
Zhukai menatap Ouyang Jin dengan serius. Dia bisa saja mengajari beberapa teknik nya pada Ouyang Jin. Tetapi Kai memiliki beberapa pikiran sendiri.
Sambil menunggu jawaban dari Ouyang Jin, Zhukai kembali memejamkan matanya. Berkat transformasi Shura, tubuhnya terus menyerap esensi api dalam jumlah besar.
Kai tidak takut akan kejadian seperti yang Ouyang Jin alami. Fisik kaisar abadinya sangat kuat, bahkan esensi api seperti itu kesulitan untuk melukainya.
Di saat Zhukai dengan tenang memurnikan esensi api di dalam Vena Naga Api, suara notifikasi system yang sudah lama tidak terdengar berbunyi di benaknya.
Ding.
[Kai Gege memicu misi system. (Temukan makam leluhur naga api)]
[Hadiah penyelesaian : Mengalami kenaikan empat tingkat, segel Fisik Asura terbuka (5/1000), Kai Gege mendapatkan bilah iblis naga, dan 150 Poin Shura]
Setelah notifikasi itu berakhir, Zhukai membuka kedua matanya. Sorot matanya yang tenang menunjukkan sedikit jejak rasa dingin.
"Leluhur naga api? mungkinkah dia Feng Yizue?"
Zhukai mengelus dagunya sambil berpikir. Dalam ingatan kehidupan pertamanya, dia pernah bertarung dengan salah satu petarung terkuat dari ras naga api.
Meskipun pada saat itu Kai menang dengan telak, tetapi lengan kanannya terbakar habis yang menyebabkan ia harus beristirahat selama seminggu penuh.
"Jika dia bukan Feng Yizue, apakah ada petarung lain yang lebih kuat darinya?" Hanya dengan memikirkan itu, Zhukai sedikit penasaran.
Apalagi hadiah yang dia dapatkan setelah menyelesaikan misi itu cukup bagus.
"Hmm, ini menarik. Baiklah aku akan melakukannya."
Kai mengalihkan pandangannya pada Ouyang Jin dan kembali meminta jawabannya, "Jadi, apa jawabanmu?"
Melihat sorot mata Zhukai yang dingin tanpa emosi, Ouyang Jin sedikit bergidik. Detik berikutnya, Ouyang Jin menarik napas panjang dan menatap Kai dengan tatapan penuh tekad.
"Aku tidak memiliki apapun saat ini. Tetapi jika kamu memerlukan bantuan ku di masa depan, aku berserta ras Demon Spirit bersedia memberiku bantuan."
Zhukai menyeringai begitu mendengarnya, "Bisa berkata seperti itu, sepertinya identitas gadis kecil ini lebih istimewa dari yang aku pikirkan."
"Baiklah gadis kecil, mendekatlah!."
Ouyang Jin memegang dadanya sambil berjalan mendekat ke arah Zhukai.
"Duduk di sini." ucap Zhukai sambil menepuk pahanya.
"A–Apakah kita perlu melakukan ini?" Ouyang Jin bertanya sambil tersipu malu.
Wajahnya sudah berubah merah seperti apel. Untungnya, tidak ada orang lain selain mereka berdua di sana.
Jika tidak, Ouyang Jin benar-benar akan menanggung rasa malu itu selama menjadi murid sekte tujuh pedang.
"Tentu saja, aku perlu memberikan teknik Kultivasi ku padamu."
Meski alasan sebenarnya Kai melakukan itu hanya untuk mengambil keuntungan dari Ouyang Jin. Tetapi ia masih harus fokus untuk memberikan teknik Kultivasi nya padanya.
"Harum sekali." untuk sesaat, Kai di mabukkan oleh aroma dari tubuh Ouyang Jin.
Meskipun gadis itu berkeringat karena suhu di dalam Vena Naga Api, tetapi itu tidak menutup aroma harum dari tubuhnya.
"Hehehe, gadis kecil ini benar-benar sangat mudah untuk di bohongi." Zhukai terkekeh sambil tersenyum cabul.
Karena Ouyang Jin saat ini tengah duduk di pahanya, Zhukai dengan mudah menggerakkan kedua tangannya untuk membuka beberapa titik Meridian yang tertutup di tubuh Ouyang Jin.
