
Di atas samudera yang memisahkan benua tengah dengan benua barat. Terlihat ribuan orang melesat terbang menuju ke benua barat.
Di antara ribuan orang tersebut, seorang pria paruh baya dengan pakaian perang memimpin jauh di depan.
Dia memiliki sorot mata yang tajam bagaikan pembunuh yang telah membunuh jutaan orang selama hidupnya.
Pria paruh baya yang memimpin ribuan pasukan dibelakangnya tidak lain adalah Li Cangtian, penguasa Holy Realms.
"Kekeke ... Aku tidak sabar melihat bagaimana reaksi bajingan itu saat melihat teman-temannya di gantung di gerbang kota." Li Cangtian menyeringai sambil tertawa lepas.
Dia benar-benar tidak sabar untuk menyiksa setiap murid dan tetua sekte tujuh pedang.
Tapi, apa yang tidak diketahui oleh Li Cangtian adalah jebakan yang telah Kai siapkan ketika dia sampai di Gunung Yunxi.
***
Benua barat, Gunung Yunxi.
Di puncak gunung, Zhukai duduk bersila sambil menyerap banyak energi alam menggunakan Transformasi Shura.
Kai sudah bertekad bahwa dia akan membunuh Li Cangtian begitu dia tiba di Gunung Yunxi.
Bahkan meskipun Zhukai tahu bahwa hanya dengan bantuan Array 4 Dewa Penjaga, dia tidak bisa membunuh Li Cangtian.
Zhukai akan melakukan segala yang ia bisa, bahkan ia sudah bertekad untuk tidak lagi menyembunyikan kartu trufnya saat melawan Li Cangtian nanti.
Tak jauh dari tempat Kai berada, Zi Suyuan duduk sambil menatap Zhuka dengan penuh rasa bosan.
"Aku juga akan berjuang keras, meskipun aku tidak dapat membantu banyak. Aku pasti akan menahan beberapa bawahan Li Cangtian untuknya."
"Walaupun jika nyawaku sebagai taruhannya." Zi Suyuan mengepalkan tangannya, bayangan di mana Klan Zi di hancurkan terus bermunculan di benaknya.
Klan Zi, tempat di mana dia lahir dan juga tempat di mana dia dan juga kedua putrinya tumbuh besar.
Melihat tempat yang penuh kenangan itu di hancurkan tanpa bisa berbuat apa-apa, Zi Suyuan terus merasa sangat bersalah.
Pa!
Ketika Zi Suyuan sedang merenung, dia menerima pukulan pelan di kepalanya.
"Ah.."
Zi Suyuan memegang kepalanya sambil mendongak keatas.
"Apa yang kamu pikirkan sampai seperti itu." Zhukai berkata pada Zi Suyuan.
Dia kemudian duduk tepat di atas batu di samping Zi Suyuan.
"Apakah kamu sudah selesai dengan persiapannya?" Zi Suyuan tersenyum sambil bertanya.
Dia tidak menjawab apa yang Kai tanyakan dan mengubah topik pembicaraannya.
"Jangan mengganti topik pembicaraannya, cepat jawab apa yang aku tanyakan."
Zi Suyuan terdiam, senyumannya menghilang seketika. Ekspresinya berubah 180 derajat, itu terasa sangat dingin seakan Zi Suyuan terlihat seperti orang yang sama sekali berbeda.
Zhukai menghela nafas, dia mengangkat jarinya dan mengusap kepala Zi Suyuan dengan lembut.
Meskipun usia mereka berdua terpaut sangat jauh dengan usia Zhukai saat ini hampir mencapai seribu tahun, tidak seperti Zi Suyuan yang telah berusia jutaan tahun.
Meskipun begitu, bagi Zhukai yang telah mengalami tiga kali siklus reinkarnasi dia menganggap Zi Suyuan sebagai sama seperti gadis dewasa pada umumnya.
"Jangan khawatir, aku berjanji pasti akan membunuh bajingan tua itu."
Meskipun Zi Suyuan tidak begitu mengharapkan hal itu terjadi, tetapi ada jejak rasa percaya jauh di dalam lubuk hatinya.
Dia tidak tahu mengapa rasa percaya itu bisa ada di dalam hatinya. Padahal Zi Suyuan sendiri sangat tahu dengan jelas perbandingan Kultivasinya dengan Li Cangtian bagaikan langit dan bumi.
"T, Terimakasih..."
Zhukai menghela nafas panjang kemudian bangkit, dia menatap jauh ke depan dengan ekspresi dingin.
"Bersiaplah, orang itu sudah datang!"
Swosshh!!
Tepat ketika Zhukai menyelesaikan ucapannya, serangan pedang dari seseorang mengarah kepadanya dengan kecepatan tinggi.
Dentang!!!
Tubuh Zhukai terdorong mundur bersama dengan orang yang baru saja menyerangnya.
Zhukai menatap lurus tanpa ekspresi dan bergumam pelan pada Zi Suyuan. "Menjauhlah, pergilah bersama para Undead ku menahan bawahan orang ini."
