
Di aula mewah yang berada di dalam mansion besar seluas 2 km. Seorang gadis muda yang baru saja masuk setelah membuka pintu segera berlutut sambil memberi hormat pada seorang wanita cantik yang tak lain adalah ibunya.
"Lin Yue memberi hormat pada ibu." gadis itu, Lin Yue segera berdiri setelah melihat anggukan ibunya.
Di ruangan besar saat ini, terdapat lebih dari 20 orang yang sedang duduk di sebuah meja makan keluarga.
Mereka tidak lain adalah matriak, tetua, berserta Zi Lin Yue dan juga kakaknya.
"Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul aku akan segera menjelaskan tujuan dari pertemuan kali ini."
Bibir merah Zi Suyuan menutup saat dia selesai berkata. Sebelum Zi Suyuan kembali mengatakan sesuatu, seorang tetua Klan Zi bertanya.
"Tunggu matriak, mengapa kedua putri anda ada di pertemuan penting ini?"
Suasana menjadi hening sesaat setelah tetua itu bertanya. Detik berikutnya, tekanan yang begitu kuat tiba-tiba menekan semua orang yang berada di dalam aula pertemuan itu.
"Apakah pertanyaan itu sangat penting tetua Ruo...!!!"
Mendengar suara dingin dan penuh penindasan dari Zi Suyuan, tetua lain menjadi diam tak bersuara.
Sedangkan untuk tetua tadi, tubuhnya menjadi basah karena keringat dingin yang mengucur di tubuhnya.
Selang beberapa detik kemudian, tekanan yang keluar dari tubuh Zi Suyuan perlahan menghilang hingga akhirnya atmosfer di dalam ruangan itu kembali menjadi normal.
"Baiklah, aku akan melanjutkan pembicaraan tadi." Zi Suyuan menghela nafas kemudian melanjutkan ucapannya, "Kalian semua pasti tahu bukan bahwa sebentar lagi turnamen antar benua akan di lakukan."
Ke dua puluh tetua Klan Zi mengangguk, "Ya, tapi apa hubungannya itu dengan klan kita matriak?"
"Memang benar selama ribuan tahun terakhir kita sama sekali tidak pernah mengirim perwakilan Kuta dalam turnamen antar benua. Tapi..."
Zi Suyuan menyeringai, "Untuk turnamen antar benua yang akan di adakan sepuluh hari lagi. Klan kita, Klan Zi lah yang akan menjadi penyelenggara nya."
Ekspresi para tetua tiba-tiba berubah seketika, salah satu di antara mereka mengangkat tangan sebelum berbicara.
"T–Tapi matriak, bukankah Klan kita selalu menghindari turnamen antar benua setiap kali itu di adakan. Jadi mengapa kita menjadi penyelenggara turnamen antar benua yang akan di adakan tak lama lagi."
"Pertanyaan bagus! Lan Mei, apakah kamu tahu alasannya? Jelaskan!" Zi Suyuan melirik Zi Lan Mei yang duduk di sebelah adiknya.
Saat Zi Lan Mei memberi anggukan lembut kemudian berkata, "Ya ibu..."
"Semua orang pasti tahu bahwa penyelenggara turnamen antar benua biasanya adalah Ice Palace Dongxuan. Tapi karena masalah internal yang terjadi pada mereka baru-baru ini, penguasa Holy Realms Li Cangtian meminta Klan Zi kami untuk menjadi penyelenggara untuk turnamen antar benua yang akan di adakan 10 hari mendatang."
Setelah Zi Lan Mei menjelaskan semua yang dia ketahui, ia memberi anggukan pada semua orang beserta ibunya hingga akhirnya duduk kembali.
"Kakak, kamu sungguh hebat. Bahkan di hadapkan oleh tekanan dari para tetua, kamu sama sekali tidak merasa ketakutan." Zi Lin Yue sedikit kagum dengan ketenangan yang di miliki kakaknya.
"Kamu juga bisa melakukan adik kecil, tapi semua untuk melakukan itu kamu masih membutuhkan banyak pengalaman." Zi Lan Mei mengelus kepala adiknya dengan lembut sambil tersenyum.
Sementara itu, seorang tetua yang cukup terkejut dengan fakta barusan tiba-tiba berdiri dan membuka mulutnya.
