
Tidak perlu takut, meskipun dia kuat. Tetapi dia memiliki kelemahan yang fatal."
"B–Benarkah ... Lalu, bisakah kau memberitahuku..."
"Kekeke, tentu saja,. Untuk menghadapi lawan sepertinya, kau harus mengorbankan rekan-rekan mu untuk membuatnya kehabisan tenaga." pria jangkung itu memberi saran.
Kedua matanya terpejam, tetapi dia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi saat ini.
Pria yang mendengar saran itu cukup terkejut, tetapi tatapannya menjadi dingin. Dia kemudian mengangguk menyetujui saran dari pria jangkung tersebut.
"Kalian semua, serang ****** itu dari berbagai arah!"
Meskipun bawahan pria itu cukup gentar setelah melihat bagaimana Zi Suyuan membunuh rekannya. Tetapi mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti apa yang ketua mereka katakan.
"Sialan, aku tidak peduli lagi!! Harggghh..."
Whuss!!
Puluhan orang bawahan Li Cangtian melesat dan menyerang Zi Suyuan dari berbagai arah. Setiap kali mereka melakukan serangan, mereka selalu mengincar titik di mana Zi Suyuan kesulitan menghindarinya.
Setelah Zi Suyuan berhasil membunuh lebih dari ribuan orang bawahan Li Cangtian, tubuhnya mengeluarkan banyak butiran keringat.
Nafasnya menjadi semakin tidak merata dan pasokan Qi di dalam Dantian nya juga semakin menipis.
"Hah! Hah! Hah!! ... Ini lebih menyusahkan dari pada yang aku pikirkan."
Zi Suyuan melihat kearah lain di mana pasukan Undead dari Zhukai di bunuh satu persatu oleh bawahan Li Cangtian.
Meskipun jumlah Undead yang Zhukai summon dua kali lebih banyak dari pasukan Li Cangtian, tetapi basis Kultivasi setiap Undead hanya berada di ranah Absolute King.
Sedangkan untuk bawahan Li Cangtian, hampir dari mereka semua berada di ranah Absolute Emperor.
Dengan perbedaan seperti itu, kekalahan dari pasukan Undead sudah di pastikan.
Sementara itu, pria jangkung bawahan Li Cangtian menyeringai ketika melihat Zi Suyuan menurunkan kewaspadaannya.
Dia kemudian memanfaatkan itu untuk melepaskan serangan diam-diam.
Swosshh!!
Dengan tingkat kepekaan dan mata yang luar biasa, Zi Suyuan sedikit bereaksi dengan serangan diam-diam itu.
Meskipun begitu, tubuhnya yang kelelahan tidak merespon dengan baik.
Cratt!!
"Aahhh..."
Lengan kanan Zi Suyuan terkena tusukan pedang dari pria jangkung itu. Dia sangat terkejut melihat Zi Suyuan dapat menghindari serangannya.
"Sialan!!..." Pria itu mengumpat kesal sambil mencoba menusuk jantung Zi Suyuan dengan pedangnya.
Sayangnya, Zi Suyuan sudah merespon terlebih dulu terhadap serangannya.
"Tapak Zi Clan!"
Bam!!
Serangan Zi Suyuan tepat mengenai dada pria itu sebelum dia dapat menyerangnya.
Pria itu terhempas jauh menghantam pepohonan hingga terjatuh ke sebuah tebing gunung.
Zi Suyuan menjauh untuk mencari jarak sembari mencoba menyembuhkan tusukan pedang di tangannya dengan pil penyembuh.
"Hah! Hah! Hah!..."
Tak lama setelah itu, tombak yang berasal dari balik pohon melesat kearahnya. Dengan luka di lengan kanannya yang masih belum sembuh, Zi Suyuan sedikit ragu untuk melawannya.
Dentang!!
Tombak itu terlempar jauh ketika Zi Suyuan menahannya dengan sebilah pedang.
"Siapa di sana!!.."
Zi Suyuan menghunuskan pedangnya pada pohon di mana tombak itu berasal. Detik berikutnya, suara langkah kaki terdengar dari balik pohon.
Orang yang keluar dari balik pepohonan adalah wanita cantik dengan gaun biru tipis yang menutupi tubuhnya.
Dia memiliki senyuman yang memikat dan juga dua payudara besar yang menggantung di dadanya.
Dia menyangga *********** dengan kedua tangan sambil berkata, "Aku tidak menduga kamu bisa menahan itu dengan kondisi seperti ini."
Zi Suyuan tidak menjawab, dia mencoba berdiri tegak. Tetapi rasa sakit di lengan kanannya terus menganggunya.
Karena dia juga kehabisan Qi di dalam Dantian nya, dia tidak bisa menggunakan Qi untuk mengehentikan darah yang keluar.
"Cih, ini menjadi semakin sulit..."
Zi Suyuan menggenggam erat pedang di tangannya dengan tubuh bergetar. Pandangan matanya semakin memudar karena kehilangan banyak darah.
Sesaat sebelum wanita itu memulai serangan, Zi Suyuan tiba-tiba teringat dengan apa yang Kai berikan padanya.
"Batu giok..."
