
Tubuh Zi Suyuan bergetar mendengar pertanyaan pernah dari mulut Li Cangtian.
Meskipun Klan Zi kuat, tetapi jika dia benar-benar berperang melawan Li Cangtian yang merupakan penguasa Holy Realms sekaligus satu-satunya Kultivator di Holy Realms yang hampir mencapai ranah penguasa.
Zi Suyuan takut jika Klan Zi akan hancur di tangannya. Bahkan jika Klan Zi berhasil memenangkan perang itu, Klan Zi pasti akan menderita kerugian yang sangat besar dan itu pasti akan membuat kekuatan besar lain di tanah suci untuk menyerang mereka.
Dalam situasi saat ini, pilihan yang bisa di ambil oleh Zi Suyuan hanya satu ... Yaitu menyerahkan dirinya.
Tapi, begitu puluhan sosok yang tiba-tiba saja muncul di belakang Li Cangtian. Tubuhnya bergetar dengan ekspresi keterkejutan terlihat jelas di wajahnya.
"K–Kalian bajingan!!!.. Apa maksudnya ini!!"
Zi Suyuan berteriak sambil melototi para tetua yang saat ini berdiri tepat di belakang Li Cangtian.
"Hehehe Matriak Zi, apakah aku perlu menjelaskannya lagi? Mereka sekarang telah bersumpah setia kepadaku." jelas Li Cangtian sambil mengukir senyum puas di wajahnya.
Dia telah menduga ekspresi apa yang akan di perlihatkan Zi Suyuan padanya. Dan itu benar-benar membuatnya semakin bergairah.
"T–Tidak mungkin, a–apakah Klan Zi akan di hancurkan seperti ini..." Zi Suyuan jatuh dengan pedang yang terlepas dari telapak tangannya.
Kedua putrinya segera berlari mendekat kearahnya sambil menenangkan ibunya.
"Tenanglah ibu, tetua agung dan paman pasti akan datang tak lama lagi."
"Khekeke... Gadis kecil, apa kau membicarakan pria tua itu? Dia telah mati saat ini!."
Ucapan Li Cangtian seketika membuat jantung ketiga wanita itu berhenti berdetak.
"P–Paman telah mati? i–ini tidak mungkin... Kakak, katakan padaku kalau aku sedang bermimpi..." Zi Lin Yue enggan percaya apa yang di katakan oleh Li Cangtian.
Tetapi apa gunanya bagi Li Cangtian untuk berbohong kepada mereka.
Saat ini, Zi Suyuan hanya memiliki kedua putri yang berpihak kepadanya.
Sedangkan untuk para tetua Klan Zi yang masih berpihak kepadanya. Mereka semua telah dihabisi oleh para bawahan Li Cangtian.
"S–Suamiku... Hiks... maafkan aku, jika saja aku tidak egois. Klan Zi tidak akan–..."
Boommm!!!
Saat Zi Suyuan menangis di sana, suara ledakan mengejutkannya dan juga Li Cangtian.
"Hei bajingan tua!! Siapa yang memberimu ijin membuatnya menangis seperti itu!!!..."
Tubuh Zi Lin Yue bergetar saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.
Dia mendongak untuk melihat sosok yang baru saja berkata seperti itu. Begitu sosok pria tampan melayang di udara terlihat oleh kedua matanya. Perasaan ketakutan sekaligus cemas di hatinya menghilang seketika.
Dia menghela nafas lega sambil berkata, "Kai Gege, kamu datang..."
Swosshh!!!
Kai menghilang seketika di hadapan mereka semua dan kembali muncul tepat di depan Zi Lin Yue.
"Jangan menangis oke, aku ada disini sekarang. Kamu bisa tenang.."
Kai menyeka air mata di wajah Zi Lin Yue sambil tersenyum.
Zi Lin Yue merasakan kehangatan di dalam hatinya dan berkata sambil tersenyum.
"Baiklah..."
Melihat itu, tetua Klan Zi yang berkhianat menjadi sangat marah. "Siapa pemuda itu, beraninya dia bersikap seperti ini di hadapan tuan Li."
"Apakah dia idiot? melakukan hal itu di saat seperti ini. Kurasa otaknya telah rusak."
Mendengar semua itu, Li Cangtian terdiam. Bukannya marah dengan kedatangan Zhukai yang tiba-tiba.
