Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Zhu Tianlong, Kaisar Pedang


Melihat Yi yang tiba-tiba muncul di sampingnya, Zhukai sangat terkejut.


Dia menatap Yi dengan tatapan kosong kemudian bertanya, "Emm, Yi'er ... apa yang kamu lakukan di sini?"


Yi menghela nafas panjang sambil menyeka keringat di dahinya.


"Hufftt... Syukurlah aku datang tepat waktu."


Setelah Yi selesai menarik nafas panjang, dia melototi Zhukai dengan kedua pipinya mengembang.


"Kai Gege, kamu benar-benar ceroboh! jika aku tidak menghentikan mu bisa-bisa kau menghalanginya membangkitkan ingatan kehidupan pertamanya."


Mendengar itu dari Yi, keterkejutan kembali Kai rasakan.


Tubuhnya bergetar saat dia menatap Yi dengan wajah bertanya-tanya.


"Y–Yi'er ... maksudmu, putraku juga seorang reincarnator? sama sepertiku?"


Melihat bahwa Kai cukup sulit mempercayai apa yang dia katakan, Yi kembali menghela nafas sambil memberi anggukan.


"Iya, memang ini terdengar sedikit aneh tetapi Zhu Long adalah reinkarnasi dari kaisar pedang."


Yi kemudian melambaikan tangannya sambil menunjukkan Zhukai gambaran seorang pria paruh baya yang duduk di depan halaman rumahnya.


Tangan pria setengah baya itu melepuh dengan banyak bekas goresan benda tajam di lengannya.


"Jadi mereka sudah datang ternyata..."


Tepat setelah pria setengah baya itu menyelesaikan ucapannya, lima sosok Kultivator bermunculan di hadapannya.


Mereka semua memiliki aura yang mengerikan, tiga dari mereka adalah seorang pria dan dua lainnya adalah seorang wanita.


Pria tua menatap tajam pada seorang wanita di antara kelima orang itu sambil memberikan helaan nafas panjang.


"Xiaolin, aku benar-benar tidak menyangka kau akan mengkhianati ku dan bergabung dengan mereka untuk melawanku."


Seorang wanita berambut ungu menyeringai lebar sambil menatap pria paruh baya itu dengan pandangan jijik.


"Cih, kau tua bangka! aku sangat terkejut saat mengetahui kau tidak langsung mati setelah terkena racun itu. Tapi bagaimanapun, racun yang aku berikan secara perlahan mengikis Qi milikmu bahkan aura kehidupan mu."


"Dengan kekuatan mu saat ini, tidak mungkin kau akan bertahan hidup dari serangan kami berlima." ucap wanita itu sambil tertawa keras.


"Cukup! tidak perlu berkata seperti itu pada seseorang yang akan mati." ucap pria di sampingnya.


Dia menatap pria paruh baya itu kemudian kembali berkata, "Kaisar pedang, aku akui bahwa kamu adalah orang terkuat di seluruh Domain raja langit, tapi karena kau berani menyinggung kekuatan tertinggi di Domain raja langit, inilah konsekuensi yang kau dapatkan."


Pria yang di sebut sebagai kaisar pedang itu tersenyum, dia mengangkat pedang patah di sampingnya dan menggunakan sisa tenaganya untuk berdiri.


"Hahhh, tidak kusangka hidupku akan berkahir seperti ini. Tapi..."


Kaisar pedang mengangkat tinggi pedang di tangannya, "Esensi pedang bukanlah hal yang bisa kau remehkan!!.."


"Haaaa!!!..."


Otot-otot di kedua lengannya tiba-tiba berkontraksi, dengan sisa tenaga terakhirnya, Kaisar pedang mengayunkan satu tebasan terakhir.


"Great execution!!.."


Whuss!!


Lengkungan biru bagaikan bulat sabit terlihat dengan jelas.


Tekanan yang berasal dari teknik itu menghancurkan ribuan pohon dan terus melesat kearah lima orang yang melayang di langit.


"Tch, kau ternyata masih terus berjuang sampai akhir rupanya. Baiklah, aku akan memberimu kematian cepat.."


Pria itu yang tidak lain adalah pemimpin kelima orang menarik sebilah pedang satu tangan yang tersarung di pinggangnya.


"Nikmatilah kehidupan terakhir mu pak tua!!..."


"Kemarahan iblis!!.."


Satu tebasan pedang hitam memunculkan sosok iblis besar di udara.


