Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Perjalanan Menuju ke Tanah Suci


Melihat Qi Yue memulai penyatuan dengan pecahan hitam yang lain, Zhukai tidak berdiam diri di sana.


Dia membuka Inventory nya dan segera menyerap seluruh herbal-herbal di depannya dengan cepat.


Setelah seluruh herbal itu menghilang sepenuhnya, Kai mengalirkan sedikit Qi miliknya kedalam cincin hitam di jarinya.


Begitu kesadaran Kai menyentuh pintu yang tersegel di dalam cincin hitam, pintu itu segera terbuka.


Whuss!!


Tubuh Zhukai perlahan terhisap masuk kedalam cincin hitam dan menghilang sepenuhnya.


"Haahhh, selama Qi Yue memurnikan percahan pedang yang lain, aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menerobos ke ranah Supreme God.."


Zhukai mengeluarkan kembali seluruh herbal yang telah dia masukan kedalam Inventory tadi dan juga sebuah tungku besar.


"Hmm, sudah lama aku tidak membuat banyak pil seperti ini."


Zhukai menghela nafas sambil memejamkan kedua matanya, dia mengalirkan seluruh Qi miliknya kedalam kedua garis Meridian nya.


Haaaa...


Zhukai membuka lebar matanya, pada saat yang sama, seluruh herbal di depannya melayang di udara dan melesat masuk kedalam tungku.


Di kedua telapak tangan Kai saat ini, dua api berbeda warna muncul.


Kedua api itu memiliki suhu yang sangat panas, bahkan Kai dengan ketahanan fisik yang kuat masih merasa bahwa kulitnya terasa terbakar di dekat api itu.


"Api Feng Yizue, haahhh... ini benar-benar membuatku mengingatnya lagi."


Zhukai menghela nafas panjang saat mengingat kembali bayangan seorang wanita menangis di depannya.


Hatinya benar-benar merasa sangat sakit saat kembali mengingat kejadian itu. Apalagi baru saja, dia juga kehilangan teman baiknya.


"Hahh, bukan saatnya memikirkan hal itu. Aku harus fokus terlebih dulu saat ini."


Kai mengosongkan pikirannya untuk mengembalikan fokusnya dalam menyuling pil.


Karena ada banyak pil yang akan dia buat dalam waktu yang sama, kesalahan sedikit akan berakibat fatal baginya.


Selang satu minggu berlalu di dunia kecil, tungku yang ada di depan Zhukai saat ini telah berubah warna.


Sementara itu, pakaian Kai saat ini sudah basah kuyup karena keringat nya sendiri.


Energi spiritual di tubuhnya juga telah terkuras sangat banyak. Karena Kai juga sudah sangat jarang menyuling pil, dia masih belum terbiasa untuk saat ini.


Setelah tiga jam berlalu, tungku pil besar itu bergetar. Detik berikutnya, ribuan pil dengan aroma yang sangat harum terus bermunculan keluar dari dalam tungku pil.


"Hah! Hah! Hah ..."


Zhukai menghela nafas panjang setelah ribuan pil yang dia buat selama lebih dari satu minggu berhasil terbentuk.


Setelah rasa sakit di tubuhnya mereda, Kai mengambil satu pil dan menelannya tanpa ragu.


"Kualitasnya tidak buruk, jika saja aku bisa memiliki kontrol yang lebih baik pada Api Feng Yizue, mungkin aku bisa meningkatkan kualitas pil ini."


Setelah selesai memurnikannya, Kai kembali mengambil segenggam pil dan menelannya dalam sekali jalan..


Waktu perlahan berlalu, tidak terasa bahwa sudah lebih dari tiga bulan Kai berada di dalam Shura's Ring.


Ribuan pil yang telah ia murnikan kini telah habis tidak bersisa, sementara itu di tengah-tengah dunia kecil itu. Sosok pria muda yang telanjang sebagian duduk bersila dengan tubuh basa dipenuhi dengan keringat.


"Supreme God tahap terlambat..." gumam pria itu pelan.


wajahnya tertutup oleh rambut hitam yang telah memanjang.


Setelah beberapa waktu berlalu, pria muda itu mengambil satu set pakaian kemudian membuka pintu gerbang yang berada tidak jauh darinya.


"Saatnya keluar..."


Pria muda itu berdiri kemudian berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Shura's Ring.


Sementara itu di luar, tepat di dalam goa. Sebilah pedang hitam pekat melayang di udara sambil terus memancarkan aura kematian yang cukup pekat.


