
Di dalam sebuah kota besar dengan banyak sekte dan juga Klan yang mendiami kota tersebut. Seroang pria muda yang memakai jubah hitam masuk ke dalam salah satu rumah makan yang berada tidak jauh dari gerbang kota.
"Permisi pelanggan, apakah ada yang ingin kamu pesan?" seorang pelayan wanita yang membawa nampan datang untuk bertanya.
"Umm, apakah ada kerang roh dan juga arak surgawi?"
Mendengar pesanan pria berjubah itu, wajah pelayan wanita itu menjadi sangat kebingungan.
"Ahh, maaf pelanggan. Tidak ada menu seperti itu di dalam restoran kami." jelas wanita itu dengan wajah sedikit gugup.
"Oh, baiklah kalau begitu. Sajikan saja menu yang terenak di sini."
Pelayan wanita itu mengangguk kemudian berbalik pergi menuju ke ruang koki untuk mengatakan pesanan pria berjubah.
Sementara itu, setelah pria jubah itu selesai memesan makanan. Dia kemudian melepas jubah hitam yang di pakainya.
"Haahh, jubah ini terlalu tebal untuk di pakai.." ucap pria itu yang tak lain adalah Zhukai sambil menarik-narik kerah bajunya.
Tetapi detik berikutnya, Zhukai bisa merasakan tatapan penuh nafsu dari wanita-wanita yang sedang makan di rumah makan itu.
Meski rumah makan itu tidak begitu besar, tetapi itu memiliki banyak pelanggan yang hampir memenuhi setiap meja.
Kai beruntung karena mendapatkan meja yang masih kosong saat batu saja tiba.
"Hei-hei, apa menurutmu dia putra salah satu bangsawan di kota ini? Meski pakaian tidak begitu mewah, tetapi wajahnya benar-benar sangat tampan." ucap seroang gadis pada temannya.
"Tidak, dia bukan berasal dari kota ini. Aku telah banyak bertemu dengan para pria muda yang tampan di kota. Tetapi dia tidak termasuk ke dalam salah satunya."
Karena indera pendengaran Zhukai sangat tajam, dia bisa mendengar semua pembicaraan orang-orang di dalam rumah makan.
Ketika Kai pertama kali tiba di dunia atas, dia masih tidak tahu di alam mana dia berada saat ini.
Karena sudah jutaan abad berlalu, semua hal-hal yang Kai ingat di kehidupan pertamanya benar-benar menghilang.
Jadi, ketika Kai tiba di kota paling dekat. Dia memutuskan untuk mencari informasi terlebih dulu sebelum memutuskan tujuan selanjutnya.
Tak lama setelah itu, pelayan wanita yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa pesanan Zhukai mematung saat melihat wajah Zhukai di tempat pria berjubah tadi.
"P–Permisi, ini pesanan anda." pelayan wanita itu meletakkan sebuah makanan yang mengeluarkan bau harum serta satu kendi arak.
Wajah pelayan wanita itu memerah, dia tersipu dengan tubuhnya bergetar.
Melihat sikap aneh pelayan itu, Zhukai mengerutkan keningnya kemudian bertanya.
"Anu, apakah ada sesuatu yang aneh denganku?"
Deg–
Jantung pelayan wanita itu berdetak semakin cepat, dan buru-buru menggelengkan kepalanya kemudian berjalan pergi.
"Aneh sekali..." tanpa memperdulikan nya lagi, Zhukai kemudian mulai menghabiskan makannya di bawah pandangan banyak wanita di rumah makan.
Setelah menghabiskan makanan dan meneguk habis satu kendi arak itu, Zhukai mendapatkan beberapa informasi menarik dari para Kultivator yang singgah di rumah makan.
Kota tempat Zhukai berada saat ini bernama kota hujan yang berada di bawah kekuasaan kekaisaran Azure Dragon.
"Kekaisaran Azure Dragon? Hmm, jadi aku berada di Holy Realms saat ini." Zhukai bergumam sambil menghabiskan tegukan terakhir nya.
Karena Zhukai tidak begitu akrab dengan Holy Realms, dia memutuskan untuk mencari lebih banyak informasi dari sekte-sekte besar di Holy Realms.
Meski dulunya Zhukai adalah musuh dari tiga alam, sekaligus musuh setiap ras di dunia atas.
Tetapi tidak begitu akrab dengan dua alam lainnya selain Celestial Realms.
