Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Zhukai Vs Zi Lan Mei (Evil Mode) II


Sebelum Kai sampai di sana, Zi Lan Mei yang sudah kehilangan kesadarannya sepenuhnya kini melayang di udara.


Energi hitam yang keluar dari tubuhnya terus menyebar dengan cepat kesekuruh dunia jiwa.


Bahkan Kai yang saat ini masih berada dalam jarak 1 mil dapat merasakan energi milik Zi Kan Mei dengan jelas.


"Sial, mengapa energinya tiba-tiba melonjak.."


Zhukai mengerutkan kening saat merasakan energi hitam dari tubuh Zi Lan Mei terus meningkat.


Energi itu bahkan lebih kuat dibandingkan milik Li Cangtian, "Tidak salah lagi, hanya ada satu orang yang pernah memiliki energi ini di masa lalu. Apakah dia mempunyai keturunan."


Apa yang Kai bicarakan saat ini adalah pertempuran melawan eksistensi yang bahkan ia takuti di masa lalu.


Pertempuran itu terjadi ratusan tahun sebelum Zhukai melawan tiga penguasa.


Bahkan bagi Kai saat ini, itu adalah ingatan yang paling ingin dia hilangkan dari pikirannya.


Jutaan abad yang lalu di mana ratusan dunia hancur akibat pertempuran dua orang.


Orang itu tidak lain adalah Zhukai (Shura) melawan seorang yang disebut sebagai Iblis Abadi.


Dalam pertempuran nya waktu itu, Kai benar-benar kalah dalam hal kekuatan maupun kecepatan.


Baru ketika Zhukai memasuki mode mengamuk, dia dapat bertarung dengan imbang melawan Iblis Abadi.


Pertempuran itu berlangsung sangat lama, setidaknya itu berlangsung hampir seratus tahun lamanya.


Akibat dari pertempuran kedua orang itu, puluhan dunia hancur tanpa menyisakan satupun kehidupan di sana.


Pada akhirnya, karena Kai memiliki daya tahan yang lebih tinggi karena tubuh Asura, dia bisa menang melawan Iblis Abadi walaupun itu hanyalah kemenangan tipis.


"Hahh, kuharap itu bukan penerusnya. Jika dia memang benar-benar penerus dari orang itu, aku ...."


Zhukai menutup mulutnya dan terus menambah kecepatannya menuju ke halaman rumahnya.


Hanya dalam kurun waktu beberapa detik, Kai akhirnya sampai di halaman rumahnya yang telah hancur karena ulah Zi Lan Mei.


Dia mengalihkan pandangan dan melihat istrinya sedang berlindung dalam sebuah pelindung pedang yang Qi Yue ciptakan.


"Yue'er..." ucap Zhukai, dia menambahkan sedikit Qi untuk memperjelas suaranya.


Qi Yue dan yang lainnya mendengar suara yang tidak asing di telinga mereka. Suara itu tidak lain adalah milik suami mereka, Zhukai.


"Hubby, jangan khawatirkan kami. Pusaran hitam yang ada di atas sana adalah Qi Yue yang kehilangan kendali atas tubuh keabadiannya." ujar Qi Yue untuk memberitahu Zhukai agar tidak perlu khawatir pada mereka.


Kai mengangguk paham, dia mengeluarkan pedang hitam dari dalam dimensi pedang.


Kilatan petir hitam menyelimuti pedang itu sebelum sampai di tangan Zhukai.


"Array pedang pelindung."


Kai mengalirkan true energinya untuk membuat sebuah pelindung pedang pada area di mana istrinya berada.


Meskipun mereka sudah di lindungi oleh array pedang dari Qi Yue, Kai masih tidak bisa tenang sebelum melakukan itu.


Qi Yue menghela nafas sambil menunjukkan senyum saat melihat suaminya, "Hahh, dia selalu saja seperti ini."


Setelah Kai membuat pelindung pedang, dia mengalihkan pandangannya pada pusaran hitam yang ada di udara lepas.


"Hmm, Pedang Iblis Penghakiman."


Swosshh!!


Siluet pedang hitam muncul di udara kosong, itu mengandung Qi sekaligus Shura Void yang Kai gabungkan menjadi satu.


Whuss!!


Siluet pedang itu melesat untuk menebas kearah pusaran hitam yang ada di udara.


Tetapi begitu jarak antara pedang iblis penghakiman hanya berjarak kurang dari sepuluh meter. Pusaran hitam membuka sebuah lubang besar dan menyerap seluruh pedang iblis penghakiman tanpa sisa.


