
Masih terjebak di tempat terkutuk yang berada di wilayah Holy Realms, Zhukai terlihat sedang asik berbicara bersama dengan teman lamanya.
"Hahaha, aku tidak menyangka Shura yang perkasa akan menjadi sangat lemah seperti ini. Kau tahu, dulu sekali aku cukup takut untuk melihat wajahmu."
"Wajahku? apakah aku dulu memang seseram itu?" Kai mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Zheng Yan.
Dia menggeleng sambil berkata, "Tidak tidak! kau dulu tidak terlihat seram, melainkan kau sangat tampan. Tapi ada sejenis aura yang sangat menakutkan darimu hingga membuat orang lain ketakutan hanya dengan melihatmu." jelas Zheng Yan.
Dia kembali menuangkan arak pada sebuah cangkir kecil yang terbuat dari bambu.
Karena mereka saat ini berada di tempat kediaman Zheng Yan, Kai merasa sangat nyaman karena dia juga pernah menetap di sana untuk waktu yang lama.
Tak lama sejak perbincangan mereka, Qi Yue terbangun dari tidur lelapnya dan sangat terkejut ketika menyadari bahwa Zhukai di depannya saat ini hanyalah tubuh tanpa jiwa.
"Suami!?... Dimana kamu suami .."
Qi Yue menatap ke segala arah bahkan menggunakan persepsi ilahinya untuk mencari di mana keberadaan suaminya.
Sayangnya, karena dia saat ini berada di tempat terkutuk. Dia sedikit kesulitan mencari keberadaan Zhukai secara pasti.
"Suamii... Kamu di mana..."
Memegang kendali pada bilah naga terbang, Qi Yue mulai memutuskan untuk mencari Zhukai.
Tak lama berlalu, kontak antara jiwa miliknya dan Zhukai menunjukkan adanya keterikatan.
Senyum lebar merekah di wajah Qi Yue, kekhawatiran yang di alaminya menghilang seketika.
"Hahh, kupikir suami meninggalkan ku sendirian di sini..." gumam Qi Yue sambil mengendalikan bilah naga terbang untuk mendekat.
Tapi Qi Yue tiba-tiba menghentikan bilah naga terbang saat menyadari ada aura lain di sana selain milik Zhukai.
"Aura jahat!? I–Ini, mungkinkah Suami sedang bertarung dengan seseorang saat ini..."
Dengan perasaan khawatir, Qi Yue melesat cepat menuju ke tempat Kai berada.
Saat jarak antara mereka berdua semakin mendekat, Kai akhirnya merasakan keberadaan Qi Yue mendekat ke arahnya.
"Ah, aku benar-benar melupakan tentangnya..."
Zhukai mengalihkan pandangannya ke arah dimana Qi Yue datang, saat bilah naga terbang membelah pepohonan yang menghalang jalan. Terlihat Qi Yue duduk berdiri di atas bilah naga pedang dengan wajah dingin.
"Kau iblis jahat, beraninya kau menculik suamiku..."
Qi Yue mengeluarkan sebilah pedang hitam dan mengayunkan serangan vertikal pada Zheng Yan.
"Apa!? berhenti Yue'er, kurasa ada kesalahpahaman disini..."
Meskipun Kai ingin menghentikannya, itu sudah terlambat karena serangan Qi Yue sudah berjarak kurang dari 2 meter dari Zheng Yan.
"Heh..."
Sebelum serangan itu mengenainya, Zheng Yan menyeringai lebar tanpa melakukan apapun untuk menahannya.
Boomm!!
Ledakan besar terjadi setelah serangan Qi Yue mengenai tubuh Zheng Yan.
"Suami, apakah kamu tidak apa-apa!!..."
Qi Yue turun dari bilah naga terbang dan terbang kearah Zhukai dengan wajah khawatir.
Tapi apa yang Kai katakan selanjutnya cukup membuat Qi Yue terpukul, "Bodoh!! apa yang kau lakukan, dia adalah temanku. Mengapa kau menyerangnya..."
"T–Tapi... A–Aku hanya khawatir padamu..." Melihat Kai membentaknya dengan suara keras, hati Qi Yue terasa sangat sakit.
Matanya berkaca-kaca menahan air mata keluar, bibirnya bergetar seolah dia bisa menangis kapan saja.
"Tidak perlu membentaknya seperti itu, aku baik-baik saja..." ucap Zheng Yan saat dia keluar dari kabut asap yang mengelilinginya.
Melihat bahwa Zheng Yan terlihat baik tanpa bekas luka di tubuhnya, Kai menghela nafas lega.
"Y–Yue'er..."