Tetapi dia sangat terkejut karena dia tidak bisa merasakan hawa kehadiran Zhukai saat dia tiba.
"Siapa dia!! di antara para Kultivator ahli di Holy Realms, aku tidak pernah sekalipun melihat wajahnya. Dan tekanan yang dia keluarkan, mengapa ini sangat tidak asing." ucap Li Cangtian dalam hatinya.
Sementara itu, Zhukai menatap lembut pada Zi Lan Mei dan Zi Suyuan.
Zi Lan Mei dan Zi Suyuan mengangguk, "Kami baik-baik saja. Yang lebih penting, kamu sebaiknya segera pergi dari sini. Aku tidak ingin menarikmu dalam masalah Klan ku."
Zi Suyuan berteriak khawatir. Melihat Zi Lin Yue mengenalnya, pria di depannya pasti mempunyai hubungan yang dekat dengan putrinya.
Melihat Zi Suyuan benar-benar khawatir padanya, Kai tersenyum lembut kemudian menggenggam pergelangan tangannya.
"Kami ibu Lin Yue bukan? kamu terlihat sangat mirip dengannya. Serahkan masalah ini padaku."
"Tapi–..."
"Ssttt..." Kai menggunakan jarinya untuk menahan Zi Suyuan berkata lebih lanjut.
"Percayalah, aku tidak akan mati di tempat ini."
Kai kemudian kembali menghilang dan muncul kembali sambil membawa tubuh Mo Kun.
Dia membuka portal dunia jiwa dan memaksa ketiga wanita itu dan Mo Kun masuk kedalam sana.
"T–Tidak Kai Gege, apa kau berencana melawannya sendirian..."
"Ya, aku tidak ingin membahayakan mu dan juga keluargamu."
"T–Tapi..."
Sebelum Zi Lin Yue menyelesaikan ucapannya, portal dunia jiwa telah tertutup sepenuhnya.
"Heh ... Hahahaha.... Menarik, sangat menarik! Kau benar-benar membuka pandangan pria tua ini."
"Apakah portal tadi adalah jalan yang terhubung kedalam dunia jiwa milikmu?"
Kai tidak menjawabnya dan hanya diam saja. Dia berdiri sambil merentangkan otot-ototnya yang kaku.
"Ho, kau sangat berani bocah! apa kau tidak takut jika aku membunuhmu saat ini?" Li Cangtian bertanya dengan seringai di wajahnya.
"Takut? Hahaha, kau sungguh lucu menanyakan hal itu pada seseorang yang pernah mati."
Zhukai yang selesai meregangkan otot nya tertawa lepas mendengar apa yang Li Cangtian tanyakan.
Sementara itu, kerutan semakin banyak muncul di wajah Ki Cangtian karena Kai benar-benar berhasil membuatnya marah.
"Sampah!! meskipun aku tidak bisa melihat basis Kultivasimu, kurasa itu masih berada di bawahku karena tekanan yang kau keluarkan benar-benar cukup lemah."
"Hehe, kau bisa memastikannya sendiri..."
Ekspresi Zhukai menjadi dingin, tubuhnya perlahan terbakar oleh api hitam hingga beberapa detik selanjutnya. Suara ledakan terjadi...
Boommm!!
Serpihan lantai dan puing-puing atap yang hancur terlempar ke berbagai arah.
Kabut asap yang begitu tebal menutupi tempat dimana Zhukai berada.
Ketika kabut asap itu kembali menghilang, sosok Zhukai benar-benar berubah sepenuhnya sekaligus dengan tekanan yang dia keluarkan.
"Oh, perubahan wujud? tak kusangka seorang dari ras manusia bisa menguasai teknik kuno seperti ini. Tapi apakah ini yang membuatmu begitu percaya diri?" Li Cangtian terkejut sambil berkata.
Sementara itu, Zhukai yang berdiri dihadapan Li Cangtian dan juga para tetua pengkhianat sedikit mengangkat mulutnya dan berkata.
"Summon!!..."
Whuss!!!
Energi hitam yang menyelimuti Zhukai semakin membesar. Itu begitu pekat dan juga sangat jahat.
Detik berikutnya, ratusan ribu Undead terus bermunculan dari lantai yang telah menghitam.
"Baiklah, para Undead ku. Saatnya berburu poin!."
****
Bersambung...