Dalam sepuluh menit itu, Qi Yue hampir memurnikan pecahan pedang hitam yang lain dengan sempurna.


Portal dimensi tiba-tiba muncul tak jauh dari tempat Qi Yue memurnikan pecahan pedang hitam.


Dari dalam portal ruang itu, sosok pria bertubuh kekar berjalan keluar.


Wajahnya masih tertutup oleh rambut panjangnya dengan tangan kanannya menggenggam sebuah pakaian hitam.


"Oh, Ternyata istriku masih belum menyelesaikan pemurniannya. Biar aku bantu." Pria muda itu yang tidak lain adalah Zhukai tertawa kecil.


Dia memejamkan kedua matanya sambil mengalirkan Shura Void yang berbentuk energi tipis berwarna hitam.


Energi tipis itu kemudian melesat hingga menyelimuti pedang hitam.


Begitu energi dari Shura Void menyentuh pedang hitam yang berisikan Qi Yue di dalamnya.


Ledakan besar dan Kilauan cahaya emas terjadi begitu energi dari Shura Void terserap masuk kedalam pedang hitam.


Detik selanjutnya, setelah Kilauan cahaya menghilang tiba-tiba. Zhukai kembali membuka matanya.


Begitu matanya menatap sosok wanita yang begitu cantik di depannya, rahangnya sedikit terbuka.


"Hehehe, Hubby... bagaimana penampilanku sekarang?" tanya Qi Yue dengan nada ucapannya sedikit manja.


Tersadar dari lamunannya, Zhukai menarik lengan Qi Yue kemudian menarik istrinya itu kedalam pelukannya.


Saat Kai merasakan dua gunung besar menekan tubuhnya, seringai lebar terukir di wajahnya.


"Hehehe, bagaimana penampilan mu sekarang? ... Hehehe, jujur saja. Kamu terlihat sangat cantik saat ini."


Kai mengangkat tangannya untuk menyentuh kepala belakang Qi Yue, dia mendekatkan bibirnya pada wanita itu dan menciumnya.


Qi Yue juga tidak menahan diri, dia menikmati ciuman yang dia terima dari Zhukai dengan baik.


Setelah melakukan itu, Kai tiba-tiba berhenti dan berkata pada Qi Yue, "Yue'er... apakah kamu..."


Qi Yue tersenyum manis, "Ya, itu tepat seperti apa yang kamu pikirkan sekarang Hubby."


"Setelah berhasil memurnikan pecahan pedang hitam tadi, beberapa ingatanku yang tersegel akhirnya terbuka dan kekuatanku sekarang juga telah melonjak naik."


"Dengan bantuan dariku dan juga Yi dan Yui, kita mungkin bisa melarikan diri hidup-hidup jika bertemu dengan salah satu Kultivator kuat di masa lalu."


Zhukai mengangguk. Dia setuju dengan apa yang di katakan Qi Yue.


"Baiklah, kita tidak bisa menunda lagi perjalannya. Ikut aku, kita akan membersihkan diri terlebih dulu sebelum menuju ke tempat di mana turnamen antar benua di adakan."


Zhukai menarik lengan istrinya dan membawanya pergi ke danau yang terletak tidak jauh dari goa.


Qi Yue segera melepas pakaiannya dan melompat kedalam pelukan Zhukai yang masih berdiri di sampingnya.


"Hubby, t–tolong jangan terlalu kasar oke..." Qi Yue mengatakannya dengan wajah malu.


"Seperti yang kamu inginkan..."


Kai dan istrinya terus berdiam di danau untuk waktu yang cukup lama. Hingga setelah matahari mulai tenggelam, mereka berdua akhirnya memulai perjalanan menuju ke tanah suci.


"Apakah kamu yakin bepergian denganku dengan wujudmu ini?" Kai mengerutkan keningnya sambil menatap Qi Yue yang tersenyum di depannya.


"Tentu saja, aku sangat yakin..."


"Apakah tubuhmu bisa menahannya? bukankah saat ini kamu masih terlalu rapuh dengan energi suci dari para Kultivator di luar sana?"


Qi Yue tidak menjawab, dia menatap Zhukai dengan wajah cemberut kemudian berkata. "Aku akan baik-baik saja suami, kamu tidak perlu terlalu khawatir padaku."


Kai menghela nafas begitu selesai mendengarnya. Dia mengeluarkan bilah naga sambil memasukkan sedikit Qi nya.


Saat bilah naga itu membesar, Kai bersama dengan Qi Yue memulai perjalanan menuju ke tanah suci.


***


Bersambung...