Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Pertemuan yang Tidak Terduga


Sebagian perwakilan pria yang mewakili setiap benua tidak fokus dengan apa yang Zi Suyuan katakan. Mereka malah terfokus pada kecantikan Zi Suyuan yang memikat hati mereka.


Sementara itu jauh di belakang ribuan Kultivator yang datang untuk menonton sepasang kekasih sedang berdiri sambil menunggu kata-kata dari matriak Klan Zi berakhir.


"Hmm, persepsi ilahiku tidak menangkap sesuatu. Jadi Lin Yue memang bukan berasal dari Klan Ini." Kai menghela nafas panjang dengan rasa kecewa.


Dia awalnya memiliki harapan untuk bertemu dengan kekasihnya yang sudah lama pergi dari dunia ilahi.


Dia sangat merindukan bagaimana senyuman dan juga sikap manja yang di tunjukkan gadis itu padanya dulu.


Saat Zhukai terjebak dengan rasa kecewanya, dia mendengar perbincangan dari beberapa Kultivator pria yang ada di barisan depan.


"Kau lihat wanita itu, tidak heran dia mendapatkan julukan sebagai wanita tercantik di Holy Realms."


"Ya, aku dengar dia juga memiliki dua putri yang tidak kalah cantiknya. Suaminya telah meninggal ratusan ribu tahun yang lalu, bukankah dia saat ini sedang kesepian mwehehe..." Kultivator pria itu menjawab dengan tawa buruk.


"Wanita tercantik, hmm biarkan aku melihatnya..."


Kai memperluas jangkauan dari persepsi ilahinya hingga menembus pelindung dari Klan Zi.


Saat kesadaran Zhukai berhasil menangkap Zi Suyuan, jejak keterkejutan terlintas jelas di wajahnya.


"I–Ini... apakah mungkin dia ibu Lin Yue..."


Sepintas harapan kembali terlihat di kedua matanya yang tajam, Zhukai tersenyum tipis sambil menghela nafas lega.


Saat kata-kata Matriak Klan Zi berakhir, ratusan peserta kompetisi segera di bawa kedalam sebuah arena besar yang cukup untuk menampung jutaan orang.


Sementara itu, untuk para Kultivator yang datang untuk menonton saat ini berada di atas tribun penonton.


"Kai, aku tidak begitu senang dengan kerumunan ini. Bisakah kamu setidaknya hoaamm...." Zheng Yan menguap cukup lebar dengan matanya sedikit tertutup.


"Ah, tunggu sebentar .."


Zhukai mengibaskan tangannya hingga membuat sebuah portal dimensi transparan yang dimana hanya dia dan Zheng Yan yang bisa melihatnya.


"Yi'er, bisakah kamu menjemput Zheng Yan di Padang rumput?" ucap Kai dalam benaknya.


Tak lama setelah itu, Kai menerima transimisi suara dari seorang wanita.


"Baiklah Kai Gege, aku akan segera menjemputnya."


Mendengar itu, Kai kembali menatap Zheng Yan yang setengah tertidur sambil berkata pelan padanya.


"Zheng Yan, masuklah kedalam portal itu. Itu adalah Dunia jiwaku. Ada beberapa istriku di sana yang akan memberimu sumber daya untuk berlatih."


Meskipun Zheng Yan sudah setengah tertidur, tetapi pikirannya bisa menangkap apa yang Kai katakan secara jelas.


Dia secara malas mengangguk kemudian berjalan masuk kedalam portal dunia jiwa..


Di atas tribun penonton, Kai menatap arena di mana Mo Kun dan dua lainnya berada. Ada tiga tetua Klan Zi yang bertugas untuk pengawas ujian pertama.


"Untuk babak pertama, kami akan membagi kalian menjadi lima kelompok yang masing-masing kelompok akan berisi perwakilan dari tujuh benua."


"Setiap kelompok akan memasuki alam kecil yang berbeda. Kami akan memberi setiap perwakilan benua lima token. Hanya perwakilan dengan token terbanyak yang akan melanjutkan ke babak selanjutnya."


"Apakah kalian mengerti!?" tegas tetua itu.


"Yaa!!!..."


Melihat semangat yang di tunjukan oleh mereka, tetua Klan Zi tersenyum puas.


Mereka bertiga kemudian membagikan masing-masing kelompok lima token dan membagi mereka semua kedalam lima kelompok.


