
Tangan kanan Zhuo Fan yang tadi terluka kini mengeluarkan cahaya berwarna emas terang.
Dia berlari kearah dengan Zhukai dengan teriakannya yang menggema di seluruh arena.
"Graaa... Teman, kuharap kau tidak terluka dengan serangan ini."
"Kekeke, kau terlalu meremehkan ku."
Kai juga menyeringai lebar, dia menyuntikkan sedikit Qi miliknya ke dalam garis Meridian di tangan kanannya.
"Tinju biasa!!..."
Boommm!!
Lantai tempat kau berdiri sedikit hancur. Sementara itu, Zhuo Fan terhempas tinggi ke langit dan kembali mendarat di lantai arena dengan lengan kanannya yang patah.
Melihat kondisi Zhuo Fan saat itu, para peserta lain membuka lebar mulutnya karena terpana dengan pertarungan yang luar biasa itu.
Mereka juga sangat terkenal melihat Zhukai bisa menyudutkan Zhuo Fan, bahkan melukai tangan kanannya.
Siapa Zhuo Fan? dia adalah murid jenius dari sekte tinju naga. Dalam hal kekuatan dan kecepatan, tidak ada yang bisa menyaingi Zhuo Fan di generasinya.
Bahkan Zhuo Fan bisa bersaing dengan seorang ahli di ranah Supreme God jika melepas keempat kain hitam yang mengikat pergelangan tangan dan kaki nya.
Tapi sekarang, bahkan setelah Zhuo Fan melepas keempat kain itu, dia masih belum bisa bersaing dengan Zhukai dalam hal kekuatan.
Saat ini di tengah-tengah arena, Zhuo Fan menghirup nafas beberapa kali dengan butiran keringat yang mengucur dengan deras di wajahnya.
"Ha Ha Ha, ada yang salah disini. Bahkan dengan kekuatan seperti itu, mengapa aku merasa bahwa dia belum mengerahkan seluruh kekuatan nya.."
Saat Zhuo Fan sedang menarik nafas, Kai tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
"Sial, dimana dia !?"
Zhuo Fan terus menoleh ke kanan dan kirinya, dia bahkan berbalik tetapi tidak menemukan di mana Kai berada.
"Jangan bilang!!..."
Saat Zhuo Fan mendongak keatas, dia bisa melihat Zhukai melesat kearahnya dengan kepalan tangan nya yang mengeluarkan cahaya hitam.
"Aura naga!!..."
Dengan mengerahkan Qi naga di tubuhnya, Zhuo Fan melapisi lengan kirinya dengan aura keemasan itu.
Begitu tinju Zhukai menghantam lengannya, kedua kaki Zhuo Fan bergetar hebat dan membuatnya hampir berlutut.
"Arghh... Aku pasti tidak akan berlutut!!..."
Dalam keadaannya saat itu, Zhuo Fan memaksa Qi naga di tubuhnya meledak.
Dengan ledakan Qi itu, tubuh Zhukai terbang menjauh.
Sementara itu, Zhuo Fan yang baru saja terlepas dari tekanan kuat yang menghantamnya menarik nafas panjang.
Dia kembali mengumpulkan Qi naga di tubuhnya setelah melihat bahwa Kai masih terhempas terbang di udara.
"Seni tinju naga, amukan naga suci!!.."
Zhuo Fan mengumpulkan seluruh Qi yang tersisa di kepalan tangan kirinya yang masih bekerja.
Saat dia melepaskan tinjunya, gambaran cetakan kepala naga emas terbentuk di udara kosong dan melesat cepat kearah Zhukai.
Mulut naga emas itu terbuka lebar dan menelan Zhukai dan meledak setelahnya.
Boommm!!
Kabut asap tebal menutup seluruh arena setelah ledakan itu terjadi.
Di tempat Zhuo Fan berdiri, aliran darah yang begitu deras mengalir keluar dari lengan kanan dan kirinya.
Karena dia memaksakan tubuhnya melebihi batas yang bisa dia tampung, tubuh fisiknya saat ini tidak bisa menampung lebih banyak Qi naga yang menyebabkan garis Meridian nya meledak.
Selain itu, tulang kedua lengan Zhuo Fan sudah remuk dengan sangat parah.