Gambaran iblis itu melebarkan tangannya seolah ingin menangkap tebasan pedang dari Kaisar Pedang.


Sayangnya, begitu Great execution dan gambaran pedang iblis itu saling berbenturan, gambaran iblis itu terpotong menjadi dua dengan mudahnya.


Melihat teknik terkuatnya terpotong bagaikan tahu, pria itu berteriak keras.


Dia mencoba meminta bantuan pada keempat rekannya. Sayangnya, sudah terlambat baginya untuk menghindar.


Dia menggunakan pedang di tangannya untuk menahan Great Execution dari kaisar pedang.


Tepat saat Great Execution membentur pedangnya, ledakan besar terjadi.


Keempat orang yang melayang di sampingnya terhempas jauh sementara dia terpental ratusan meter dengan lengan kirinya hancur.


"Arghhh..."


Pria itu mengerang keras sambil menelan sebutir pil penyembuh.


Sayangnya, pil penyembuh itu sama sekali tidak membantunya.


Rasa sakit yang dia rasakan terus meningkat dengan aliran darah menyembur keluar dari lengan kirinya yang sudah sangat hancur.


"Pak tua sialan!!!.."


Di halaman rumahnya, kaisar pedang jatuh dalam posisi berlutut dengan mulutnya yang dipenuhi dengan darah segar.


"Uhuk! Uhuk!... Sayang sekali, serangan terkuat ku tidak bisa membunuhnya..."


Secara perlahan pandangan kaisar pedang semakin meredup hingga dia kemudian memejamkan matanya.


Itulah akhir dari seorang kaisar pedang terkuat di Domain raja langit, Zhu Tianlong.


Kembali ke waktu saat ini, saat Zhukai melihat seluruh kejadian itu, kerutan terlihat di keningnya.


"Domain raja langit, kaisar pedang ... Mengapa aku belum pernah mendengarnya di kehidupan pertamaku?" tanya Kai sambil menatap Yi dengan serius.


"Itu hal yang wajah Kai Gege, Yi juga baru mengetahuinya baru-baru ini karena jiwa di tubuh Long kecil."


"Domain raja langit ... itu merupakan dunia kecil yang berada di alam mistis."


"Alam mistis lagi? sebenarnya di mana keberadaan alam itu. Mungkinkah ada alam lain yang lebih tinggi di bandingkan dengan Three Realms?"


Yi menggelengkan kepalanya setelah mendengar perkataan suaminya.


"Tidak Kai Gege, alam semesta itu sangat luas. Ada banyak alam besar, alam kecil, bahkan dunia-dunia lain di luar sana."


"Meskipun alam mistis terdengar cukup misterius, sebenarnya mereka juga sama seperti Three Realms. Tetapi itu berada di dimensi yang berbeda."


Kai memegang dagunya sambil berpikir setelah mendengar penjelasan yang Yi berikan.


"Hmm, kurang lebih aku mengerti apa yang kamu katakan Yi'er. Terimakasih sudah datang tepat waktu, atau aku akan merasa sangat bersalah kepada putraku."


Yi tersenyum dengan malu, "Emm ... kalau begitu, bisakah Kai Gege mengelus kepalaku?"


Zhukai menghela nafas sambil tertawa kecil, "Hahaha, kenapa kamu sangat malu untuk memintanya..."


Zhukai mengangkat tangannya kemudian mengelus kepala Yi dengan lembut seperti yang dia inginkan.


"Baiklah, aku harus membawa Long'er pulang. Dia berlatih terlalu keras hari ini."


Zhukai mengendong tubuh putranya di punggungnya sambil berjalan menuruni bukit.


Dia dan Yi segera kembali ke kediamannya dan mereka menerima sambutan hangat dari Yui dan yang lainnya.


Untuk Jiuyang Lin, dia sangat khawatir saat melihat putranya kembali dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Sayang, apa yang terjadi dengan putra kita!?" tanya Jiuyang Lin dengan cemas.


Setelah Kai meletakkan tubuh Zhu Long di atas kasur, dia memeluk Jiuyang Lin dan berkata padanya untuk tidak cemas.


Setelah Jiuyang Lin mendengar bahwa putranya hanya kelelahan saat berlatih, dia menghela nafas dan kembali tenang.


Tapi itu tetap tidak menghapus rasa khawatirnya sebelum Zhu Long benar-benar terbangun.


****


Bersambung...