Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Deklarasi Perang


Setelah Mo Kun memenangkan pertandingan melawan Ku Xiao, seorang tetua datang kepadanya dan berkata.


"Anak Muda, selamat telah menjadi juara di turnamen ini. Matriak Zi memiliki sesuatu yang diberikan padamu."


Mo Kun mengangguk sebagai balasan, dia menatap dua wanita di ruang tunggu kemudian berjalan mengikuti tetua Klan Zi.


Sementara itu di tribun penonton, Zhukai 1 mengambil batu jiwa yang dia judikan tadi.


"Hahaha, ini kememangkanku. Sekarang cepat serahkan itu padaku."


Pria besar yang merupakan bandar dari judi mengeluarkan keringat dingin. Dia dengan berat hati mengambil sebuah cincin ruang yang berisi jutaan baru jiwa dari Kultivator yang ikut berjudi.


"Lumayan..." Kai memasukkan cincin ruang itu kedalam Inventory dan segera kembali ke tempat duduknya.


Sementara itu, pria besar yang baru saja menyerahkan cincin ruang itu kepada Zhukai menggertakkan giginya dan memberitahu rekan-rekannya untuk membunuh Zhukai setelah dia keluar dari arena.


Di dalam ruangan dimana Zi Suyuan duduk, seorang tetua menghadapnya dan mengatakan bahwa Mo Kun telah datang.


Dia kemudian memberi hormat sebelum pergi dari sana.


Setelah itu, Mo Kun berjalan masuk kedalam. Saat dia melihat tiga sosok wanita yang ada di depannya, wajahnya terlihat kebingungan.


"Permisi, dimana matriak Klan Zi?" Mo Kun menggaruk kepalanya sambil bertanya pada mereka.


"Pffttt ... Hahaha, anak muda kamu lucu sekali." Sosok wanita yang duduk di antara kedua wanita itu tertawa lepas.


Dia kemudian berdiri dan menghampiri Mo Kun, "Anak muda, aku adalah Matriak Klan Zi."


Mendengar itu, Mo Kun tertegun sebentar sebelum dia kembali ke akal sehatnya, dia sangat terkejut dan buru-buru berlutut.


"Maaf atas ketidak sopananku matriak."


"Tidak apa-apa, kamu bisa bersantai. Aku memanggilmu kesini untuk memberikan hadiah atas kemenanganmu." ujar Zi Suyuan.


Dia kemudian menatap Mo Kun sambil bertanya apa yang dia inginkan.


Mo Kun menghela nafas untuk menghilangkan rasa ketakutannya kemudian berkata dengan lantang.


"Aku ingin sumber daya untuk menghidupkan kembali sekte tujuh pedang!."


"Oh..."


Zi Suyuan, terkejut tetapi kemudian dia mendengus pelan sambil mengangguk.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan. Seorang murid akan mengantarkannya dalam beberapa hari."


Tepat setelah Zi Suyuan menyelesaikan ucapannya, suara pintu terbuka terdengar dengan jelas.


Sosok pria paruh baya berjalan masuk dengan wajah arogan dan tekanan yang kuat dari tubuhnya.


Senyum di wajah Zi Suyuan menghilang seketika digantikan dengan tatapan dingin.


"Hei, bisakah kamu berhenti menatapku dengan tatapan dingin seperti itu. Apakah kau ingin mengutuk calon suamimu..." ujar pria paruh baya yang baru saja masuk sambil tertawa lepas.


Dia adalah Li Cangtian, penguasa Holy Realms.


Mendengar itu, tidak hanya Zi Suyuan yang merasa marah. Kedua putrinya mengepalkan tangan untuk menahan amarah mereka.


"Cih, berhentilah mengucapkan omong kosong pak tua..." Zi Suyuan berteriak marah.


Terlihat banyak kerutan di wajahnya karena ucapan Li Cangtian.


"Hohoho, kamu bahkan berani berkata kasar seperti ku."


Li Cangtian berhenti berjalan tepat di samping Mo Kun yang tengah berlutut karena tekanan yang keluar dari tubuh Li Cangtian.


"Namamu Mo Kun bukan? Jadilah muridku, aku pastikan kau akan bisa menjadi penguasa Holy Realms selanjutnya."


"Tidak hanya itu, aku juga akan memaksimalkan potensi jiwa pedangmu. Bahkan melebihi Zi Dou sang Immortal Sword Sovereign."


Mendengar kata-kata Li Cangtian, tubuh Mo Kun tidak menunjukkan rekasi apapun. Terlihat di wajahnya senyuman yang sangat lebar.