Kelompok A : Benua elang, Tanah naga, Benua cahaya, ...., ....,


Kelompok B : Benua naga biru, Benua naga Azure, Tanah Suci, ...., ....,


Kelompok D : Benua Yoko, Tanah kesengsaraan, ...., .....,


Kelompok E : Tanah Suci, Benua Iron Blade, ...., ....,


Setelah berselang lama untuk pembagian kelompok, persepsi Zhukai akhirnya bereaksi pada seseorang.


Deg–


Jantung Zhukai berdetak semakin cepat saat merasakan hawa kehadiran orang itu semakin besar.


Tak lama kemudian, dua wanita yang memiliki paras yang sangat cantik muncul dan duduk di samping Zi Suyuan.


Hanya dengan melihat mereka sekilas, beberapa orang mungkin akan menganggap bahwa mereka bertiga adalah saudara.


Sementara itu, Zhukai yang duduk di antara kerumunan Kultivasi hanya bisa menatap sosok wanita dengan tatapan penuh kerinduan.


"Haahh, aku bersyukur dia hidup dengan baik." Zhukai menghela nafas beberapa kali hingga akhirnya kembali memfokuskan pandangannya pada kompetisi.


Saat pandangan semua orang terfokus pada babak pertama yang akan segera di mulai, suara pelan seorang pria membuat suasana membeku.


"Oh, kalian memulai kompetisi tanpa menunggu kedatanganku. Matriak Zi, apa maksudnya ini..."


Bersamaan setelah ucapan pria itu berakhir, sebuah aura yang mencekik menyerang setiap Kultivator dan juga para perwakilan dari setiap benua.


Di antara kerumunan Kultivator yang menonton turnamen antar benua. Lonjakan niat membunuh yang begitu kuat muncul dan menghilang dalam sekejap.


"Apa barusan itu!!? Siapa yang berani mengirimkan niat membunuh padaku.." Li Cangtian mengalihkan pandangannya untuk mencari dari mana niat membunuh itu barusan.


Sayangnya, dia tidak bisa menemukannya secara pasti di antara banyaknya Kultivator di kota tribun penonton.


Baamm!!


Saat Li Cangtian di sibukkan dengan niat membunuh barusan, energi dari Zi Suyuan dalam sekejap menetralkan aura mencekik miliknya.


"Maafkan atas ketidak sopananku tuan Li. Silahkan duduk terlebih dulu atau kamu ingin menyampaikan beberapa kata untuk para perwakilan benua?" Zi Suyuan berkata dengan sopan.


Bagaimanapun, Li Cangtian adalah penguasa Holy Realms. Dia tidak bisa secara sengaja membuatnya marah atau hal buruk akan menimpa Klan Zi nya.


"Hmph, tidak apa. Kalian lanjutkan saja turnamen nya." dengan wajah buruk, Li Cangtian duduk di dekat Zi Suyuan.


Dia masih memikirkan tentang niat membunuh yang mengarah padanya barusan.


Dia adalah penguasa Holy Realms yang berada di ranah setengah penguasa. Secara logika, tidak mungkin ada orang yang memiliki keberanian untuk mengirim niat membunuh kepadanya kecuali orang yang memiliki Kultivasi setingkat dengannya.


Di Three Realms, yang memiliki Kultivasi setengah penguasa hanya dapat di hitung dengan jari dan Li Cangtian tidak bisa memikirkan salah seorang di antara mereka.


"Hehehe... Berani mengirim niat membunuh kepadaku, akan aku pastikan akan menemukan tubuhnya jika kita bertemu.." Li Cangtian terkekeh.


Di tribun penonton, keributan terjadi di antara para Kultivator yang ada di sana.


"Apakah yang barusan itu penguasa Holy Realms, tuan Li Cangtian?" ujar seorang Kultivator wanita yang baru saja kembali mendapatkan kendali tubuhnya.


"Ya, dia memang tuan Li Cangtian. Salah satu di antara tiga Kultivator yang berhasil membunuh Iblis Shura."


"Hmm, meskipun wajahnya sudah sedikit menua tetapi dia masih terlihat tampan..."


Jauh di belakang mereka, seorang pria dengan pakaian serba hitam mengepalkan tangannya dengan erat.


Urat-urat terlihat di sekujur lengan dan juga lehernya. Sesaat, matanya memerah dengan sedikit niat membunuh terpancar darinya.


"Li Cangtian!!! bajingan busuk ini, tidak pernah kusangka kita akan bertemu kembali secepat ini. Saat aku berhasil mencapai ranah Maha Dewa, orang pertama yang akan aku bunuh adalah kau!!.."


****


Bersambung....