Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Hadiah dari Ketua Sekte


Begitu Chen Xia selesai membisikkan sesuatu di telinga Zhukai, dia segera berjalan kembali ke kursi duduk para tetua.


Di kursi ketua sekte, Li Yan segera berdiri dan berdeham pelan sambil berkata.


"Ekhem, untuk lima orang yang akan mewakili sekte tujuh pedang, aku ucapkan selamat pada kalian."


"Aku akan memberikan kalian sedikit pemahaman tentang sekte-sekte di luar sana."


"Meski saat ini kalian telah merasa lebih kuat di bandingkan dengan beberapa jenius lain, tetapi ingatlah ini. 'Masih ada langit di atas langit' tolong ingat itu selalu supaya kalian tidak menjadi sombong saat di kompetisi sekte tiga hari lagi."


"Dan juga ...."


Li Yan tersenyum lebar, dia mengeluarkan lima pedang dan juga lima buku yang tidak lain adalah teknik rahasia dari sekte tujuh pedang.


"Ini adalah hadiah kecil dariku, ku harap kalian mempelajarinya dengan baik."


Li Yan kemudian menyuruh salah seorang tetua untuk memberikan hadiah itu pada Zhukai dan empat orang lainnya yang menjadi perwakilan sekte.


Meski kualitas pedang itu tidak begitu buruk, tetapi Kai tidak membutuhkannya karena dia sendiri memiliki pedang hitam.


Tapi, karena Kai saat ini berada di Holy Realms dan kekuatannya juga masih cukup lemah. Dia setidaknya tidak akan bertindak bodoh dengan menggunakan pedang hitam dalam kompetisi sekte nanti.


"Tujuh perwujudan pedang." gumam Zhukai begitu melihat sampul dari buku yang di berikan kepadanya.


Dia mencoba mengingat teknik itu di kehidupan pertamanya tetapi setelah Kai mencoba beberapa kali untuk mengingatkannya. Dia masih belum bisa mengingat teknik seperti apa itu di kehidupan pertamanya.


"Hmm, mungkin aku akan tahu setelah melatihnya nanti."


Setelah semua perwakilan sekte menerima hadiah yang Li Yan berikan, mereka secara bersama membungkukkan dan mengucapkan terimakasih.


"Baiklah, manfaatkanlah tiga hari ini dengan baik. Akan sangat bagus jika kalian bisa memahami satu saja perwujudan pedang dari tujuh perwujudan pedang dalam teknik itu." ujar Li Yan dengan senyuman lebar.


Entah mengapa, setelah satu minggu yang lalu di mana Zhukai memberinya beberapa nasehat, Li Yan sedikit demi sedikit mulai bisa tersenyum kembali.


Ini juga membuat putrinya Li Yuechan dan adik tirinya Chen Xia sangat bahagia.


Selain memberikan dua hadiah itu pada lima perwakilan sekte, Li Yan juga memberikan mereka berlima hak untuk berlatih di Vena Naga Api selama satu hari.


Vena Naga Api tidak lain adalah sejenis artefak yang memberikan efek untuk memurnikan sumsum sekaligus mempercepat peluang bagi seseorang untuk melakukan terobosan.


Tetapi butuh banyak inti dari binatang buas untuk membuka Vena Naga Api. Karena itu juga, Li Yan membatasi penggunaan Vena Naga Api selama satu tahun sekali.


"Kalian bisa berlatih di Vena Naga Api besok, untuk sekarang ... kalian sebaiknya istirahat terlebih dulu."


Setelah setiap murid memberi hormat pada Li Yan, mereka segera meninggalkan halaman murid dan kembali ke asrama mereka masing-masing.


Dalam perjalanan kembali, Mo Kun tiba-tiba berhenti dan berkata pada Zhukai yang ada di sampingnya.


"Ekhem, saudara Zhukai, aku ada beberapa urusan mendesak. Kamu bisa kembali ke asrama terlebih dulu."


Tanpa memberikan Zhukai kesempatan untuk berkata, Mo Kun sudah menghilang terlebih dulu dari pandangannya.


"Hahhh, pria ini ..."


Setelah Mo Kun pergi, hanya terdapat Zhukai dan Ouyang Jin dalan perjalanan kembali ke asrama.