Zi Suyuan kembali dalam akal sehatnya, dia menatap Zhukai dengan ekspresi khawatir, "T, tapi ... Apakah kamu baik-baik saja?"
Zhukai tersenyum tipis, dia mengalihkan pandangan pada Zi Suyuan dan berkata.
"Apakah kamu mengkhawatirkan ku?" Zhukai tersenyum, "Aku sudah berjanji padamu, jadi ... Aku pasti akan menepati janjiku.."
Kai melemparkan sebuah batu giok pada Zi Suyuan, "Hancurkan itu jika kamu berada dalam bahaya."
Zi Suyuan mengangguk, hatinya sedikit bergetar saat dia berkata. "Terimakasih, dan ... kembalilah dengan selamat."
"Aku tahu."
Setelah Zi Suyuan pergi, ekspresi Zhukai kembali menjadi dingin saat dia menatap lurus ke depannya.
"Kekeke, sudah berakhir salam perpisahannya?" Pria yang baru saja berbicara tidak lain adalah Li Cangtian.
Dia menatap Zhukai dengan seringai, tangan kanannya menggenggam pedang panjang dengan ukiran ilahi di setiap bilahnya.
"Jadi kita bertemu lagi, bocah brengsek!"
Zhukai diam mendengar ucapan Li Cangtian, dia tidak begitu tertarik dengan ocehan tidak beeguna itu.
Dia harus meningkatkan konsentrasinya setinggi mungkin saat ini, karena musuh yang ia hadapi bukanlah orang hiasa.
Apalagi dengan perbedaan Kultivasi mereka berdua, tidak mudah bagi Zhukai untuk membunuhnya.
"Ckckck, padahal aku berniat menyiksa orang-orang dari sekte itu sebelum membunuhmu. Tapi mau bagaimana lagi..."
Ekspresi Li Cangtian seketika berubah, dia menatap Zhukai sambil menggenggam erat pedang di tangannya.
Energi spiritual dalam jumlah besar terlihat bersirkulasi di sekujur tubuh Li Cangtian. Otot-otot nya yang sudah terlatih untuk waktu yang lama berkontraksi, dan pada detik berikutnya...
Tubuh Li Cangtian menghilang dalam pandangan Zhukai, pada sepersekian detik berikutnya, dia tiba-tiba muncul dengan tebasan yang mengarah ke leher Zhukai.
Bamm!!
Zhukai menghindari serangan itu dengan cukup mudah. Meskipun begitu, bekas sayatan pedang terlihat di pipi kanannya.
"Oh, kau menjadi cukup kuat di bandingkan waktu itu. Meski begitu, apakah kau berpikir bisa mengalahkan ku hanya dengan itu?" Li Cangtian menyeringai.
Dia mengalirkan energi spiritual kedalam pedangnya hingga membuat Zhukai bisa melihat untaian Qi keluar dari bilah pedangnya.
"Hmm, jadi dia sudah mencapai tingkat ini selama jutaan tahun lamanya."
Zhukai menghela nafas, dia membuka mata iblis Shura. Dia tahu bahwa hanya dengan bantuan kedua matanya, tidak mungkin dia bisa menghindari serangan Li Cangtian.
"Li Cangtian Supreme, lingkaran pedang suci!"
Deg–...
Tubuh Zhukai tiba-tiba terasa sangat berat, dia bahkan bisa merasakan tulang-tulangnya berbunyi.
"Grgghh..."
Zhukai membuka lebar mata iblis Shura, "Tch, ini sedikit berbahaya..."
"Domain Shura : Badai Neraka."
Swosshh!!!
True energi dalam jumlah besar memenuhi tubuh Zhukai, urat-urat dapat terlihat di sekitar lengan dan juga kakinya.
"Mati!!"
Li Cangtian melepaskan serangannya, kekuatan destruktif yang begitu besar terlihat deng sangat jelas melalui mata iblis Shura.
Jika Zhukai menahan ini dengan Kultivasinya saat itu, tubuhnya mungkin akan hancur. Bahkan fisik kaisar abadi tidak dapat menolongnya.
Tapi saat ini, dia jelas tidak merasakan ancaman dari serangan Li Cangtian.
Dengan bantuan mata iblis Shura, Kai dapat melihat pergerakan Li Cangtian sedikit melambat. Tapi, konsekuensi yang Kai dapatkan dengan melakukan itu adalah rasa sakit pada kedua matanya.
Bahkan saat ini, kedua matanya mengeluarkan darah yang cukup banyak.
"Celahh!!!.."
Swosshh!!!
Melihat celah Li Cangtian, Zhukai tidak menyia-nyiakan itu dan seketika melesat untuk mengincar bagian vital Li Cangtian.
"Kekeke, itu terlihat sangat jelas bodoh!!"
Ketika Li Cangtian mencoba menahan serangan Zhukai, keseimbangannya sedikit goyah karena apa yang barusan itu hanyalah serangan tipuan dari Zhukai.
"Kau terlalu percaya diri, idiot!!!"
Boommm!!
***
Bersambung...