"Apa..."


Kai tercenggang melihat serangannya dapat di telan semudah itu. Dia tidak tahu kekuatan macam apa yang dapat melahap Shura Void tanpa sisa.


Sayangnya, seberapa keras Kai mencoba untuk mengingat nya, dia sama sekali tidak menemukan sesuatu yang berhubungan dengan tubuh keabadian.


Saat Kai masih memikirkan hal itu, dia tidak menyadari bahwa pusaran hitam itu menembakkan sebuah laser dengan kecepatan tinggi.


Boomm!!


Ledakan keras terjadi di tempat Kai berdiri tadi, tempat itu seketika berubah menjadi sebuah kawah besar.


Sementara itu, Kai yang tadi berdiri di sana kembali muncul sepuluh meter jauhnya dari tempat itu.


Pakaiannya atasnya sebagian hangus terbakar dan memperlihatkan kulit Zhukai yang ikut terbakar.


"Cepat sekali, aku bahkan tidak sempat bereaksi untuk menghindar."


Memikirkannya, kecepatan Kai setelah memasuki ranah Supreme Absolute setidaknya setara dengan kecepatan seorang Kultivator di ranah Ancestor.


Jika Kai belum melakukan terobosan, dia sangat yakin bahwa mengindari serangan itu adalah hal yang mustahil.


"Tch, ini sangat merepotkan. Karena dia adalah kakak Lin Yue, aku tidak bisa menyerangnya dengan kekuatan penuhku." gumam Kai sambil memikirkan cara untuk mengalahkan Zi Lan Mei tanpa melukainya.


Tak begitu lama sejak Kai bergumam, pusaran hitam di atas langit tiba-tiba berhenti.


Detik berikutnya, ledakan keras memekakkan telinga semua orang terjadi begitu saja.


Saat tatapan semua orang menatap ke atas langit, pusaran hitam itu menghilang sepenuhnya digantikan oleh sosok wanita cantik yang memakai gaun hitam.


Dia memiliki rambut hitam legam, pupil matanya berwarna merah dan sepasang sayap di belakang punggungnya.


Wanita itu menyeringai, menunjukkan gigi-giginya yang tajam.


"Hehehe, akhirnya aku bangkit..." wanita itu berkata sambil tertawa kecil.


Zhukai membeku, begitu juga dengan Zi Suyuan.


Suara yang keluar dari mulut wanita itu benar-benar berbeda dibandingkan dengan suara Zi Lan Mei.


Itu terasa seperti suara dari orang lain yang mengambil alih tubuh Zi Lan Mei.


Sementara itu, ekspresi Zhukai berubah menjadi sangat rumit. Tatapan matanya terus tertuju pada sebuah simbol yang ada di dahi Zi Lan Mei.


"Simbol itu!!..."


Zhukai menatap penuh amarah pada sosok wanita yang melayang di udara, niat membunuh terus keluar dari tubuhnya hingga mengejutkan wanita itu.


"Eh, aku tidak menduga ada seorang manusia yang memiliki niat membunuh sepekat ini. Niat membunuh itu bahkan bisa dibandingkan dengan milikku." Wanita itu bergumam sambil tersenyum kepada Zhukai.


"Menarik, dia pasti memiliki darah yang sangat lezat..."


Whuss!!


Wanita iblis itu melesat dengan cepat kearah Zhukai dengan dua cakar tajam di tangan kanan dan kirinya.


"Manusia, sebaiknya kau diam dan patuh untuk menjadi makananku."


Melihat wanita iblis itu semakin mendekat kearahnya, Kai tidak menggerakkan tubuhnya sedikitpun seolah-olah dia tidak memiliki niat untuk menghindar.


Meskipun wanita iblis itu merasa curiga, tetapi dia tidak berpikir lebih jauh.


Karena dia baru saja bangkit saat ini, dia dalam kondisi yang sangat lapar dan Zhukai memiliki aroma yang sangat lezat karena niat membunuh yang dia keluarkan tadi.


Begitu jarak antara wanita iblis itu dan Zhukai hanya terpaut beberapa meter,, waktu terasa berjalan lebih lambat dari biasanya.


Wanita iblis dengan cepat sadar bahwa dia telah masuk kedalam jebakan . Tapi sayangnya, sudah terlambat untuk menghindar sekarang.


Dia melihat Zhukai yang saat ini telah membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu.


"Aku akhirnya ingat, ternyata kau adalah orang itu ... Iblis Abadi, Zhang Qingchen!."


****


Bersambung...