Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Guan Jing


Dengan murid laki-laki yang di pimpin menuju ke asrama oleh seorang tetua pria. Murid perempuan di pimpin oleh Li Yuechan menuju ke asrama perempuan.


Dalam pengujian bakat, terdapat 40 murid laki-laki dan 30 murid perempuan yang di terima oleh sekte tujuh pedang sebagai murid luar.


Sedangan untuk bakat seorang murid yang memiliki warna hitam keatas, mereka dengan bebas dapat mengakses perpustakaan sekte yang mana itu berisi tentang teknik-teknik dan sejarah sekte tujuh pedang.


Sampai di gerbang asrama laki-laki, apa yang Kai lihat selanjutnya adalah sebuah perumahan seluas 100 meter dengan tujuh bangunan berlantai satu.


Meski bangunan itu terlihat sederhana, tetapi itu membuat Zhukai sedikit bernostalgia dengan masa lalu nya.


"Baiklah, aku hanya mengantar kalian sampai disini. Kalian bisa menentukan nomor kamar kalian sesuka hati."


Karena tidak banyak murid luar sekte tujuh pedang, tetua itu merasa tidak apa-apa bagi para murid untuk memilih kamar sesuka hati.


"Terimakasih tetua." 40 murid laki-laki itu menyatukan tangan mereka sambil memberi hormat pada tetua.


Setelah tetua itu pergi, Zhukai menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya sesaat.


Ketika dia kembali membuka mata, Kai melihat tatapan banyak murid mengarah padanya.


"Saudara, kau sangat hebat! Bisa menandingi bakat Putri Ruyue, itu sungguh pencapaian yang sangat besar." ucap seorang pria berumur 25 tahun-an sambil tersenyum sekaligus kagum.


"Hahaha, saudara kau terlalu memuji." Zhukai menggaruk kepalanya sambil tersenyum ramah pada mereka semua.


Dengan sekali pandangan, Kai tahu bahwa teman-teman seperguruannya saat ini sama sekali tidak memiliki niat jahat dari tatapan teman seperguruan nya.


"Beruntungnya, kurasa kehidupan ini akan terasa sangat menyenangkan." gumam Zhukai sambil tersenyum tipis.


Dia kemudian mengajak teman-teman barunya untuk masuk kedalam asrama dan memilih kamar masing-masing.


Setelah memilih kamarnya sendiri, Kai membuka pintu dan segera melemparkan tubuhnya keatas kasur.


"Haahhh... Menurut apa yang Li Yuechan katakan saat itu. Aku setidaknya harus memiliki 10.000 poin kontribusi untuk melalui ujian menjadi tetua. Ini sudah malam hari, aku akan berkultivasi dan pergi ke perpustakaan besok pagi."


Zhukai melepas pakaian atasnya dan duduk bersila di atas lantai. Tetapi sebelum itu, Zhukai membuat lapisan pelindung untuk berjaga-jaga jika saja ia menerobos saat berkultivasi nanti.


Mengambil segenggam pil Kultivasi dari tas penyimpanan, Zhukai menelan itu selama sekali makan.


Boommm!!


Lonjakan energi spiritual yang begitu besar meledak di dalam tubuh Zhukai. Meski dengan banyaknya energi spiritual itu, Kai merasa sangat jauh dari terobosan ke ranah berikutnya.


Kai megambil segenggam pil lagi kemudian menelannya.


Kai terus mengulangi proses tersebut hingga cahaya hangat dari matahari mengenai kulitnya.


Haa!!


Kai menghembuskan nafas panjang, dia sedikit mengeluh tentang banyak keringat yang mengucur setelah dia selesai berlatih.


Meski aku tidak bisa melakukan terobosan saat ini, tetapi basis Kultivasi ku tidak begitu jauh dari terobosan.


"Oh, sepertinya aku bangun pad saat yang tepat." Zhukai melihat kilatan cahaya matahari yang menebus celah jendela.


Karena malam sudah berlalu, Kai berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah tubuhnya mengeluarkan banyak keringat saat berkultivasi, sekarang tubuh Zhukai mengeluarkan aroma yang kurang sedap.


Keluar dari kamar mandi, Zhukai mengeluarkan satu set pakaian sekte tujuh pedang. Pakaian itu berwarna putih dengan sedikit kain hitam di tengah-tengah.