"L–Li Cangtian, apakah yang di katakan oleh nona Lan Mei itu benar matriak?"
Zi Suyuan tidak menjawab, dia mengeluarkan secarik kertas yang di simpan di lengan bajunya.
Di dalam kertas itu, terlihat dengan jelas tulisan tangan Li Cangtian yang meminta Klan Zi menjadi penyelenggara turnamen antar benua tidak lama lagi.
"J–Jadi itu benar, maaf atas keraguan ku tadi nona Kan Mei." tetua itu meminta maaf terlebih dulu sebelum kembali duduk.
"Semua orang sudah jelas apa yang aku katakan bukan! jadi aku ingin meminta kalian semua untuk membuat persiapan untuk turnamen antar benua."
Tak lama setelah Zi Suyuan mengumumkan berakhir pertemuan itu, dia meminta semua orang meninggalkan ruangannya kecuali kedua putrinya.
"Ibu, mengapa tuan Li Cangtian meminta Klan kita sebagai penyelenggara turnamen antar benua? bukankah masih ada beberapa kekuatan yang lebih kuat dibandingkan Klan kami." Zi Lin Yue bertanya dengan wajah polos.
Zi Suyuan tidak terganggu dengan pertanyaan putri kecilnya, dia merapikan rambut panjangnya yang terurai kemudian menjawab pertanyaan putrinya.
"Kamu tahu sayang, pak tua itu dari dulu memiliki perasaan pada ibumu ini. Jadi bisa di bilang, dia mencoba mendekati ibumu dengan acara turnamen itu." Zi Suyuan memeluk putrinya kemudian memberi belaian kasih sayang pada Zi Lin Yue dan juga Zi Kan Mei.
"Mengapa itu tidak menolaknya!? Bukankah itu sedikit membahayakan ibu?" Zi Lin Yue kembali bertanya dengan wajah khawatir.
"Itu tidak semudah seperti yang kamu bayangkan sayang, ada alasan mengapa ibu tidak bisa menolak perintahnya."
Setelah mendengar perkataan ibunya yang penuh dengan rasa tertekan, Zi Lin Yue menjadi diam.
Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk menghibur ibunya.
"Oh, benar! istirahatlah hari ini. Kamu terlalu keras berlatih untuk kompetisi Klan tiga hari lagi. Sebaiknya kamu harus lebih memperhatikan kondisi tubuhmu Lin Yue."
Melihat ibunya dengan lembut menggunakan aliran energi hangat untuk menyembuhkan bengkak yang ada di tangan nya. Zi Lin Yue menggertakkan giginya untuk menahan air matanya tidak keluar.
"Ibu, aku janji akan memenangkan kompetisi Klan nanti dan membanggakan ibu beserta kakak."
Zi Lan Mei tertawa, "Hahaha, itu semangat yang bagus adik kecil. Tapi jangan menjadi terlalu sombong karena kamu memiliki bakat yang lebih baik dibandingkan ratusan jenius di luar sana."
Saat keluarga itu sedang berbincang-bincang, Zi Suyuan tiba-tiba teringat tentang satu hal dan menanyakan nya pada Zi Lin Yue.
"Em, Lin Yue... Apakah kamu sudah bisa menghubungi pria yang kamu katakan pada ibu ratusan tahun lalu?"
Mendengar itu, terlihat perubahan ekspresi yang drastis dari Zi Lin Yue. Perkataan ibunya butuh baru saja meningkatkan nya pada sosok pria yang ia cintai.
Melihat wajah sedih putrinya, Zi Suyuan akhirnya menyadari bahwa pertanyaan nya barusan lah yang membuat suasana hati putrinya berubah seketika.
"Maaf Lin Yue, ibu tidak bermaksud–..."
Belum sempat Zi Suyuan menyelesaikan ucapannya, Zi Lin Yue menggeleng sambil menjawab.
"Ibu tidak perlu meminta maaf, meski aku tidak bisa menghubungi nya saat ini. Tapi aku merasakan bahwa kita akan bertemu tidak lama lagi..."
Zi Lin Yue tersenyum sangat manis sambil melihat bulan perak dari jendela yang terbuka lebar di ruangan itu.
****
Bersambung...