Karena teknik yang akan Kai berikan nanti hanya berguna ketika orang itu berhasil membuka seluruh garis Meridian di tubuhnya.
"Kyaa~..."
Begitu garis Meridian pertama terbuka, Ouyang Jin merasakan sengatan rasa geli di tubuhnya.
"Ha! Ha! Ha!... K–Kai, A–Apakah kamu sudah selesai membuka seluruh garis Meridian ku?" tanya Ouyang Jin dengan helaan nafas yang tidak merata.
Wajahnya memerah sepenuhnya dengan energi spiritual yang tidak berhenti merembes keluar dari tubuhnya.
"Telan pil ini dan murnikan dengan cepat, aku juga akan memberimu teknik Kultivasi ku."
Zhukai mengangkat jari telunjuknya dan meletakkannya di kening Ouyang Jin.
Saat cahaya redup yang menyala di ujung jarinya memasuki tubuh Ouyang Jin. Berbagai pengetahuan mulai bermunculan di dalam pikiran gadis itu.
"Pelajari itu kemudian telan pil yang aku berikan tadi." ucap Zhukai sambil berdiri.
"K–Kai, kamu mau kemana?" Ouyang Jin menatapnya dengan wajah merah.
Terlihat efek dari terbukanya seluruh garis Meridian masih tersisa.
"Aku akan pergi sebentar, aku pasti akan kembali." Zhukai mengelus kepala gadis itu dengan lembut kemudian berjalan pergi dari tempat itu.
Karena Vena Naga Api merupakan dunia kecil yang terbentuk dari berbagai jiwa dari ras naga api, itu masih menyisakan sedikit roh jahat.
Kai takut Ouyang Jin akan terluka saat dia pergi, jadi ia membuat Array pelindung untuk melindunginya saat ia tidak ada.
Setelah meninggalkan lautan lava, Zhukai terus berjalan menelusuri Vena Api selama lebih dari setengah jam.
"Cukup sulit menemukan makam itu, Vena Naga Api ini ternyata lebih luas dari yang aku pikirkan."
Saat Zhukai kembali melangkahkan kakinya, pemandangan di sekitarnya tiba-tiba berubah.
Tempat yang awalnya di penuhi dengan esensi api panas kini telah berubah menjadi sebuah tempat berkabut dengan sebuah tangga di depannya.
Hawa dari esensi api yang Kai rasakan juga tiba-tiba menghilang. Saat ini, Kai mengalihkan pandangannya ke sekeliling nya untuk melihat apakah ada yang aneh dengan tempat itu.
Kai kemudian membuka mata bintang nya untuk melihat lebih jelas tempat apa itu.
"Ini jelas bukan ilusi, apakah aku baru saja di teleportasikan ke tempat lain?" gumam Kai pelan saat merasakan persepsi ilahinya tidak berfungsi di tempat itu.
Bahkan setelah menggunakan mata bintang nya untuk melihat lebih jelas tentang tempat itu. Rasa sakit yang menusuk segera menyerang kedua matanya.
"Sepertinya aku sampai di tujuanku saat ini." Zhukai sedikit tertawa sambil menyeka aliran darah yang keluar dari kedua matanya.
Dia kemudian menatap tangga di depannya dan menaiki tangga itu tanpa keraguan.
Tak lama setelah Zhukai menaiki tangga itu, pemandangan di sekitarnya kembali berubah.
Lapisan kabut tebal itu perlahan menghilang di gantikan oleh padang rumput yang begitu luas dengan seorang pria yang sedang duduk sambil meneguk arak.
Saat Zhukai melihat sosok pria itu, jejak rasa ketidakpercayaan terlihat jelas pada sorot matanya.
Saat Zhukai sedang dalam rasa ketidakpercayaan nya, pria itu meletakkan secangkir arak di atas meja.
Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Zhukai sambil tersenyum ramah.
"Kita bertemu lagi Zhu Ken, atau bisa aku katakan ... Shura!."
Mendengar ucapan pria itu, Zhukai kembali ke akal sehatnya kemudian berjalan untuk duduk di meja yang sama dengan pria itu.
"Jadi ini benar kamu, Feng Yizue!"
[Selamat Kai Gege, kamu menemukan makam leluhur naga api]
***
Bersambung..