Memikirkan ini, Zhukai berniat memasuki sebuah sekte untuk mencari informasi sekaligus hal-hal yang terjadi setelah kematiannya.
Berdiri dari kursi, Zhukai mengambil jubah hitamnya dan berjalan ke kasir untuk membayar makanan dan araknya.
"Permisi, biaya untuk semua itu?"
Pria yang bekerja sebagai kasir restoran itu mulai menghitung dan kemudian berkata.
Note : Batu jiwa, mata yang di dunia atas ya.
Karena kekayaan Zhukai adalah unlimited, dia hanya perlu mengambil sepuluh batu jiwa dari Inventory nya.
Setelah puas dengan makan siang di rumah makan itu, tujuan Zhukai selanjutnya adlah memasuki sebuah sekte untuk mencari Informasi
Karena tidak mungkin untuk Zhukai menemukan informasi dengan mudah, dia hanya bisa memikirkan dua tempat.
Sekte dan juga akademi.
Selama berjalan di sepanjang jalan kota, Kai menemukan banyak informasi tentang sekte-sekte yang ada di kekaisaran Azure Dragon.
"Semua nama-nama sekte ini terdengar sangat asing, apakah mereka semua adalah sekte-sekte yang baru di dirikan?" pikir Zhukai dalam benaknya.
Karena di kehidupan pertamanya dia belum pernah mendengar nama-nama sekte tersebut, dia hanya bisa menduga satu hal.
Saat Zhukai hendak keluar dari kota hujan, indera pendengarannya yang sangat tajam menangkap sebuah suara.
"Tidak, kalian berhenti..."
Itu adalah teriakan dari seorang gadis
Tapi eskpresi Kai kembali acuh, "Hah, dia tidak memiliki hubungan denganku. Untuk apa aku menyelamatkannya."
Saat Kai kembali melangkahkan kakinya, suara berikutnya dari gadis itu membuatnya terkejut.
"Berhenti, ayahku adalah pemimpin sekte tujuh pedang." gadis itu berkata dengan tubuh bergetar.
"Mwehehe, gadis kecil, apa kau pikir aku akan takut dengan sekte kecil seperti itu." pria berwajah cabul itu berkata sambil berjalan mendekat.
Mendengar jawaban itu, tubuh gadis itu kembali menegang dengan butiran air mata yang mulai bercucuran.
Begitu dua pria itu hendak memperkosa gadis yang merupakan putri pemimpin sekte tujuh pedang. Zhukai yang baru saja tiba dengan gerakan cepat mematahkan kedua lengan pemuda itu.
Arghhh!!
Teriakan keras dari kedua pria itu menggema di seluruh gang.
Tapi detik berikutnya, teriakan kedua pria itu tiba-tiba menghilang seketika.
Gadis yang ketakutan tadi sangat terkejut mendengar teriakan keras tadi. Dia memaksakan membuka kedua matanya dan apa yang dia lihat di depannya membuat tubuhnya bergetar.
Tak jauh dari mayat kedua pria yang hendak memperkosanya, terlihat seorang pria berjubah berdiri dengan jubah hitam yang berlumuran darah.
"T–Tuan, a–apakah kamu yang membunuh mereka berdua?" gadis itu memberanikan diri untuk bertanya.
Zhukai diam tak menjawab sambil berjalan mendekati gadis itu.
Merasa ketakutan, gadis itu mundur secara perlahan hingga tubuhnya terhenti karena terdapat sebuah tembok di belakangnya.
Melihat Zhukai semakin dekat kearahnya, gadis itu menutup kedua matanya dengan tubuhnya yang kembali bergetar.
"Gadis kecil, jangan takut aku datang kesini untuk menolong mu." Kai berkata dengan lembut sambil mengalirkan Qi miliknya untuk membuat gadis itu tenang.
Perlahan, rasa takut dalam diri gadis itu menghilang dan kemudian dia menatap Zhukai sambil mengucapkan terimakasih.
"Jadi gadis kecil, tolong jawab pertanyaan ku dengan jujur."
"Apakah kamu benar-benar berasal dari sekte tujuh pedang?"
Gadis itu menjadi bingung sejenak kemudian mengangguk, "Ya, ayah ku adalah pemimpin sekte itu."
Mendengar itu, Zhukai menyeringai lebar.
"Jackpot!!..."
****
Bersambung...