Zi Suyuan mengeluarkan batu giok yang Kai berikan dari cincin ruangnya. Batu giok itu kemudian muncul di telapak tangannya.
Wanita yang tadi menyerang Zi Suyuan merasakan ada yang aneh ketika batu giok itu tiba-tiba muncul di telapak tangan Zi Suyuan.
Wanita itu melesat dengan kecepatan tercepatnya. Matanya mengandung niat membunuh yang begitu pekat, dia mengalirkan Qi miliknya ketika jaraknya dan Zi Suyuan hanya terpaut 2 meter.
"Mati!!!.."
Whuss!!
Serangan pedang yang begitu kuat itu mengenai udara kosong. Wanita itu menggertakkan giginya dengan wajah kesal.
"Sialan!!!..."
Sementara itu, jauh dari tempat pertarungan Zi Suyuan. Zhukai tiba-tiba terkejut, tetapi tak lama kemudian dia tersenyum.
"Tch, berani-beraninya kau tersenyum di saat seperti ini. Matilah!!."
"Hehehe... Fisik Kaisar Abadi : Pengerasan Tubuh."
Dentang!!!
Ketika pedang Li Cangtian mengayunkan pedangnya pada Zhukai, dia merasakan bahwa dia baru saja mencoba membelah bongkahan baja yang sangat keras.
Boomm!!!
Pedangnya hancur dan tubuh Li Cangtian terhempas beberapa meter jauhnya.
"Khahkk..."
Li Cangtian memuntahkan beberapa teguk darah dari mulutnya. Dia menderita luka dalam akibat benturan tadi.
"A–Apa-apaan itu! Bukankah yang barusan itu adalah teknik penguatan tubuh yang hanya bisa di gunakan oleh seseorang yang memiliki Fisik Kaisar Abadi.."
Li Cangtian mengambil sebilah pedang baru dari cincin ruangnya, dia menatap Zhukai dengan niat membunuh 6ang semakin pekat.
"Aku tidak peduli bagaimana kamu bisa melakukannya, tapi...."
Pedang di genggaman tangan Li Cangtian mengeluarkan aura tajam, bayangan pedang yang tipis terbentuk dari ukiran kuno yang ada di bilah pedangnya.
"Bergembiralah karena bisa melihat salah satu teknik berperang yang telah lama aku latih..."
"Li Cangtian Supreme : Zone Impact!"
Zzrrttt...
Boomm!!
Hanya dalam sepersekian detik, ledakan besar terjadi tepat di gunung Yunxi.
Hampir seluruh bagian gunung tersebut hancur, asap tebal menutup ke seluruh gunung permukaan gunung yang telah hancur.
Seluruh bawahan Li Cangtian yang ikut bersamanya ikut terbunuh, bahkan jejak dari mayat mereka semua tidak tersisa seorangpun.
Ketika asap tebal yang menutupi seluruh permukaan gunung Yunxi yang sudah hancur perlahan memudar, terlihat sosok Li Cangtian melayang di udara dengan butiran keringat memenuhinya wajahnya.
"Hahh.. Sialan, untuk mengembalikan tubuh muda ini aku harus menghabiskan banyak energi spiritual."
"Setelah menggunakan serangan barusan, hanya tersisa sedikit energi spiritual di dalam Dantianku."
"Hmph, tapi itu cukup setimpal. Dengan serangan barusan, bahkan jika dia memiliki fisik kaisar abadi, dia pasti sudah mati."
Li Cangtian tersenyum puas dan mengeluarkan tawa konyol dari mulutnya.
Tapi beberapa detik selanjutnya, tawa yang keluar dari mulutnya terhenti. Bahkan nafasnya menjadi cepat setelah mendengar suara yang seorang pria di telinganya.
"Kekeke, kau cukup percaya diri dengan serangan itu pak tua..."
Li Cangtian dengan cepat menundukkan kepalanya. Di bawahnya, terlihat sosok Zhukai berlutut dengan tubuh berlumuran darah.
Bahkan organ-organ dalamnya sudah hancur, tulangnya juga hampir semuanya remuk.
"Meski begitu, Zhukai masih bisa mempertahankan kesadarannya karena tubuh Asura miliknya."
Meskipun Li Cangtian sedikit ketakutan, tetapi rasa takut itu seketika menghilang setelah melihat kondisi Zhukai saat ini.
"Hahaha, lucu sekali! Dengan kondisiku saat ini, aku bisa saja membunuhmu dengan satu serangan."
Ekspresi Li Cangtian penuh dengan rasa kepercayaan diri.
Anehnya, Zhukai masih tersenyum saat ini.
"Kau sangat percaya diri bajingan tua, tapi apa kau yakin bisa membunuhku hanya dengan satu serangan?"
Zhukai menyeringai, tubuhnya mengeluarkan aura merah yang sangat pekat dengan niat membunuh yang sangat jahat.
Deg–
Ketika Li Cangtian merasakan niat membunuh yang membuat tubuhnya bergetar, matanya tiba-tiba melebar.
"M–Mustahil!! I, Ini tidak mungkin! Siapa kamu sebenarnya sialan!!!...."
Zhukai menyeringai dingin, "Seharusnya kau sudah sadar itu, bajingan tua ... Aku, Shura!!"
***
Bersambung...