"Emm, aku akan mengantarmu sampai ke asrama mu terlebih dulu." Kai berkata pelan pada Ouyang Jin.


Tanpa menjawab dan hanya memberi anggukan kecil, Kai segera mengantar Ouyang Jin kembali ke asramanya.


Sementara itu, setelah Kai meninggalkan asrama perempuan. Dia segera berbalik arah dan menuju ke tempat di mana kediaman tetua murid inti berada.


Tak lama setelah Kai berjalan ke sana, dia sampai kurang dari sepuluh menit.


Alangkah terkejutnya Zhukai saat melihat Chen Xia sedang duduk di sebuah meja yang berada di halaman rumahnya.


Meja itu berada di bawah pohon jadi itu menjadi tempat yang sangat sejuk dengan hembusan angin pegunungan yang cukup dingin.


"Baiklah."


Kai berjalan ke sana dan segera duduk, dia menatap Chen Xia dan bertanya. "Jadi, ada urusan apa kamu memanggilku datang ke sini?"


"Hee, kamu pria yang tidak sabaran ternyata." ucap Chen Xia dengan senyum menggoda.


"Tidak perlu basa basi seperti itu, langsung katakan saja apa tujuanmu memanggilku datang ke sini."


"Baiklah-baiklah.." Chen Xia meletakkan cangkir yang berisi arak di atas meja.


Dia kemudian menatap Zhukai dengan wajah serius kemudian bertanya, "Teknik apa itu, meski saat itu tertutup oleh kabut tebal. Tapi aku melihat sosok bayangan yang menakutkan di belakangmu."


"Itu sungguh mengerikan hingga membuatku ketakutan, bahkan jiwaku sedikit terluka."


Zhukai masih diam, saat dia melihat bahwa Chen Xia benar-benar ketakutan. Dia menghela nafasnya sambil mengelus kepala Chen Xia dengan lembut.


"Tidak apa-apa, itu mungkin hanya halusinasi mu saja." Zhukai dengan lembut mengalirkan true energi nya untuk membantu menenangkan Chen Xia sekaligus membantu nya menyembuhkan kerusakan jiwa yang di alaminya.


Ia sungguh harus berhati-hati lagi di masa depan. Meski itu hanyalah sebuah bayangan, tetapi bayangan itu mengandung sedikit esensi dari Shura di masa lalu.


Jelas Chen Xia tidak bisa menahannya hanya dengan basis Kultivasi nya saat ini.


Setelah Chen Xia menjadi tenang, Kai kemudian mengeluarkan sebuah jepit rambut mawar dan memberikannya pada Chen Xia.


"Apa ini?"


Zhukai menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung, "I–Ini, kau tahu ... aku minta maaf atas apa yang aku lakukan saat itu."


Melihat Zhukai dengan tulus meminta maaf padanya, Chen Xia tidak dapat menahan tawa keluar dari mulutnya.


"Hahaha ... sungguh, ini sangat aneh melihatmu meminta maaf seperti itu. Tapi ... terimakasih."


Chen Xia mengambil jepit rambut itu dan memakainya di rambut biru panjangnya.


"Bagaimana? apakah ini cocok denganku.." Chen Xia tersenyum manis sambil bertanya tentang penampilannya.


Kai sedikit terkejut, tetapi kemudian dia membalas senyuman itu dan berkata.


"Ya, itu sangat cocok denganmu.."


Deg–...


Jantung Chen Xia berdetak semakin cepat, dia mengalihkan pandangannya sambil tertawa canggung.


"Ya, hahaha ... kau tahu, aku juga ingin minta maaf atas perlakuan kasarku waktu itu."


Suasana di antara mereka menjadi semakin canggung, hanya keheningan yang terjadi di sana.


"Em, ah ... kalau tidak ada sesuatu lagi, bisakah aku pergi?"


Chen Xia tidak menjawab melainkan memberi anggukan kecil pada Zhukai.


Saat Kai berbalik dan melangkahkan kakinya, dia mendengar suara imut daro belakangnya.


"Aku harap kamu bisa masuk tiga besar dan menaikkan reputasi sekte di kompetisi tiga hari lagi."


Zhukai berbalik, dia tersenyum sambil menjawab.


"Tentu saja."


***


Bersambung...