
Keempat perwakilan dari berbagai sekte yang tersisa saat ini melangkah naik keatas arena.
Setelah keempat orang itu naik keatas arena, Kai memejamkan matanya sambil menunggu tetua agung memulai jalannya pertandingan.
Sementara itu, Han Shen menatap kedua orang yang berdiri di sudut arena dengan seringai jahat.
Dia menggunakan beberapa bahasa isyarat untuk memberi kedua orang itu seolah mereka sudah merencanakan hal ini sebelumnya.
"Hehehe, sungguh bodoh! dengan pertandingan seperti ini, kesempatan bagi kami bertiga untuk menang akan menjadi lebih besar." ucap Han Shen dalam hatinya.
Begitu tetua agung memulai jalannya pertandingan, Han Shen dan kedua orang yang lain segera melesat kearah Zhukai dengan pedang di tangan mereka.
"Hahaha, orang seperti mu tidak layak mewakili benua naga biru di turnamen antar benua nanti.." Han Shen tertawa lepas sambil melapisi mata pedangnya dengan racun.
Di ruang tunggu tetua pendamping, Chen Xia yang baru saja tiba setelah sembuh dari sakit kepala tersentak kaget melihat Zhukai di kepung oleh tiga orang di atas arena.
"A–Apa, bukankah itu tidak adil ... mengapa pihak akademi hanya diam saja!!.." Chen Xia berteriak dengan keras.
Terlihat jejak amarah yang begitu besar dari sorot matanya.
Sementara itu, tetua yang berada tidak jauh darinya tertawa kecil sambil berkata kepadanya dengan senyum mengejek.
"Hahaha, apa kau bodoh? Mengapa tetua agung harus turun tangan untuk membantunya. Tidak ada aturan yang melarang perwakilan lain untuk bekerja sama."
Deg–
Begitu mendengarnya, pikiran Chen Xia menjadi kosong.
Dia menggertakkan giginya sambil menatap Kai dari kejauhan dengan wajah khawatir.
"Kai ... kuharap kamu bisa bertahan..."
Tepat saat ketiga serangan itu membentur tubuh Zhukai, ledakan besar terjadi di atas arena.
Kabut asap tebal menutup keseluruhan arena tanpa membiarkan tetua agung atau bahkan yang lain melihatnya dengan jelas.
Ting! Ting! Ting!
Suara benturan logam terdengar semakin keras seiring berjalannya waktu.
Setelah kabut asap di atas arena menghilang, terlihat bahwa seroang pemuda tampan menekan peserta lain dengan sebilah pedang putih di tangannya.
"Para bajingan ini, mereka benar-benar menggunakan cara licik seperti ini untuk menyingkirkan ku."
Kai berhenti berkata, dia tersenyum sambil melepaskan lebih banyak tekanan nya keluar.
"Ha!? Tapi apa gunanya cara licik seperti itu di hadapanku."
Hanya dengan satu hentakan kakinya, lantai arena yang terbuat dari batu besi mengalami retakan yang sangat parah.
Ketiga peserta lain yang saat itu tertekan oleh Zhukai terdorong mundur sangat jauh hingga mendekati garis arena.
"Oh, sungguh kekuatan fisik yang sangat luar biasa.." ucap tetua agung sambil mengelus dagunya.
"Sial! Sial! Sial!! ... Sebenarnya seberapa kuat pria ini, bahkan dengan serangan gabungan dari kami bertiga masih belum bisa menghabisinya."
Saat Han Shen menggertakkan giginya karena tekanan yang dia rasakan dari Zhukai. Ia mendengar transmisi suara dari seorang pria.
"Dia berbahaya! bunuh dia dengan cara apapun yang kau bisa atau bahkan gunakan energi yang aku berikan padamu saat itu."
Suara itu bukan berasal dari tetua ataupun orang lain, itu adalah suara yang berasal dari jiwa kuno yang menetap di tubuh Han Shen.
"T–Tapi, bukankah kau mengatakan bahwa kekuatan ku saat ini belum cukup untuk mengendalikannya?" tubuh Han Shen bergetar.
Jika dia benar-benar harus menggunakan kekuatan itu, dia takut tidak akan bisa mengendalikannya dan malah akan berakibat fatal bagi tubuhnya.
"Cepatlah, jika kau tidak membunuhnya sekarang dia akan menjadi semakin kuat. Bahkan sekte ilahi tidak bisa lagi melindungi mu saat itu."
