
"Jadi tetua kedua, bisakah kamu menjelaskan semua kejadiannya dari awal?" Tanya ketua sekte.
Tetua kedua menggelengkan kepalanya, dia kemudian menjawab bahwa orang yang lebih tahu adalah Cheng Na.
Ketika ketua sekte menatap Cheng Na, matanya tidak sengaja bertemu dengan pria yang duduk di samping Cheng Na.
"Hmm, bisakah kau menjelaskannya?"
Cheng Na mengangguk, dia menghela nafas dan mulai menjelaskan semua kejadian yang terjadi padanya.
Setelah dia mendapatkan perintah dari ketua sekte untuk pergi ke Benua Ancient, kelompoknya secara tidak sengaja di sergap oleh sekelompok orang dengan jubah hitam.
"Aku tidak dapat mengenali mereka karena jubah yang menutupi sampai wajah mereka. Tetapi yang jelas, kekuatan mereka tidak bisa di remehkan, jika bukan karena bantuan senior. Aku pasti sudah mati waktu itu."
Setelah Cheng Na menjelaskan seluruh kejadian secara panjang lebar, dia akhirnya menundukkan kepalanya dan kembali duduk.
Ketua sekte Heaven Gathering, Shen Yue menyentuh dagunya. Dia terlihat sedang mencerna setiap ucapan Cheng Na.
"Jika memang kejadiannya seperti itu..."
Shen Yue berdiri, dia berjalan pada tempat Zhukai duduk. Dan ketika jarak mereka berdua hanya terpaut dua meter, Shen Yue membungkukkan badannya.
"Maaf atas sikap tetua agung dan perkataan ku tadi. Aku tidak tahu bahwa kamu telah menyelamatkan sekte ini dari seroang pengkhianat."
Melihat tindakan Shen Yue, belasan tetua tidak bisa mempercayai apa yang baru saja mereka lihat.
Meskipun kondisi sekte Heaven Gathering telah menurun jauh, tetapi mereka masih dianggap sekte tingkat dua karena kekuatan Shen Yue dan tetua kedua.
"Jangan berterimakasih padaku, aku hanya tidak ingin tempat tinggal istriku hancur karena seorang pengkhianat. Dan juga, aku ingin tahu satu hal."
Zhukai menghela nafas, dia mengalihkan pandangannya dan menatap Shen Yue.
"Kenapa Sekte Heaven Gathering berada di Benua Zhanglong, bukankah seharusnya sekte Heaven Gathering berada di Benua Ancient?"
Shen Yue tersenyum canggung sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Dia kemudian menjelaskan pada Zhukai tentang alasan kenapa Sekte Heaven Gathering bisa turun menjadi sejte tingkat dua.
Alasan pertama adalah kurangnya sumber daya dan juga banyak teknik dari perpustakaan sekte di curi oleh mata-mata sekte lain.
Alasan kedua adalah meninggalnya ketua sekte pertama dalam perang besar melawan Shura.
Sedangkan untuk alasan terakhir, Shen Yue berhenti berkata. Ekspresi wajahnya sudah menunjukkan semuanya.
"I, Itu karena sekte Pedang Jiwa dan Sekte Tombak Jiwa bergabung untuk menghancurkan sekte Heaven Gathering."
Zhukai mengangkat satu alisnya, dia sedikit terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.
Sekte Pedang Jiwa dan sekte Tombak Jiwa adalah cabang dari sekte Heaven Gathering yang berada di Benua Hundun.
Kai benar-benar tidak menyangka bahwa kedua sekte itu berani bekerja sama untuk mengahancurkan Sekte Heaven Gathering.
"Mereka benar-benar keterlaluan."
Meskipun Kai diam tanpa menunjukkan reaksinya, tetapi niat membunuhnya membuat seluruh aula itu bergetar.
"Niat membunuh yang menakutkan." Shen Yue melebarkan matanya.
Meskipun dia telah merasakan niat membunuh dari ribuan orang selama ini, tetapi dia tidak pernah merasakan niat membunuh sepekat yang Kai keluarkan.
Setelah Kai menarik kembali niat membunuhnya, dia menghela nafas dan berdiri.
Dia kemudian berjalan meninggalkan aula tanpa sepatah katapun.
Aula pertemuan menjadi hening setelah Zhukai keluar. Itu bertahan selama tiga menit sebelum Shen Yue mengucapkan beberapa patah kata untuk mengakhiri pertemuan itu.
"Baiklah, karena pertemuan hari ini sudah selesai. Kalian semua bisa kembali sekarang."
