Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Tiba di Sekte Tujuh Pedang


Di masa lalu, setelah Shura membantai ras Ancient God. Keberadaannya menjadi ketakutan bagi setiap ras di Celestial Realms.


Banyak ras, sekte, klan, serta keluarga besar menyatukan kekuatan mereka untuk membunuh Shura sebelum dia menjadi semakin kuat.


Karena pada saat itu Kultivasi Shura hanya berada di ranah yang cukup rendah, dia hanya bisa melarikan diri dan memperkuat tubuhnya sebelum membantai ribuan ras yang ada di semesta.


Selain karena Shura's Ring, ada satu alasan lain mengapa Shura bisa menjadi kuat dengan sangat cepat.


Itu karena sebuah teknik terlarang yang bangkit bersamaan dengan kebangkitan Shura.


Teknik terlarang itu memanfaatkan ketakutan, kebencian, serta emosi negatif dari setiap Kultivator untuk memperkuat dirinya..


Selain itu juga, dengan niat pembantaian yang begitu besar. Shura menjadi semakin tak terkalahkan dan tak tertandingi.


Di suatu waktu di masa lalu.


Setelah Shura membantai salah satu ras iblis bernama ras banteng merah. Dia terjebak dalam susunan array yang memindahkannya ke Holy Realms.


Setelah menjelajahi salah satu benua di Holy Realms selama tiga tahun, Zhukai telah melewati banyak pertempuran yang membuat kekuatannya semakin kuat seiring berjalannya waktu.


Di antara salah satu pertempuran yang telah Kai lalui, ada satu pertempuran yang cukup membekas di ingatan Zhukai selain pertempuran melawan tiga penguasa semesta.


Itu adalah pertempuran melawan lima sekte terkuat di benua naga biru.


Lima sekte itu tidak lain adalah sekte hujan, sekte tombak suci, sekte kemuliaan, sekte sayap ilahi, dan sekte tujuh pedang.


Dalam pertempuran itu, Shura yang masih belum memiliki banyak pengalaman bertempur terdesak dengan cepat dan bahkan hampir membuatnya terbunuh.


"Hahaha, aku telah mendengar ratusan kali tentangmu selama ini. Shura sang pembantai? hahaha, apakah hanya ini kekuatan yang kau miliki." ketua sekte kemuliaan melontarkan ejekan pada Zhu Ken.


Sementara itu di sampingnya, ketua sekte tujuh pedang menatap Zhu Ken dengan wajah dingin.


"Shura, karena kau telah membunuh ribuan murid sekteku, dengan kejam. Membunuhmu tidak akan membuat itu selesai begitu saja."


Mendapatkan tatapan penuh kebencian dan juga niat membunuh, Zhu Ken hanya menyeringai sambil menyeka noda darah di bibirnya.


"Hehehe... Hahahaha... Kalian lima sekte, aku Shura pasti akan membantai habis kalian di masa depan." Zhu Ken tertawa keras sambil memberikan tekanan pada kelima ketua sekte di depannya.


Ketua sekte tombak mulia mengerutkan keningnya dengan penuh kebencian, "Apa kau pikir kau bisa lolos dari situasi ini."


Zhu Ken mengangkat pedang hitamnya, dia menatap kelima orang itu dengan tatapan tajam.


"Tentu saja!!..."


Boommm!!!


Dengan sisa Qi terakhir yang terkumpul di dalam pedang hitam, Zhu Ken memanfaatkan kesempatan itu untuk menggunakan artefak untuk melarikan diri.


Meski tubuhnya terluka parah dan juga mengalami kerusakan internal yang sulit di sembuhkan. Zhu Ken beruntung bisa keluar hidup-hidup dari situasi itu.


Ratusan tahun setelahnya, Zhu Ken akhirnya muncul kembali dan memulai pembantaian terhadap lima sekte terkuat tanpa menyisakan seorangpun.


Tapi sayangnya, di antara kelima sekte itu. Terdapat sepuluh orang dari sekte tujuh pedang yang masih hidup.


Tetapi karena kurangnya sumber daya dan tekanan dari sekte-sekte lainnya. Sekte tujuh pedang secara perlahan mulai menurun hingga terlupakan di benak semua orang.


***


"Gadis kecil, apakah kamu benar-benar berasal dari sekte tujuh pedang?" Zhukai mengulurkan tangannya sambil memberikan Qi miliknya untuk membuat gadis itu tenang.