Pada momen saat itu, tubuh Han Shen Yeng bergetar berhenti seketika.
Tepat di dua detik selanjutnya, seringai aneh terlihat di wajah Han Shen bersamaan dengan energi jahat yang merembes keluar dari tubuhnya.
"Kekeke ... akhirnya!! setelah ribuan tahun terkurung aku bisa bebas sekarang!!.."
Tindakan aneh yang Han Shen tunjukkan mengejutkan tetua pendamping sekte ilahi sekaligus Ning Cangnan.
"Ha!? Apa itu tadi, kurasa aku merasakan ada energi aneh yang keluar dari tubuh pemuda itu." Ning Cangnan berkata sambil menunjuk Han Shen yang terus mengeluarkan energi jahat yang sangat besar.
Sementara itu di sampingnya, tubuh Ning Fan bergetar dengan wajahnya yang berubah pucat.
"Aa aaaa.... A–Aura ini, bagaiman mungkin aura ini bisa muncul kembali..."
Ning Cangnan yang melihat wajah pucat ayahnya sangat terkejut, dia segera bertanya pada ayahnya tentang apa yang terjadi.
"Itu hal yang wajar karena kamu tidak mengetahuinya, aura itu tidak lain adalah milik ras Ancient Demon yang telah menghilang jutaan abad yang lalu."
"Pada saat aku muda dulu, aku pernah melawan salah satu dari mereka. Dan hasilnya ..."
"Bagaimana ayah, apakah kamu bisa mengalahkan ras Ancient Demon itu?"
Ning Fan menggeleng, "Tidak, aku bahkan tidak bisa meninggalkan satu goresan pun di tubuhnya."
Mendengar ucapan ayahnya, butiran keringat bermunculan di wajah Ning Cangnan.
"K–Kalau begitu, bukankah kita seharusnya menghentikan pertandingan ini. Jika benua naga biru kehilangan bakat luar biasa sepertinya, bukankah itu akan sangat merugikan kita."
Ning Fan kembali menggeleng setelah mendengar perkataan putranya, "Tidak, kita sudah terlambat. Setelah dia menguasai tubuh pemuda itu, dia sudah memasang segel kuno yang tidak membiarkan kita masuk kesana. Pria itu, aku hanya bisa beharap agar dia bisa selamat dari sana."
DI atas arena, tubuh Han Shen yang sepenuhnya telah di kuasai oleh jiwa ras Ancient Demon tiba-tiba menggores lengan kirinya dengan belati kecil yang di sembunyikan di pinggangnya.
"Kekeke, darah!! Ini sangat segar..."
Saat ras Ancient Demon puas menghisap darah dari lengan kirinya, dia menatap Zhukai dengan senyum misterius.
"He He... Tak kusangka aku bisa bertemu dengan pemuda kuat seperti mu. Setelah aku berhasil menyerap seluruh vitalitas mu, kekuatanku pasti akan mengalami lonjakan yang sangat besar."
Saat jiwa ras Ancient Demon tertawa dengan keras, dua peserta lain yang ketakutan segera berlari dan mencoba keluar dari arena.
Sayangnya, begitu tubuh mereka menyentuh penghalang yang di buat oleh jiwa ras Ancient Demon, tubuh mereka seketika meledak menjadi kabut darah.
"Dua manusia yang sangat bodoh!.."
Pria itu kembali menatap Zhukai dan berkata dengan suara penuh ejekan, "Jika kau tidak ingin menjadi seperti mereka berdua, kau sebaiknya tetap diam dan patuh.."
"Bwaha.. Hahaha...."
Tawa yang keluar dari mulut Zhukai seketika merubah ekspresi pria itu menjadi gelap.
"Bajingan! apa yang kau tertawakan.."
Seolah tidak mendengar apa yang pria itu katakan, Kai terus tertawa hingga membuat pria dari ras Ancient Demon mengerutkan keningnya karena kesal.
"Sepertinya tidak perlu berbasa-basi lagi, matilah kau!!.."
Pria dari ras Ancient Demon itu mengeluarkan pedang panjang yang terbuat dari darahnya.
Dia melesat kearah Zhukai penuh dengan niat membunuh yang sangat pekat.
Saat pedang itu menebas tubuh Zhukai, terjadi sebuah ledakan yang menghancurkan seisi arena.
Booommmm!!!
***
Bersambung...