Dengan membawa pedang di genggaman tangan kirinya, Zhukai berjalan ke pintu kamarnya dan melangkah keluar.


"Saudara kau bangun pagi sekali." Seorang pria sedikit gemuk datang menyapa Zhukai setelah kembali dari latihan paginya.


Di antara murid luar yang di terima oleh sekte tujuh pedang. Pria ini, Guan Jing adalah yang terlemah.


Entah itu dalam kekuatan fisik ataupun energi spiritual, Guan Jing adalah peringkat bawah.


Dia berasal dari panti asuhan yang memiliki sedikit keberuntungan kecil dan menjadi Kultivator.


Sayangnya, dunia para Kultivator tidak semudah yang dia bayangkan. Bahkan setelah berlatih sangat keras, lebih keras dibandingkan yang lain, Guan Jing masih terus tertinggal dari murid lainnya.


"Emm, apakah kamu baru saja selesai berlatih?" Zhukai bertanya.


Guan Jing menggaruk kepalanya sambil mengukir senyum di wajahnya, "Hahaha, hanya sedikit latihan di pagi hari."


Meski Guan Jing menjawab seperti itu, tetapi Kai tahu bahwa pria itu baru saja berbohong.


Dengan pengalaman Zhukai di kehidupan pertama dan kedua nya, bagaimana bisa Kai mudah tertipu dengan ucapan itu.


Dengan merasakan detak jantung, frekuensi bernafas, dan juga lonjakan Qi yang tidak stabil di tubuh Guan Jing, Kai tahu bahwa pria di depannya telah berlatih sangat keras sampai mencapai batas tubuhnya.


Apalagi setelah melihat banyak goresan di lengan dan jari tangannya, Guan Jing pasti mencoba menembus batas tubuhnya.


"Haha, kalau begitu saudara sampai jumpa di latihan nanti. Aku akan kembali ke kamar untuk beristirahat."


Guan Jing dengan rendah hati memberi hormat dan berjalan melewati Zhukai yang berdiri tepat di depan pintu.


Tetapi Kai mengangkat lengannya sebelum Guan Jing bisa melewatinya.


"Umm, ada apa saudara?" Guan Jing menaikkan alisnya sedikit terkejut atas tindakan Zhukai.


Zhukai tersenyum, dia melempar sebuah bola kecil berwarna hitam pucat pada Guan Jing.


"Apa ini saudara?"


"Kau akan tahu setelah memurnikannya."


Zhukai menepuk pundak pria itu dan berjalan pergi meninggalkan asrama.


Masih bingung dengan apa yang Kai katakan tadi, Guan Jing menggelengkan kepalanya dan memasukkan bola hitam pucat yang Kai berikan kedalam sakunya.


Setelah beristirahat selama setengah di dalam kamarnya, rasa nyerih dan perih yang Guan Jing rasakan sudah sedikit mereda.


Dia berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, setelah itu Guan Jing mengganti pakaian kasualnya menjadi pakaian sekte.


Tetapi sebelum Guan Jing meninggalkan ruangannya, dia menemukan sebuah bola hitam pucat yang ia dapatkan dari ,hukai setengah jam yang lalu.


"Kau akan mengetahuinya setelah berhasil memurnikan nya."


Entah mengapa, perkataan yang Kai ucapkan tadi cukup membekas di benak Guan Jing.


"Sudahlah, bahkan jika ini adalah pil biasa saudara Zhukai dengan murah hati memberikan ini kepadaku."


Guan Jing tidak ingin menolak hadiah yang Kai berikan dan setelah beberapa persiapan, Guan Jing akhirnya menelan bola hitam pucat itu dalam sekali jalan.


Tepat setelah Guan Jing memejamkan kedua matanya, urat-urat di tubuhnya tiba-tiba terasa sangat sakit seolah itu aja meledak kapan saja.


Bukan hanya itu saja, tulang dan daging Guan Jing seolah terbakar dalam api yang sangat panas selama satu jam penuh.


Setelah menahan rasa sakit yang begitu hebat itu, tubuh Guan Jing dipenuhi oleh keringat dingin.


Nafasnya terengah-engah dan wajahnya sedikit pucat.


Tetapi, ekspresi yang Guan Jing saat ini bukanlah kesakitan karena tas sakit tetapi kegembiraan karena dia telah mencapai hal baru.


"Menerobos!! Aku benar-benar berhasil menerobos batasan tubuhku."


****


Bersambung..