Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Sampai di Benua Zhanglong


Setelah Kai membuat janji dengan Linlin, dia kemudian meminta Yi untuk menemaninya sementara dia akan bermeditasi untuk menstabilkan emosinya yang meluap.


"Bibi, aku mengantuk..." Linlin menguap lebar sambil menggosok matanya yang sudah berkedip beberapa kali.


Yi mengelus tubuh kecil Linlin dan membisikkan sesuatunya di telinganya, "Baik Lin kecil, bibi akan menceritakan sebuah kisah untukmu.."


"Benarkah? terimakasih bi Hoaammm..."


Linlin tidur tengkurap di tubuh elang guntur yang masih melayang dengan kecepatan tinggi.


Dia menatap Linlin dengan mata sayu, "Bibi, mengapa kamu masih belum menceritakannya?"


"Baiklah... Ekhem." Yi batuk beberapa kali, tetapi ketika dia hendak bercerita. Dia melihat Yui dan Qi Yue juga terlihat bersemangat menunggu dia bercerita.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Yi dengan ekspresi aneh.


"Bukankah kamu barusan berkata ingin bercerita kakak? Ayo cepat, aku juga ingin mendengarnya." Yui berkata dengan penuh antusias.


Qi Yue juga sama antusiasnya seperti Yui, "Y–Ya, aku juga sedikit tertarik dengan hal ini."


"Kalian berdua.." Yi mengepalkan tangannya berniat memukul kepala mereka. Tetapi setelah mendengar ucapan Linlin, dia berhenti.


"Bibi, apakah bibi tidak jadi bercerita?"


"Ya, Linlin ... Bibi akan mulai bercerita sekarang."


Yi menghela nafas, dia kemudian menceritakan sejarah kehidupan Zhukai saat berada di bumi.


Cerita tentang kendaraan beroda empat, gedung-gedung tinggi, dan juga beberapa tempat lainnya.


Tak lama kemudian, ketika Yi hendak melanjutkan ceritanya. Dia minat bahwa Linlin, Yui, dan Qi Yue telah tertidur lelap.


"Hahh, mereka ini..."


Pa!!


Yi memegang dadanya karena terkejut atas tepukan pada pundaknya. Dia kemudian berbalik dan melihat Zhukai baru saja duduk di sampingnya.


"Mereka semua tertidur? apakah kamu tidak mengantuk Yi'er?" Tanya Zhukai.


Yi menggelengkan kepalanya, dia menyandarkan kepalanya pada pundak Zhukai dan bergumam.


"Kai Gege, apa yang akan kamu lakukan setelah mencapai puncak Kultivasi?"


Zhukai mendongak keatas langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang dan cahaya bulan purnama yang sangat indah.


"Kurasa, aku hanya ingin sebuah kedamaian. Dunia di mana tidak ada perang ataupun pertumpahan darah. Yah, hanya sesuatunya seperti itu saja."


Yi merasakan makna yang sangat dalam di balik ucapan Zhukai dan beban berat yang ada di pundak suaminya.


Dia kemudian memeluk Zhukai dan berkata, "Ya Kai Gege, aku percaya kamu pasti bisa mewujudkan impianmu itu."


Tak lama setelah Yi menyelesaikan kalimatnya, dia tertidur lelap dalam pelukan Zhukai.


Kai tersenyum, dia kemudian mengeluarkan selimut dan juga bantal dari Inventory nya.


Setelah dia memakaikan itu pada istrinya, dia mencium kening mereka dan berkata. "Mimpi indah, istriku."


***


Ketika sinar matahari pagi yang begitu hangat mengenai kulit Yi, Yui, Yue, dan juga Linlin. Mereka berempat terbangun dari tidurnya.


"Hoaammm.... Bibi, aku haus." ucap Linlin sambil mengusap kedua matanya.


"Ya sebentar Lin kecil."


Yui berdiri dan berjalan kearah Zhukai, dia kemudian meminta satu teko air bersih untuk diberikan pada Linlin.


"Air bersih? kurasa aku memiliki beberapa di Inventory."


Kai membuka Inventory nya, sebuah layar sistem dengan banyak tampilan muncul tepat di depan matanya.


"Oh, aku menemukannya."


Zhukai mengambil empat botol air mineral dari Inventory nya dan memberikan semua itu pada Yui.


