Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Kepergian Yun Che


Saat Kai berjalan semakin mendekat, apa yang dia pikirkan benar-benar terjadi.


Dia akhirnya bisa menatap Yun Che lebih dekat dan tubuh pria itu terlihat seperti roh.


Dia tidak memiliki aura kehidupan, tetapi hanya aura kematian yang sangat pekat memancar keluar dari tubuhnya.


"Y–Yun Che ... mengapa kau bisa jadi seperti ini!?." Zhukai membuka lebar mulutnya sambil terus berjalan mendekat.


Sayangnya, Yun Che terlihat seolah tidak mengenalinya. Dia menatap Zhukai dengan mata merahnya kemudian meraung dengan keras.


"Manusia... Cepat pergi atau aku akan membunuhmu!!.."


Seolah tidak mendengar peringatannya, Kai terus berjalan mendekati Yun Che.


Melihat itu, kemarahan pada sorot mata Yun Che semakin membesar. Dia meraung keras sambil mengeluarkan energi kematiannya untuk menyerang Zhukai.


Sayangnya, Kai memiliki sebuah tubuh yang membuatnya kenal terhadap serangan racun ataupun energi kematian.


Itu adalah Tubuh Dewa Kematian yang saat ini telah menyatu dengan fisik kaisar abadi.


Meskipun serangan pertama Yun Che tadi berhasil melukai Kai dengan sangat parah, tetapi sekarang Yun Che hanya menyerang menggunakan aura kematian nya yang itu sama sekali tidak bekerja untuk Zhukai.


Melihat serangannya tidak bekerja, Yun Che. mengerutkan keningnya dan kembali meraung dengan marah kepada Zhukai.


"Manusia kotor!!.. Ini peringatan terakhir dariku. Jika kau tidak segera meninggalkan tempat ini, maka aku akan–..."


Ucapan Yun Che terhenti saat melihat sebuah pedang hitam dengan bilah yang sangat tajam di tangan Zhukai.


Tanpa ia sadari, energi kematian yang menyelimutinya menghilang seketika.


Sosok Yun Chen yang sudah sangat tua terlihat dengan jelas.


Janggut dan juga kumis tumbuh di wajahnya, itu sangat putih. Serta keriput di sekujur tubuhnya terlihat dengan sangat jelas.


"K–Kakak ... Jadi ini benar-benar kamu!."


Pria tua itu tidak lain adalah sosok pria remaja yang Kai temui di masa lalu.


Karena pada awalnya dia memang tidak memiliki bakat dalam berkultivasi, Kultivasinya telah terjebak di ranah Ancestor untuk waktu yang sangat-sangat lama.


Bahkan ketika usia Yun Che sudah menua, dia belum mendapatkan kesempatan untuk menerobos.


"Aku tidak bisa terus seperti ini, aku masih memiliki janji dengan kakak..."


Karena janji yang telah dia buat dengan Zhukai, Yun Che akhirnya menggunakan teknik terlarang yang mengubah tubuhnya menjadi sesosok roh.


Itu juga yang memberinya keabadian untuk waktu yang sangat lama sampai dia dapat bertemu kembali dengan Zhukai saat ini.


Akibatnya, karena Yun Che telah menjadi roh untuk waktu yang lama. Ketahanannya terhadap energi jahat terus mengurangi hingga membuat kondisinya menjadi seperti saat ini.


Jika bukan karena Kai yang menunjukkan pedang hitam di tangan nya, Yun Che sama sekali tidak mungkin mengenalinya di kehidupan ketiganya..


"Yun Che, jadi ini benar-benar kamu. Bagaimana kamu bisa berubah menjadi seperti ini?" Zhukai bertanya dengan rasa bersalah dalam hatinya.


Yun Che tertawa, "Hahaha, kenapa wajahmu berubah seperti itu kakak? apa kamu tidak senang bertemu denganku?"


Bahkan setelah Yun Che tertawa seperti itu, ekspresi Zhukai tetap tidak berubah.


Melihat itu, Yun Che. akhirnya menghela nafas panjang.


"Haahhh, aku tahu bahwa ini adalah pertemuan kembali sekaligus pertemuan terakhir bagiku. Tapi, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu ... Kakak, sekaligus ayah angkatku..."


Begitu Yun Che menyelesaikan ucapannya, dia menatap telapak tangannya yang perlahan memudar.