Belasan tetua bersama tetua agung berdiri, mereka kemudian memberi hormat pada Shen Yue dan pergi keluar dari aula itu.
Sementara itu, Shen Yue yang sendirian di dalam aula duduk di kursinya. Dia menghela nafas sambil melihat kedua tangannya yang masih gemetar.
"Menakutkan sekali, bagaimana pria yang terlihat tenang sepertinya memiliki niat membunuh seperti itu."
"Sekte ini adalah tempat tinggal istirnya? Lalu siapa wanita beruntung yang bisa menjadi istri pria sekuat dirinya?"
Shen Yue menepuk kedua pipinya mencoba tidak memikirkan hal itu dari kepalanya.
Dia kemudian menatap langit-langit dan bergumam, "Ujian penilaian sekte akan di adakan satu bulan lagi. Dengan kualitas murid kita sekarang, apakah sekte ini bisa kembali menjadi sekte tingkat pertama?"
"Aku tidak boleh menyerah, aku akan berusaha keras untuk membuat sekte Heaven Gathering menjadi sekte peringkat pertama dan membalas dendam pada dua sekte pengkhianat itu."
Tanpa di duga, karena dia cukup kelelahan dengan pelatihan tertutupnya. Shen Yue secara tidak sengaja tertidur di aula itu.
Sementara itu di sebuah bangunan sederhana yang berada di halaman tetua, seorang pria tampan terlihat berjalan ke rumah itu.
Sebelum membuka pintu kayu, pria itu mengetuk pintu beberapa kali.
"Istriku, apa kalian ada di dalam?"
Klakk!!
Pria itu membuka pintu kemudian berjalan masuk. Meskipun tampilan luar rumah itu terlihat sederhana, tetapi apa yang berada di dalamnya benar-benar membuat orang tercenggang.
Itu karena terdapat banyak perabotan mewah dan juga satu kasur yang sangat besar.
Di dapur rumah itu, tiga perempuan dengan paras cantik sedang berdebat tentang menu yang akan mereka makan siang nanti.
"Sudah aku katakan, Kai Gege lebih suka sate ayam pedas."
"Hmph, Kai Gege lebih suka dengan sup daging yang selalu aku buat." Yui membusungkan dadanya sambil berkata seolah masakannya adalah yang paling enak.
"Haihh, kalian berdua ... Hubby lebih suka dengan masakan yang aku buat."
Begitu Qi Yue berkata, dia menerima tatapan merendahkan dari Yi dan juga Yui.
"Yue, apakah kamu tidak sadar seberapa tidak enaknya masakanmu?" Yi berkata dnegan tawa sinis.
Ekspresi Yui juga tidak berbeda jauh dengan kakaknya.
"Kalian... Kalian berdua jahat!!.." Qi Yue mengembungkan pipinya dan menatap marah pada Yi dan Yui.
Tetapi dia menjadi tenang setelah meraksasa tepukan hangat dari telapak tangan seorang pria di kepalanya.
"Sudah-sudah Kalian berdua jangan terlalu berlebihan..."
Suara tegas dan juga telapak tangan yang hangat tidak lain adalah milik suami mereka. Zhukai!
"Ah, Kai Gege.. Apa yang ingin kamu makan untuk siang ini?"
Zhukai merenung, dia kemudian menghela nafas dan bertanya. "Tidak, ada yang lebih penting daripada ini..."
"Apakah kalian tidak ingin menemui paman kalian?"
"Kami memang merindukan dia Kai Gege, tapi apakah baik-baik saja jika kami langsung menemuinya? Kami dia bahkan tidak mengenal kami di kehidupan ini."
Zhukai mendengus, "Jangan pikirkan itu. Jika kalian memang sangat merindukannya, segera temui dia."
Yi, Yui, dan Qi Yue saling tatap satu sama lain. Setelah mereka bertiga memberi anggukan, Yi akhirnya berkata.
"Baiklah Kai Gege, kurasa apa yang kamu katakan ada benarnya. Kami akan segera menemuinya sekarang."
Saat ketiga istrinya akan berangkat ke kediaman tetua kedua, langkah Yi terhenti karena seseorang menarik rok panjangnya..
"Bibi, Bibi ... Kenapa kamu meninggalkan Linlin. Linlin juga ingin ikut bersama kalian."
Yi sedikit terkejut, dia kemudian menghela nafas dan menggendong Linlin. "Ya, bibi minta maaf karena lupa untuk mengajakmu."
"Ayo pergi sekarang."
***
Bersambung...