akan bermeditasi sambil menunggumu bangun."


***


Sementara itu di tempat lain, Mo Kun yang juga terpisah di tempat lain segera mencoba sekuat tenaga yang ia bisa untuk mencari tempat yang aman untuk berkultivasi.


Setelah berlari selama lebih dari setengah jam, nafas Mo Kun saat ini menjadi sedikit berantakan.


Apalagi di tempat yang di penuhi dengan esensi api yang begitu murni, itu dengan cepat menguras stamina Mo Kun.


"Kurasa itu tempat yang cukup aman untukku berlatih di sini. Apalagi di sana ada buah yang kelihatannya cukup enak di makan."


Saat Mo Kun hendak bermeditasi, pikiran nya terganggu oleh buah yang tumbuh tak jauh dari tempatnya berada saat ini.


"Sial, bagaimana aku bisa memikirkan makanan pada saat seperti ini." Meski Mo Kun ingin menolak keinginannya dan lebih berfokus dan meditasi. Tetapi godaan itu terlalu kuat bagi iman yang lemah seperti nya.


Detik berikutnya, Mo Kun mengambil salah satu buah yang di pikirnya sudah matang. Dan begitu Mo Kun memakannya, dia segera memuntahkan buah itu karena rasanya yang tidak enak.


"Hoek, bwleee... Buah apa ini, mengapa rasanya sangat pahit–..."


Ucapannya terhenti, tubuh Mo Kun tiba-tiba di selimuti oleh panas yang membakar dari api surgawi.


Dia membuka mulutnya beberapa kali tapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


Di tengah-tengah keputusasaannya, Mo Kun tiba-tiba membangkitkan sesuatu yang mungkin akan membuat Zhukai terkejut.


Jiwa Pedang!


Meski di kehidupan pertamanya Kai memiliki beberapa teman yang memiliki jiwa pedang, tetapi hanya ada beberapa yang dapat memaksimalkan bakat tersebut.


Jiwa pedang adalah salah satu kondisi khusus bagi seorang Kultivator di mana mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka hanya untuk mempelajari teknik berpedang.


Itu adalah kondisi yang sama seperti penguasa Celestial Realms. Zi Dou, Immortal Sword Sovereign!


Itu adalah prestasi yang tidak pernah di capai oleh siapapun selama jutaan tahun lamanya. Bahkan jika Three Realms memiliki beberapa orang yang dapat membangkitkan jiwa pedang, tidak ada seorangpun dari mereka yang bisa memaksimalkan itu seperti Zi Dou Immortal.


Tapi karena Mo Kun adalah teman Zhukai, tidak aneh jika mengatakan Kai akan membimbingnya di masa depan.


Di bawah bimbingan Zhukai, tidak ada yang tahu seberapa besar perkembangan yang akan di alami Mo Kun di masa depan.


Setelah berselang lebih dari satu jam, jiwa pedang yang baru saja bangkit di tubuh Mo Kun telah menyerap seluruh esensi api yang berasal dari buah naga api dan membuat Kultivasi Mo Kun mengalami terobosan dari tingkat dua menjadi tingkat empat..


"Ini benar-benar tidak terduga, siapa sangka aku berhasil membangkitkan salah satu kondisi khusus seorang pendekar pedang!" gumam Mo Kun saat merasakan aliran energi tajam di tubuhnya.


Dia sudah membaca banyak catatan yang ada di perpustakaan sekte tujuh pedang. Dengan berbekal pengetahuan itu, dia tahu dalam sekejap bahwa dia baru saja membangkitkan jiwa pedang.


"Aku tidak tahu mengapa aku menjadi sangat beruntung akhir-akhir ini ... mungkinkah ini semua terjadi karena saudara Zhukai?" saat Mo Kun mencoba berpikir, dua jiwa api liar tiba-tiba saja menyerangnya..


***


Di tempat lain di mana terdapat lautan lava yang begitu panas di sekitar tempat itu, seorang gadis cantik membuka mata kecilnya sambil memegangi kepalanya yang sedikit sakit.


"Ughh ... Ah, aku masih hidup!"


"Jangan terlalu banyak bergerak gadis kecil, tubuhmu masih memerlukan sedikit istirahat."


Tepat setelah itu, gadis kecil itu mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya.


"K–Kaii..." sambil tersenyum bahagia, Ouyang Jin melompat kearah Zhukai sambil bertanya.


"Apakah itu kamu...? Yang menolongku saat di serang oleh esensi api?"


Zhukai mengangguk dengan lembut, "Ya, itu tadi sungguh berbahaya. Jika bukan karena aku datang tepat waktu, kamu mungkin sudah..."


Kai berhenti melanjutkan ucapannya dan memilih untuk diam. Dia segera duduk dan memulai kembali meditasi nya.


Sementara itu, Ouyang Jin masih diam dengan kedua tangannya mengepal dengan kuat.


"Aku sungguh beruntung kali ini, bagaimana jika lain kali? Kai tidak selalu ada di sampingku, aku harus segera menjadi kuat untuk menolong krisis keluarga ku." Ouyang Jin berjalan mendekati Zhukai kemudian berkata dengan tatapan penuh tekad.


"K–Kai, aku tahu ini sesuatu yang memalukan untuk di katakan. Tapi, bisakah kamu mengajariku beberapa metode Kultivasi mu."


"Meski aku adalah senior kamu sebagai murid inti, tetapi aku selalu merasa ada jarak yang begitu besar di antara kita."


Beberapa saat kemudian, mata Zhukai kembali terbuka. Dia menatap Ouyang Jin dengan senyum lebar kemudian menjawab permintaannya dengan tulus.


"Aku bisa saja mengajarimu, tapi ... apa yang bisa kau berikan padaku sebagai gantinya."


***


Bersambung...


Sedikit catatan dari author :


Author benar-benar minta maaf buat para pembaca sekalian, mungkin selama satu bulan ini jadwal update akan sedikit terganggu.


Karena satu bulan lagi akan ada PAT, author harus lebih giat dalam belajar dan juga menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah.


Selain itu, jika ada waktu luang semisal hari Sabtu dan Minggu. Insyaallah author bakal kasih crazy up walupun itu 3, 4, atau 5 chapter.


Sekian dan sekali lagi author minta maaf.


Terimakasih! 😊🤗