
Melihat hewan yang tiba-tiba muncul di depan matanya, Kai melebarkan matanya karena terkejut.
“Hmmmoiii?”
Apa yang dia lihat di depan matanya saat ini adalah seekor bayi naga yang memiliki ukiran aneh pada kepala dan juga ekornya. Bayi naga itu menatap Zhukai dengan ekspresi aneh sebelum kemudian tersenyum dan berjalan kepadanya.
“Hmmooii”
Ding!!
[Selamat kepada Kai gege karena baru saja menetaskan salah satu ras terkuat di Three Realms, Naga Api Kuno!!]
“A, Apa!!..” Mendengar sura notifikasi yang baru saja berdering di kepalanya, Zhukai terperangah karena terkejut.
“Yui’er, a-apakah kamu baru saja mengatakan ras Naga Api Kuno. Bukankah ras itu telah menghilang saat aku melakukan pembantaian sebagai Shura di masa lalu?”
[Kau benar Kai gege, Ras Naga Api Kuno telah menghilang saat kamu mengamuk sebagai Shura di masa lalu. Tetapi mereka sebenarnya hanya bersembunyi, karena setiap bagian dari tubuh ras Naga Api Kuno sangat berguna untuk kultivasi, terdapat banyak Kultivator kuat yang memburu mereka di masa lalu.] Jelas Yui.
‘Ya mereka itu juga mengingatkanku, bukankah Feng Yizue juga keturunan dari ras Naga Api Kuno?” tanya Zhukai
[Ya, Feng Yizue adalah keturunan langsung dari ras Naga Api Kuno, tetapi dia di buang oleh kedua orang tuanya karena memiliki tubuh yang jauh lebih lemah dari keturunan ras Naga Api Kuno pada umumnya.]
Mendengar apa yang Yui katakan, Kai merasakan rasa sakit jauh di dalam lubuk hatinya. Pertemuannya dengan sisa jiwa Feng Yizue di Vena naga api terus membekas di ingatannya. Semakin Kai mencoba mengingat kejadian itu, semakin sakit rasa sakit yang ia rasakan.
“Hmmoii…”
Kai kembali tersadar ke akal sehatnya saat bayi naga api kuno itu mengeluskan kepalanya pada tubuh Zhukai. Kai tersenyum kemudian mengangkat tubuh bayi naga itu dan berkata, “Kamu terlihat cukup imut, aku ingin tahu apakah kamu juga bisa melakukan perubahan wujud suatu saat nanti?”
“Oh benar juga, sebelumnya aku juga telah memberimu nama. Kurasa nama Luna memang cocok untukmu, kamu terlihat sangat menggemaskan sekarang.”
“Hmmooiii..” Luna mengangguk sambil memberikan senyuman kepada Zhukai.
“Ohooo, jadi kamu juga menyukainya..”
Sementara itu, tak jauh dari tempat Zhukai berada, Yun Zhao masih memberku karena terkejut dengan kemunculan binatang yang hanya ada dalam mitos.
“Naga, itu benar-benar naga!!”
“Saya Yun Zhao (putra naga) memberi hormat pada yang mulia naga.” Yun Zhao berlutut sambil menangkupkan kedua tangannya tepat di depan Luna.
Begitu Luna melihat Yun Zhao tiba-tiba berlutut di depannya, dia tiba-tiba menunjukkan taringnya yang tajam sambil meraung walaupun suara raungannya terdengar sangat imut.
"RAWARR!!"
"Hahaha, sepertinya dia tidak suka padamu Zhao!!”
Yun Zhao menatap kosong pada Zhukai dan Luna, “Apa!! Dia takut kepadaku?”
“Ya, apakah kamu tidak melihat bahwa ekspresimu sangat menakutkan sekarang? Jadi jauh-jauh dari Luna!!.” Zhukai berkat dengan nada bercanda.
Setelah dia memberikan formula Latihan pada Yun Zhao, Kai kemudian menggendong Luna kebawah pohon untuk memberikan beberapa buah segar untuknya.
Tetapi begitu Zhukai memetik satu buah segar dari pohon, dia kemudian bertanya pada Yui, “Yui’er, apakah ras Naga Api Kuno memakan buah layaknya manusia?”