Dalam kondisi berdiri tegak, Zhuo Fan menatap lurus kearah dimana teknik nya menyerang Zhukai tadi.
Dia terus menggerakkan giginya menahan rasa sakit yang timbul dari kedua lengannya yang terluka.
"Aku tidak tahu, tapi dengan serangan mengerikan seperti itu. Bahkan seorang Supreme God pasti akan terluka."
Pria di sampingnya mengangguk, "Ya, aku setuju dengan pendapatmu."
Sementara itu di ruangan tempat Chen Xia berada, dia terlihat sedikit khawatir melihat gambaran naga besar menekan Kai saat terhempas terbang di udara.
"A–Apakah Kai baik-baik saj–... Tidak, aku harus percaya bahwa Kai pasti selamat dari serangan itu."
Di atas arena, ketika kabut asap perlahan menghilang. Terlihat bayangan seorang pria berdiri tegak di dalam kumpulan kabut asap.
"Uhuk! uhuk!... Itu tadi cukup berbahaya..."
Saat semua orang mendengar itu, lutut mereka seolah menjadi lemas.
Bahkan Zhuo Fan yang memiliki sedikit harapan tiba-tiba terjatuh dengan menatap Kai dengan sedikit rasa kecewa.
"Ha!? Meskipun ini sedikit mengecewakan karena aku tidak bisa melukainya, tetapi aku sedikit puas bisa melawan pria kuat sepertinya."
Karena rasa sakit dari kedua lengannya yang semakin meningkat, Zhuo Fan hampir kehilangan kesadarannya.
Tetapi Kai menepuk pundaknya sambil memberinya sebuah pil berwana hijau cerah.
"A–Apa ini– Arghhh..."
"Telanlah terlebih dulu."
Melihat tidak ada niat jahat dari tatapan Zhukai, Zhuo Fan tanpa ragu menelan pil yang Kai berikan.
Setelah berselang beberapa detik, aliran darah di kedua lengan Zhuo Fan perlahan terhenti.
Selain itu, rasa sakit yang ia rasakan juga perlahan mereda.
Zhuo Fan menatap Kai dengan penuh keterkejutan sekaligus rasa terimakasih.
"I–Ini, pil apa ini?"
"Maaf teman tapi aku tidak bisa memberitahumu, anggap saja ini sebagai rasa terimakasih ku untuk pertarungan hebat ini."
Kai berjalan pergi keluar dari arena, setelah tetua agung mengumumkannya sebagai pemenang.
"T–Tunggu dulu, bisakah kamu mengajariku teknik tadi.."
Kai berhenti melangkah saat mendengar permintaan Zhuo Fan, dia berbalik sambil berkata.
"Tentu saja."
Sambil melihat sosok Zhukai turun dari atas arena, Zhuo Fan perlahan berdiri sambil membungkuk kepadanya.
"Terimakasih untuk pertandingannya..."
Setelah Zhuo Fan kembali berdiri, dia segera kembali ke ruang tunggu sambil menunggu lukanya pilih sepenuhnya.
Di ruang tunggu, tetua dari sekte tinju naga mengepalkan tinjunya dengan erat.
"Anak itu, aku harus memberitahukan ini pada ketua sekte setelah kembali."
Mata semua orang kini tertuju kepada Zhukai, sosok misterius yang berhasil mengalahkan Zhuo Fan tanpa mendapatkan luka sedikitpun.
Setelah pertandingan hebat antara Kai dengan Zhuo Fan, pertandingan selanjutnya cukup membosankan untuk dilihat.
"Setelah berselang lama, akhirnya hanya tersisa empat orang tersisa di atas arena."
Mereka tidak lain adalah Zhukai, Han Shen, Wei Chu, dan Luo Feng.
Tetua agung turun di atas arena dan menatap mereka berempat sesaat, "Ekhem, pertandingan terakhir akan di adakan sedikit berbeda dibandingkan pertandingan sebelumnya."
"Kalian berempat akan bertarung satu bersama di atas arena. Tiga orang yang berhasil bertahan di atas arena akan mewakili benua naga biru di Turnamen Antar Benua."
Setelah keempat orang itu naik keatas arena, tetua agung Akademi Fangxuan segera mengumumkan dimulainya pertandingan terakhir.
"Pertandingan terakhir pada kompetisi sekte kali ini, dimulai!!.."
****
Bersambung...