Sayangnya, sebelum Kai dapat menyelesaikan ucapannya. Qi Yue sudah menghilang terbelah dulu dari pandangannya dan berubah menjadi roh pedang.
Melihat itu, Zhukai terdiam. Dia benar-benar merasa sangat bersalah saat ini.
"Wahh, kau sungguh jahat karena membuat wanita cantik sepertinya menangis seperti itu." Zheng Yan datang sambil membersihkan beberapa kepingan kayu di tubuhnya.
Kai tidak menjawab, dia masih memikirkan bagaimana wajah Qi Yue saat mencoba menahan tangisannya tadi.
"Haahh, aku sungguh seorang suami yang buruk." Kai kembali duduk dan kembali memulai pembicaraan dengan Zheng Yan..
"Jadi, apakah kamu belum menemukan cara untuk keluar dari tempat terkutuk ini?"
"Tidak, hukum yang mengekang ku di tempat ini terlalu kuat. Bahkan dengan kekuatanku saat ini, aku tidak bisa menghancurkannya..." Zheng Yan berkata pelan, dia terlihat sangat frustasi sekaligus kesal karena terjebak di tempat itu untuk waktu yang lama.
"Apa!? apakah hukum yang mengekang mu memang sekuat itu?"
Zheng Yan mengangguk, "Ya, kurang lebih seperti itu. Bahkan jika kamu mendapatkan kembali kekuatanmu di masa lalu, kurasa itu belum cukup untuk menghancurkan hukum di tempat ini."
"Jika memang seperti itu, siapa orang yang telah mengekang mu di tempat ini..?"
Karena di masa lalu Zheng Yan sama sekali tidak pernah menceritakan masa lalunya. Kai benar-benar tidak tahu bagaimana wanita itu terjebak di tempat terkutuk untuk waktu yang lama.
Zheng Yan meneguk habis secangkir arak di tangannya kemudian menatap Zhukai sambil tersenyum.
"Hehehe, kau mengenalnya..."
"Mengenalnya? siapa dia..."
"Hmm, dia leluhurmu ... satu-satu penguasa di Three Realms yang berhasil mencapai ranah penguasa ... Zhu Xiaobai."
***
Di wilayah Klan Zi saat ini, ada jutaan Kultivator yang datang dari berbagai benua untuk datang minat Turnamen antar benua yang akan di mulai dalam satu hari lagi.
Para perwakilan dari setiap benua juga datang telah datang.
Di dalam Profound Ark yang membawa perwakilan dari benua naga biru di dalamnya.
Kepala Akademi Fangxuan, Ning Cangnan dan juga putrinya Ning Gu ikut menemani para perwakilan benua naga biru untuk datang ke Tanah Suci.
Setelah insiden kemunculan ras Ancient Demon, kabar menghilangnya Zhukai menyebar dengan cepat keseluruh benua naga biru.
Karena Zhukai adalah jenius dari sekte tujuh pedang, menghilangnya dia menjadi kerugian yang sangat besar bagi sekte tujuh pedang.
Akademi Fangxuan akhirnya memberikan kompensasi atas kesalahan mereka. Tapi, pemimpin sekte tujuh pedang dengan tegas menolak kompensasi itu.
Sebagai gantinya, Li Yan meminta Ning Cangnan untuk membawa Nalan Ruyue, Ouyang Jin, dan Mo Kun sebagai perwakilan benua naga biru dalam kompetisi antar benua.
Meskipun ada banyak yang menentang itu, tetapi karena kesalahannya atas menghilangnya Zhukai. Ning Cangnan mau tidak mau harus menyetujui permintaan Li Yan.
Akhirnya, tiga perwakilan yang akan mewakili benua naga biru dalam turnamen antar benua berasal dari sekte tujuh pedang.
Dan untuk insiden Han Shen, pemimpin sekte ilahi juga ikut memberikan kompensasi kepada sekte tujuh pedang berupa sumberdaya langka dan 3 senjata ilahi.
Di dalam Profound Ark milik benua naga biru saat ini, Mo Kun berserta dua lainnya keluar dari dalam ruangan setelah mereka selesai berlatih.
Ketiga orang itu benar-benar mengalami perubahan drastis hanya dalam waktu satu minggu.
Selain Kultivasi mereka yang telah meningkat cukup banyak, aura yang mereka miliki juga benar-benar berbeda dibandingkan pada waktu Kai masih ada.
"Paman, kapan kita akan tiba?" Nalan Ruyue bertanya pada Ning Cangnan setelah dia keluar dari ruangannya.
"Kita sudah sampai, tanah suci... tempat dimana Turnamen antar benua di adakan..."
***
Bersambung...