
Setelah mendapat jawaban dari kusir kudanya, pria itu kembali menutup jendela kereta.
"Tuan muda terlihat sangat keren."
Di dalam kereta, empat orang yang semuanya wanita menatap pria tadi dengan tatapan penuh gairah.
Wajah mereka berempat merah merona dengan sedikit air liur menetes keluar dari mulut mereka tanpa mereka sadari.
"Gadis kecilku, kalian harus bersabar karena sebentar lagi kita akan sampai di penginapan. Setelah itu..." pria itu berhenti berbicara, dia menjilati bibirnya dengan wajah tidak sabar.
"Hehehe, setelah berkultivasi ganda dengan mereka nanti. Kultivasiku akan mengalami terobosan. Setelah itu, masuk ke dalam sepuluh besar bukan lagi hal yang mustahil." pria itu menyeringai lebar.
Dia memanggil salah satu wanita di antara keempat wanita itu. Setelah wanita itu duduk di sampingnya, pria yang merupakan perwakilan sekte pedang guntur seketika meremas dada wanita yang baru duduk di sampingnya.
"Hehehe, di turnamen nanti pasti akan ada banyak wanita cantik bukan? Dengan ketampananku dan juga teknik menggodaku, aku akan membuat para wanita itu tunduk!."
"Dan setelah itu ... hahahaha, aku, Lan Chen akan menjadi jenius nomor satu di benua naga biru!.."
Dengan begitu, kereta kuda yang membawa perwakilan sekte pedang guntur akhirnya tiba di penginapan.
Sementara itu, kelompok Zhukai yang saat ini berjarak kurang dari 15 mil dati kota Fangxuan tiba-tiba di serang oleh sekelompok burung gagak yang tiba-tiba saja mengamuk.
"Mereka adalah gagak darah, mengapa binatang berbahaya seperti mereka ada di sini. Dan lagi, jumlah mereka semua sangat tidak masuk akal."
Chen Xia mengerutkan kening sambil menggertakkan giginya saat melihat ratusan gagak darah mengepung mereka.
Bahkan dengan tekanan dari gagak emas, itu belum cukup untuk membuat sekelompok gagak itu takut.
Karena mereka masih terjebak oleh sekelompok gagak darah, Chen Xia tidak memiliki pilihan lain.
"Aku akan membuka jalan bagi kalian semua. Manfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri dari gagak darah ini."
Setelah Chen Xia berteriak dengan keras, dia menyatukan kedua telapak tangannya sambil mengalirkan seluruh Qi di tubuhnya untuk satu serangan itu.
Zhukai yang saat itu masih bermeditasi di atas elang emas membuka matanya secara perlahan.
Sorort matanya menatap tajam pada Chen Xia yang saat ini sedang mengeluarkan salah satu teknik terkuat nya yang menguras seluruh Qi di tubuhnya.
"Gadis ini, dia ingin bunuh diri!..."
Swossh!!
Dengan gerakan yang sangat cepat, Kai secara tiba-tiba muncul di depan Chen Xia dan menarik pergelangan tangan wanita itu.
"Tch, apa kau mencoba bunuh diri!? Bagaimana bisa kau kewalahan melawan sekelompok gagak jelek ini..."
"Berhenti bercanda! nyawa para murid sedang di pertaruhkan saat ini, aku sebagai tetua harus melindungi mereka semua dengan nyawaku sendiri." Chen Xia menarik paksa tangannya.
Sayangnya cengkeraman Zhukai terlalu kuat yang memaksa Chen Xia diam tanpa bisa melakukan apapun.
"Haahh, ini hanya sekelompok gagak darah oke. Kalian semua, dengarkan apa yang aku katakan setelah ini."
Saat Kai berbalik, dia melihat teman-teman nya yang cukup ketakutan di bawah tekanan dari ratusan gagak darah.
"Mereka semua sudah terjebak oleh ilusi gagak darah. Aku tidak bisa membangunkan mereka secara paksa atau itu akan menghancurkan jiwa mereka semua."
Karena tidak memiliki pilihan lain, Kai memukul leher belakang Chen Xia yang kemudian membuat wanita itu pingsan.
Bang! Bang! Bang!
Kai memukul tetua lain dan juga teman-temannya yang membuat mereka semua pingsan.
Setelah melihat tidak ada seorangpun dari mereka yang masih sadar, Zhukai menarik keluar bilah naga dari sarungnya.
