
Di sebuah bangunan tua yang berada di halaman tetua, terlihat seorang pria tua duduk di depan halamannya sambil menyeruput secangkir teh.
Dia menatap kearah kumpulan awan yang menutupi sekitar puncak gunung sambil menghela nafas.
"Ketenangan seperti ini, aku sudah lupa kapan terakhir kali aku merasakannya."
Pria tua itu tidak lain adalah tetua kedua. Setelah rapat dengan semua tetua dan ketua sekte, dia beristirahat di halaman rumahnya sambil meminta seorang murid perempuan menyeduhkan teh untuknya.
Long Tian Ge meletakkan cangkir teh di meja kayu yang ada di sampingnya. Dia kemudian memejamkan matanya karena angin sepoi yang begitu nyaman berhembus kearahnya.
Tapi dua detik berikutnya, dia mendengar suara seorang pemuda yang baru-baru ini akrab dengannya.
"Paman Long, apakah kedatanganku menganggumu?"
Dari kejauhan, Zhukai berjalan bersama dengan tiga wanita cantik berjalan di belakangnya.
Long Tian Ge seketika membuka mata dan bangkit dari tempat duduknya. Dia kemudian menghampiri Zhukai dan berkata.
"Tidak sama sekali, bagaimana mungkin aku tidak menyambut kedatangan penolong ini." Long Tian Ge berkata dengan begitu sopan.
Dia kemudian mempersilahkan Kai dan ketiga istirnya masuk ke dalam kediamannya.
"Maaf bangunan ini memang sedikit tua, aku akan meminta seseorang untuk merenovasinya."
"Tidak!!" tolak Yi, Yui, dan Qi Yue secara bersamaan.
"Eh, maaf atas perkataan kami barusan. Tapi Paman Long, kami bertiga merasa lebih nyaman dengan kondisi saat ini.
Long Tian Ge mengangkat satu alisnya, "Hahaha, memanggil pria tua sepertiku dengan sebutan paman ... kurasa itu kurang cocok.." Long Tian Ge tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak, memanggil anda dengan sebutan paman kurasa lebih cocok bagiku." Yi berkata.
"Hmm, baiklah kalian bisa memanggilku dengan sebutan paman. Padahal sudah lama sekali aku tidak mendengar orang menyebutku seperti itu." jelas Long Tian Ge.
Dia terlihat cukup sedih begitu menyelesaikan ucapannya. Tetapi dia tiba-tiba tersenyum dan berkata, "Kalian bisa duduk di sini terlebih dulu, aku akan menyiapkan teh untuk kalian berempat."
Ketika Long Tian Ge bermaksud pergi ke dalam rumahnya untuk membuat teh. Dia di hentikan oleh Yui, dia kemudian melihat wanita di depannya berkata.
"Aku saja yang membuat tehnya paman, kamu bisa beristirahat dulu di sini..."
Long Tian Ge menatap Zhukai seolah meminta pendapatnya. Tetapi apa yang dia dapatkan dari Zhukai hanyalah anggukan kepala.
"Haihh, baiklah aku akan beristirahat..."
Long Tian Ge kemudian mengambil tempat duduk yang berada di samping Zhukai.
Sementara mereka menunggu Yui selesai membuat teh untuk mereka, Yi meminta Long Tian Ge menceritakan hal-hal yang terjadi pada sekte Heaven Gathering setelah perang besar.
Long Tian Ge kemudian menceritakan kejadian demi kejadian yang di alami oleh sekte Heaven Gathering setelah perang besar.
Apa yang ia ceritakan saat ini memang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan apa yang Kai dengarkan dari ketua sekte.
Di tengah-tengah Long Tian Ge menceritakan sejarah sekte Heaven Gathering, suara ledakan terjadi dari meja tempat mereka duduk.
Bangg!!!
Meja di samping Long Tian Ge hancur setelah menerima pukulan keras dari Yi.
Long Tian Ge tercenggang, mulutnya terbuka lebar minat batu ilahi yang ia beli dengan harga yang sangat mahal di hancurkan begitu saja.
"Aaa...."