"Y–Yun Che apa yang terjadi padamu..." tubuh Kai menegang, dia melangkah maju dengan perlahan.


Saat Yun Che menatapnya, dia tersenyum sambil berkata. "Kurasa ini sudah waktunya..."


"Maaf kakak, kurasa aku tidak bisa bertahan disini lebih lama lagi. Karena aku telah menepati janji kita di masa lalu, kuharap kakak bisa mencapai kebahagiaan yang tidak bisa kakak dapatkan di sama lalu..."


Yun Che berhenti, dia menghapus air mata kebahagiaan di wajahnya sambil tersenyum selebar yang dia bisa.


"Kalau begitu kakak, sebelum aku pergi. Bisakah kamu memelukku, sebagai ayah tentunya hahaha... Kamu tahu bahwa ayah kandungku telah meninggal sejak aku masih kecil bukan, jadi sebelum aku mati. Aku ingin merasakan pelukan dari seorang ayah."


Mendengar itu, Zhukai tidak bisa lagi menahan air mata di wajahnya.


Bahkan saat ini, tepat di depannya. Seorang remaja kecil yang dulu sekali pernah menjadi teman sekaligus muridnya meninggal di depannya.


"B–Baiklah..."


Dengan tubuh bergetar, Kai melangkah maju secara perlahan dan akhirnya memberi Yun Che pelukannya.


Tubuh tua Yun Che perlahan memudar hingga akhirnya menampilkan penampilan pada saat remaja dulu..


"Terimakasih dan selamat tinggal, kakak!..."


Tepat setelah Yun Che selesai berbicara. Tubuhnya seketika berubah menjadi ribuan titik cahaya dan menerangi seluruh hutan itu.


"Selamat tinggal, adik kecilku..."


Zhukai berdiri mematung dengan kepalanya yang menunduk kebawah.


Kenangan tentang Yun Che secara perlahan memenuhi ingatan nya.


Hingga saat Zhukai terus melihat kenangan itu dari ingatannya, dia menerima suara notifikasi dari system.


Ding!


[Sebelum kematian Yun Che, dia meninggalkan satu-satunya benda berharga miliknya]


[Pil keabadian : Meningkatkan Kultivasi seseorang satu ranah di bawah ranah Absolute King]


Sebuah pil berwarna biru kehitaman melayang tepat di depan Zhukai saat ini.


Pil itu memancarkan aura yang cukup kuat dengan kilatan petir ungu yang mengitarinya.


"Masukan itu ke Inventory..." ucap Kai dengan suara dingin.


Meskipun dia sedikit terkejut, tetapi dengan kematian temannya. Bagaimana dia masih bisa tersenyum saat ini.


Beberapa detik setelah kematian Yun Che. serta kesedihan Zhukai.


Puluhan binatang buas di ranah Holy God Venerable mendekat kearah Zhukai.


"Haa... serangga pengganggu." Kai berbalik sambil menatap tajam pada kerumunan harimau yang datang kepadanya.


Dia mengalirkan Qi kedalam garis Meridian yang ada di lengan kanannya dan membuat telapak tangannya bercahaya.


"Matilah!!!..."


Swossh!!


Boomm!!


Puluhan harimau itu meledak dan darah berceceran di mana-mana.


Karena ledakan itu juga, beberapa binatang buas yang berada di dekat sana menjadi tertarik dan menghampiri tempat di mana Kai berada.


Apalagi setelah aura dari Yun Che telah menghilang, ketakutan pada binatang buas juga ikut menghilang.


Saat ini, ada ribuan bintang buas yang terus berdatangan dan mengelilingi Zhukai dari berbagai arah.


"Bagus!! lebih banyak, datanglah lebih banyak. Dengan ini, akhirnya aku bisa melepaskan kesedihanku..."


Tatapan Zhukai menjadi semakin dingin, dia menarik keluar pedang hitam dari sarung pedang di punggungnya.


Bahkan dengan ribuan bunatang buas yang mengepungnya, tidak ada perubahan dalam ekspresi Zhukai.


"Arrrhhh...."


Zhukai meraung dengan keras sambil menerjang maju kearah kerumunan binatang buas itu tanpa rasa takut.


"Yun Che, kuharap kau bisa memaafkan ku di kehidupan mu selanjutnya..."


Slash! Slasshhh!! Sllaaasshhhh!!


***


Bersambung...