Setelah berselang beberapa menit, gadis itu akhirnya bisa bernafas normal dan ketakutannya terhadap Zhukai juga perlahan menghilang.


Dia menatap Zhukai dengan rasa penasaran kemudian menganggukkan kepalanya, "Ya, ayahku adalah pemimpin sekte saat ini."


Mendengar ucapan gadis itu, Zhukai berteriak senang dalam hatinya.


"I–Ini jackpot yang tidak terduga."


Kai menggeleng, "Tidak, apakah mereka berdua orang terkenal?"


"Mereka berdua adalah murid dalam dari sekte embun angin. Tetua sekte itu pasti tidak akan tinggal diam mengetahui kedua muridnya terbunuh olehmu."


"Aku sangat berterima kasih karena paman telah menolongku, tetapi aku tidak ingin membawa paman dalam bahaya."


Melihat wajah tulus gadis itu, Zhukai mendengus pelan. "Hmph, dia gadis yang sangat baik ternyata."


Meski Zhukai tidak tahu seberapa kuat sekte embun angin yang di katakan oleh gadis tadi, tetapi Kai cukup yakin bisa mengatasi mereka asalkan Kultivasi mereka tidak lebih tinggi dari seorang Holy God.


Mengabaikan peringatan gadis itu, Zhukai berkata sambil memperkenalkan dirinya.


"Oh, ya aku belum tahu mamamu. Aku Zhukai."


Tapi ia juga baru menyadari bahwa dia saat ini sedang memakai jubah yang menutupi wajahnya.


"Oh, maaf-maaf apakah jubah ini membuatmu takut?"


Sambil tersenyum, Kai melepas jubah hitam itu dan memasukkannya kedalam Inventory.


"Kalau begitu, siapa namamu?"


Gadis itu terpesona untuk sesaat, dia kembali ke akal sehatnya begitu mendengar pertanyaan Zhukai.


"Ah, aku Li Yuechan." jawab gadis itu dengan malu.


Dia kemudian membungkukkan badannya sebagai rasa terimakasih karena Zhukai telah menyelamatkannya.


"Umm, paman penyelamat, mengapa kamu terus menanyakan hal tentang sekteku? Apakah paman mengetahui nya?" Li Yuechan bertanya pada Zhukai.


Karena Kai memiliki keperluan dengan sekte tujuh pedang, dia menjawab pertanyaan dengan sedikit kebohongan di dalamnya.


"Ya, aku pernah mendengar cerita sekte tujuh pedang dari kakekku. Dia berkata bahwa di masa lalu sekte tujuh pedang termasuk kedalam lima sekte terkuat di benua naga biru.


Kai terus bercerita tentang itu hingga membuat Li Yuechan berdecak kagum.


"Benarkah itu? mengapa aku tidak pernah mendengar cerita ini dari ayah." ucap Li Yuechan.


"Tentu saja, apa kamu pikir kakekku akan berbohong padaku!"


Li Yuechan terdiam beberapa saat kemudian bertanya sekali lagi, "Jadi paman, apakah paman memiliki keperluan dengan sekte ku?"


"Ya, ini tentang pesan terakhir kakek yang memintaku untuk bergabung dengan sekte tujuh pedang."


Li Yuechan menghela nafas panjang kemudian menatap Zhukai sambil berkata, "Baiklah paman, aku akan membawamu ke tempat sekte tujuh pedang."


Mengikuti di belakangnya, Zhukai berjalan keluar dari kota dan setelah melewati perjalanan yang cukup lama. Mereka berdua sampai di sebuah bukit kecil yang berada 200 mil dari kota.


"Paman, ini adlah sekte tujuh pedang. Meskipun ini tidak sebesar sekte lainnya. Sekte kami setidaknya memiliki 5.000 murid." jelas Li Yuechan.


Saat Li Yuechan dan Zhukai hendak naik ke atas gunung, mereka berdua di sambut oleh seorang pria besar dengan pakaian hitam berlambangkan tujuh pedang melingkar.


"Ayah...."


Li Yuechan berlari naik kemudian memeluk ayahnya dengan erat. Dia kemudian menceritakan bagaimana Zhukai menyelamatkannya dan menceritakan cerita yang Zhukai katakan padanya.


Mendengar itu semua, pria itu kemudian menatap Zhukai dengan wajah dingin dan juga tatapan tajam.


Melihat pria itu dari jauh, Zhukai menjadi sedikit bersemangat karena tekanan yang keluar dari tubuh ayah Li Yuechan.


"Pria ini ... Dia kuat!!.."


****


Bersambung...