"A–Aku minta maaf tuan Li Cangtian, tapi aku sudah memiliki seorang senior sekaligus guru yang sangat baik padaku." ujar Mo Kun sambil menahan tekanan yang diberikan Li Cangtian.


Wajah Li Cangtian menjadi gelap, dia menatap Mo Kun sambil menunjukkan niat membunuh yang begitu besar.


"Apa yang kau katakan!!!.. Apakah kau baru saja menolak menjadi muridku? Haha ... Hahahaha...."


"Sialan!!!..."


Boommm!!


Dinding itu mengalami retakan yang begitu besar padahal material yang di gunakan untuk membangun dinding itu adalah material yang cukup langka.


Tubuh Mo Kun yang telah terjatuh tergeletak tidak sadarkan diri dengan tulang punggungnya yang hampir hancur sepenuhnya.


Aliran darah terus mengalir melalui kepala, hidung, dan telinganya.


"Oh, kau masih hidup? Itu mengejutkanku ... Tetapi menolakku berarti kematian!!!..."


Li Cangtian kembali melesat dan mengirimkan serangan pada tubuh Mo Kun yang telah tergeletak di lantai.


Saat serangan itu hampir mencapai tubuh Mo Kun, Zi Suyuan berlari untuk menghadangnya.


Bamm!!


Serangan itu hancur setelah terkena pedang yang ada di tangan Zi Suyuan.


Pedang itu berwarna perak sambil memancarkan aura dingin yang begitu kuat.


"Cukup Li Cangtian!!! apa kau bisa menyebut dirimu lagi sebagai penguasa Holy Realms!! dia hanya seorang murid di ranah God of Destiny dan kau berani menyerangnya seperti itu..."


Zi Suyuan berteriak sambil mengeluarkan auranya. Dia benar-benar sangat marah kali ini.


Jika dia tidak bisa melindungi Mo Kun, apakah dia masih bisa di sebut sebagai Matriak Klan Zi lagi?


"Zi Suyuan oh Zi Suyuan... berkali-kali kau telah menghalangiku.. Apa kau berpikir aku tidak berani melakukan hal itu pada Klan Zi mu." geram Li Cangtian.


Dia kemudian memanggil wujudnya dalam bentuk jiwa. Itu benar-benar besar bahkan menghancurkan atap ruangan itu.


Saat jiwa Li Cangtian telah terlihat oleh beberapa tetua yang ada di Klan Zi, mereka tiba-tiba menghilang.


Sementara itu, di tribun penonton. Zhukai yang melihat perwujudan jiwa Li Cangtian mengerutkan keningnya sambil bergumam.


"Orang tua itu, apakah dia berencana memulai perang melawan Klan Zi..."


Kai kemudian melirik Qi Yue dan mengatakannya untuk menjaga Lin Lin di dalam dunia jiwanya.


"Hubby, apakah kamu akan pergi kesana?"


Kai mengangguk, "Ya, bagaimanapun juga Lin Yue dan Mo Kun ada di dalam sana."


"Tapi dengan Kultivasi–...."


Kai menutup mulut Qi Yue dengan jarinya sambil berkata, "Aku pasti akan baik-baik saja Yue'er."


Mendengar itu, entah mengapa kegelisahan di hati Qi Yue menghilang seketika.


"Kalau begitu, berhati-hatilah."


"Baiklah..."


Kai memberi anggukan sekali lagi sebelum pergi ke dalam ruangan di mana Zi Lin Yue berada.


Saat dia sedang melesat ke sana, dia melihat Ouyang Jin dan Nalan Ruyue sedang berdiri ketakutan melihat perwujudan jiwa Li Cangtian.


Kai segera menghampiri mereka, "Kalian berdua!!..."


Nalan Ruyue dan Ouyang Jin tiba-tiba terkejut mendengar suara yang tidak asing di telinga mereka.


"Ah, itu senior..." Nalan Ruyue berucap.


"Cepat pergi, berbahaya disini!!!..." Tegas Zhukai.


"T–Tapi Mo Kun–..."


"Tidak perlu mengkhawatirkannya, aku pasti akan membawanya keluar dari sini..."


Mendengar itu, Nalan Ruyue dan Ouyang Jin dengan berat hati pergi meninggalkan arena.


Dia kemudian kembali bergegas menuju ke ruangan di mana Zi Lin Yue berada.


Sementara itu di dalam ruangan, Li Cangtian terkekeh sambil menatap Zi Suyuan dengan seringai lebar.


"Dengarkan ini!! Aku, Li Cangtian secara resmi mendeklarasikan perang pada Klan Zi!! Kalian, bersiap-siaplah..."


****


Bersambung...