Zhukai menyentuh dagunya sambil berkata, "Kurasa beberapa jam lagi kita akan sampai."


Yui mengangguk, dia kemudian kembali dan memberikan satu botol air mineral pada Linlin.


"Hahh, terimakasih bibi..."


Sementara ketiga istrinya sedang menemani Linlin bermain, Zhukai duduk sambil membuka panel systemnya.


Dia kemudian membuka toko system dan mencari-cari hal yang membuatnya tertarik.


"Hmm, aku memiliki hampir 3 juta poin Shura." Zhukai menyentuh dagunya sambil berpikiran barang apa yang akan ia beli.


"Yi'er, bisakah kamu mengklasifikasikan setiap barang berdasarkan jenisnya?"


"Tentu.." Yi menjawab sambil mengedipkan matanya dari jauh.


Blink!


Seketika, tampilan yang ada pada layar systemnya secara tiba-tiba berubah. Ada berbagai jenis artefak, pil, senjata, dan juga herbal langka.


Tapi di antara semua itu, apa yang membuat Kai tertarik adalah Armor Iblis!!


Armor Iblis : Sebuah Armor yang di ciptakan oleh seorang pandai besi hebat di era kuno. Setelah pertempuran besar di masa lalu, armor ini menghilang dari tiga alam.


Setelah seseorang memakainya, armor ini akan meningkatkan ketahanan saat menyerap energi jahat atau niat membunuh.


Gelang Iblis : Gelang dua pasang, jika hanya menggunakan satu gelang saja. Kekuatan ledakan dari pukulan akan meningkatkan dua kali lipat. Jika menggunakan dua pasang, kekuatan ledakan lima kali lipat.


Harga untuk kedua senjata itu adalah 500.000 poin Shura!


Melihat harga yang di tampilkan, Kai mengerutkan keningnya. Tetapi setelah melihat efek yang dia dapatkan dengan menggunakan dua perlengkapan itu, Kai tidak dapat menahan keinginan untuk membelinya.


"Haih, kurasa 500.000 poin Shura sepadan dengan ini." Tangan Zhukai bergetar saat mencoba menekan tombol beli yang ada pada layar system.


Kilkk!!


Ding!


[Terimakasih Kai Gege karena telah melakukan pembelian untuk Armor Iblis dan juga Gelang Iblis]


"Huu, 500.000 poin Shuraku..."


Zhukai merasa ingin menangis kehilangan 500.000 poin Shura. Bisa di ketahui bahwa untuk mendapatkan poin Shura cukup menyulitkan.


"Ya sudahlah, buka Inventory sekarang."


Setelah layar Inventory muncul di depan matanya, Kai seketika mengeluarkan Armor Iblis dan juga Gelang Iblisnya.


Setelah Kai mengeluarkan dua perlengkapan yang baru saja ia beli dari toko system. Itu secara otomatis terpakai di tubuhnya.


Armor Iblis yang telah terpakai di tubuhnya sepenuhnya telah menyatu dengan kulitnya. Sementara itu untuk dua gelang yang ada pada lengan kanan dan kirinya, itu menghilang dan meninggalkan sebuah tanda pada pergelangan.


"Haa, perasaan ini benar-benar luar biasa." Zhukai meregangkan otot-otot di kedua lengannya.


Ketika dia hendak mencoba perlengkapan barunya, dia mendengar suara Linlin yang duduk di leher elang guntur.


"Paman, lihat di sana ... Ada sebuah daratan besar." Linlin berkata dengan penuh semangat.


Dia menunjuk ke depan di mana terlihat sebuah daratan luas yang tertutup oleh awan.


"Hmm, kurasa kita hampir sampai... Di depan adalah benua Zhanglong.."


"Benua Zhanglong, tapi Suami ... Bukankah tadi kamu mengatakan bahwa Sekte Heaven Gathering berada di Benua Ancient?" Qi Yue bertanya karena bingung.


"I, Itu aku juga tidak terlalu mengetahuinya... Karena elang guntur membawa kita kemari, Sekte Heaven Gathering pasti berada di Benua ini." jelas Zhukai sambil menggaruk kepalanya.


"Baiklah, kita akan turun di kota itu dan mencari informasi tentang sekte Heaven Gathering."


Setelah Kai melihat anggukan ketiga istrinya, dia segera memerintahkan elang guntur untuk turun tidak jauh dari kota.


***


Bersambung...