[Entahlah Kai Gege, sangat sedikit informasi tentang Ras Naga Api Kuno dalam ingatan Yui] ujar Yui dengan nada suara yang lembut.
Tapi begitu Zhukai mendekatkan buah yang baru saja ia ambil untuk Luna, Luna tiba-tiba secara agresif mengigit lengan Zhukai kemudian menghisap darah yang menetes keluar dari bekas yang telah ia gigit tadi.
“Oh, apakah dia menggunakan darahku sebagai nutrisinya untuk tumbuh?” Zhukai sedikit terkejut pada awalnya tetapi dia kemudian membiarkan Luna menghisap darahnya sampai dia kenyang.
Setelah berselang beberapa menit kemudian, Luna akhirnya melepaskan mulutnya dari tangan Zhukai, setelah dia menguap panjang Luna akhirnya tertidur di pangkuan Zhukai.
Ding!!
[Mendeteksi bahwa jiwa misterius memaksa bangkit dalam tubuh Luna, apakah Kai gege akan membiarkannya?] tanya Yui dengan nada serius.
“Jiwa misterius? Apakah kamu bisa mengetahui jiwa siapa itu Yui’er?” Zhukai bertanya dengan nada khawatir.
[Maaf Kai gege, tapi Yui tidak bisa memeriksa jiwa itu secara paksa atau itu akan membuat tubuh Luna meledak!]
Mendengar itu, Zhukai mengerutkan keningnya dan berkata. “Lalu, bisakah kamu menghancurkan jiwa yang memaksa bangkit dalam tubuh Luna?”
[Bisa, tapi Yui tidak yakin Luna akan baik-baik saja setelahnya.]
“Sial, jika aku membiarkan jiwa itu bangkit dalam tubuh Luna. Apakah jiwa Luna akan menghilang?”
[Tidak, tapi akan ada dua jiwa dalam tubuh Luna jika jiwa itu bangkit. Kejadian itu hampir mirip seseorang yang memilliki kepribadian ganda.]
Zhukai mengepalkan tangannya, dia dengan berat hati menyetujui jiwa misterius itu bangkit dalam tubuh Luna.
Dengan keputusan yang Kai buat itu, tubuh Luna kembali mengeluarkan cahaya putih yang cukup terang. Cahaya itu terus bertahan selama lebih dari dua jam hingga perlahan meredup hingga akhirnya menghilang.
Tepat di detik berikutnya setelah cahaya yang ada di dalam tubuh Luna menghilang, sebuah layar system tiba-tiba muncul tepat di depan mata Zhukai.
Ding!!
Status (Luna / ???)
Basis Kultivasi : Tidak ada / God of Destiny.
Ras : Naga Api Kuno.
Potensi : ????
Loyality : 1000/100
Deg-
Kai dapat merasakan jantungnya berdetak semakin cepat saat melihat tingkat loyality yang ada dalam layar system nya. Apalagi potensi yang dimiliki oleh Luna bahkan tidak terdeteksi oleh System.
"God of Destiny? Apakah Kultivasi ini milik jiwa yang baru saja memasuki tubuh Luna? Hmm, aku akan membiarkan mu menetap di sana untuk sementara waktu. Tapi setelah aku menemukan cara untuk mengeluarkanmu dari tubuh Luna..."
[Karena jiwa yang baru saja bangkit dari dalam tubuh Luna, tubuh Luna akan secara otomatis melakukan perubahan wujud.]
Blinkkk!!
Tubuh Luna kembali mengeluarkan cahaya berwarna putih yang sangat terang. Tak lama kemudian, ketika cahaya yang menyelimuti tubuh luna menghilang, Kai bisa melihat sosok gadis remaja berdiri telanjang tepat di depan matanya.
Tapi anehnya, Zhukai tidak bisa mengalihkan pandangannya pada sosok gadis yang telanjang itu. Tubuhnya tiba-tiba bergetar, butiran air mata mulai mengucur keluar di wajahnya.
Ketika bibir Zhukai terangkat, dia mengucapkan satu nama dari mulutnya. Dan nama orang itu tidak lain adalah, teman lamannya yang telah meninggal jutaan abad yang lalu.
Dan nama orang itu tidak lain adalah...
"Feng Yizue....."
***
Bersambung...