Long Tian Ge merasakan jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak, dia menatap Yi dengan wajah tuanya yang dipenuhi keriput.
"K, Kamu ... Kenapa kamu mengahancurkannya..." Long Tian Ge menahan amarahnya karena wanita yang menghancurkannya adalah istri penolong sektenya.
Sementara itu, Yi yang baru tersadar atas apa yang ia lakukan merasa sangat bersalah.
Terlihat jelas bahwa dia benar-benar merasa sangat bersalah atas apa yang telah ia lakukan.
Pa!!
Long Tian Ge menepuk kepala Yi sebagai hukuman, dia tersenyum dan berkata. "Tidak masalah, itu hanya sebongkah batu ilahi. Aku bisa membelinya lagi suatu saat nanti."
Menerima tepukan kepala dari Long Tian Ge, Yi merasakan aliran rasa hangat di sekujur tubuhnya.
Itu terasa sangat berbeda di bandingkan dengan apa yang Kai lakukan.
Apa yang Yi rasakan saat ini lebih seperti kasih sayang seorang ayah pada putrinya..
Yi dengan cepat menyembunyikan wajahnya, dia tidak ingin Zhukai ataupun Long Tian Ge melihatnya menangis saat ini.
"Eh, apakah aku baru saja melakukan kesalahan?" Long Tian Ge terlihat bingung melihat sikap Yi yang tiba-tiba berubah.
Pada saat yang sama, Yui keluar dari dalam rumah tua Long Tian Ge sambil membawa nampan berisi teko di kedua tangannya.
Dia berhenti saat melihat kakaknya sedang menundukkan wajahnya dan juga meja yang telah hancur.
"Apa yang baru saja terjadi?" Yui berkata dengan ekspresi kebingungan.
"Paman Long, biar aku yang mengganti batu ilahi ini." Karena Yui sudah datang membawa teh, tidak mungkin Kai membiarkannya terus berdiri dengan nampan di tangannya.
"Apa, tapi darimana kamu bisa mendapatkan batu ilahi. Dan juga harga batu ini..."
Kai tersenyum, "Tidak perlu khawatir paman, kamu bisa percaya padaku."
Kai membuka panel system dan memilih ikon berbentuk keranjang. Dia kemudian menggeser layar system di depan matanya dan mencari bongkahan batu ilahi.
"Ketemu juga, harga ini ... Memang sedikit mahal."
Pada akhirnya, Kai tetap membeli batu Ilahi itu dengan harga 1000 poin Shura.
Dia kemudian mengeluarkan batu ilahi itu dari Inventory nya dan membuat Long Tian Ge tekejut.
"Hah!? D–Darimana kamu mendapatkan ini..."
Jika Long Tian Ge memiliki masalah jantung, dia mungkin sudah kehilangan kesadarannya sedari tadi.
Kai tidak menjawab pertanyaan Long Tian Ge, dia kemudian memindahkan batu ilahi yang sudah hancur kedalam Inventory dan menggantinya dengan batu ilahi yang baru saja ia beli.
"Kamu bisa meletakkan nampan itu sekarang Yui'er!"
"Baik Kai Gege.."
Yui berjalan dan meletakkan nampan yang berisi teko teh. Dia kemudian menuangkan secangkir teh pada Zhukai dan satu lagi untuk Long Tian Ge.
"Silahkan paman Long, teh buatan Yui'er adalah yang terbaik." Kai memuji Yui sambil menyeruput teh dengan semangat.
Long Tian Ge sedikit mengerutkan keningnya, dia tertawa dan berkata. "Hahaha, aku telah hidup sangat lama. Jika ucapanmu memang benar adanya, pria tua ini pasti akan memberimu sesuatu yang hebat."
Long Tian Ge mengambil secangkir teh dan menyeruputnya secara perlahan.
Setelah tegukan pertama masuk ke dalam tubuhnya, ekspresi Long Tian Ge membeku.
Detik berikutnya, butiran air mata menetes keluar dari matanya.
Dia menatap cangkir teh di tangannya kemudian mengalihkan pandangannya pada Yui.
"L–Lin'er..."
***
Bersambung...