"Kalian makhluk kecil beraninya menganggu perjalananku, terimalah hukuman ini!... Pedang Dewa!.."
Mata Zhukai sesaat memutih sepenuhnya, energi Qi yang luar biasa mengalir melalui garis merdian di tangannya dan membuat bilah naga mengeluarkan cahaya terang.
"Energi ini, terlalu banyak! aku tidak bisa menampung semuanya. Kyaa~..." Roh pedang dari bilah naga berteriak keras saat menerima luapan Qi yang Kai berikan.
Boomm!!
"MATILAH!!!..."
Boomm!!
Ratusan gagak darah yang mengepung Zhukai meledak seketika, gambaran pedang yang terbentuk di atas langit tiba-tiba menghilang dan hujan akhirnya turun
Ding! Ding! Ding!
Notifikasi system terus berdering di dalam kepala Zhukai, tetapi konsentrasi Kai lebih fokus pada bilah naga di tangannya.
"Tak ku sangka serangan dari pedang dewa akan menimbulkan kerusakan seperti ini, pedang Feng Yizue benar-benar senjata yang sangat luar biasa."
Air hujan yang bercampur darah membasahi setiap pohon yang ada di bawah membuat dedaunan menjadi merah.
"Lanjutkan perjalanan!." Kai berjalan ke leher elang emas kemudian berbisik pelan di dekat telinga burung itu.
Sementara itu di Akademi Fangxuan, seorang pria yang sudah sangat tua membuka lebar kedua matanya saat melihat gambaran pedang besar di atas langit.
Dia berjalan perlahan menuju ke jendela untuk melihat lebih jelas tentang gambaran pedang itu.
"Sungguh teknik yang mengerikan, siapa orang yang menggunakan teknik seperti itu di benua naga biru?" gumam pria tua itu sambil memegang janggut panjang nya.
Saat pria tua itu sedang mengamati gambaran pedang lebih jelas lagi, suara seorang wanita memecah konsentrasi nya.
"Kakek, semua orang sudah menunggumu di halaman. Kamu harus hadir di kompetisi sekte nanti bersama denganku." suara wanita itu cukup imut.
Saat pintu ruangan itu terbuka, sosok wanita cantik dengan rambut biru panjang berjalan masuk.
Dia memiliki pupil mata berwarna biru dengan senyuman manis di wajahnya. Wanita itu tidak lain adalah Ning Gu, seroang wanita yang pernah menggoda Zhukai dulu sekali.
"Ah, kamu terlihat semakin cantik cucu kesayanganku. Apakah kamu memiliki seseorang yang kamu sukai? tidak biasanya kamu merias wajahmu seperti itu."
Ning Gu tertawa kecil, "Jangan menggodaku kek, ayo cepat turun! Ayah dan ibu sudah menunggu di bawah."
"Baiklah.."
Sebelum pria tua itu turun bersama cucunya, dia kembali menatap keluar jendela. Sayangnya, gambaran pedang besar itu telah menghilang bersama dengan kilatan-kilatan petir di langit.
"Tapi mengapa aku seperti pernah melihat teknik itu di masa lalu?"
"Aiyo, mungkin ini karena usiaku sudah terlalu tua haha..."
Sambil tertawa, pria tua itu turun ke bawah bersama dengan cucunya.
Sementara itu, kelompok sekte tujuh pedang saat ini sudah hampir mencapai pintu gerbang kota Fangxuan.
Tetapi, Kai memerintahkan elang emas untuk turun terlebih dulu karena ada peraturan yang mengharuskan setiap perwakilan sekte memasuki gerbang utama.
"Gadis kecil, cepat bangun!.." Kai menyentuh pipi Chen Xia selembut yang ia bisa.
Beberapa detik setelahnya, Chen Xia perlahan membuka mata. Saat dia mendapatkan kesadarannya, Chen Xia membuka lebar matanya sambil berteriak.
"Tidaakk!!..."
Sontak saja, wanita itu menggenggam lengan Zhukai yang ada di sampingnya.
"Tenanglah, kita semua selamat. Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu lagi." Kai menggunakan sedikit true energinya untuk membuat Chen Xia tenang.
Setelah Chen Xia perlahan tenang, Kai meminta bantuannya untuk membangunkan murid-murid yang lain.
****
Bersambung...