Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Telur Misterius Menetas


Di sebuah halaman rumah yang berada jauh di dalam dunia jiwa, seorang pria terlihat sedang memakan buah yang ada dalam genggaman tangannya. Buah itu berwarna hitam pekat, jika dilihat dari penampilannya, buah hitam itu terlihat sedikit mengerikan.


Meski begitu, Zhukai terlihat sangat menikmati buah itu. Itu karena buah itu adalah bauh abadi yang cukup lankga untuk ditemukan dan pohon untuk menghasilkan buah itu hanya berbuah dalam 100 tahun sekali.


"Kai gege, kapan kamu kembali? Apakah kamu merindukanku?" suara yang terdengar adalah milik seorang wanita yang terdengar cukup imut dan juga lucu pada saat yang sama.


Zhukai menoleh kearah suara yang terdengar tidak asing untuknya. Saat Zhukai menoleh ke sumber suara itu, dia melihat sosok wanita yang terlihat tidak asing baginya.


Wanita itu tidak lain adalah Xia Bing Yao, "Ah, jadi itu kamu Yao'er, kapan kamu menyelesaikan latihan tertutupmu?' tanya Zhukai sambil membuang sisa buah abadi yang ada pada genggaman tangannya.


"Hiihihi, itu tidak lama. Setelah aku mendengar kedatanaganmu dari saudari Chiyan, aku seketika bergegas ke sini untuk menemuimu."


Xia Bing Yao berjalan mendekat dan duduk tepat di samping Zhukai, "Jadi Kai gege, apakah kamu meriindukanku?"


Kai memberi anggukan kemudian menjawab, "Tentu saja aku merindukanmu, jadi apa yang kamu dapatkan setelah meneyelesaikan latihan tertutupmu?" tanya Zhukai dengan penuh rasa penasaran.


Xia Bing Yao hanya menanggapinya dengan tawa kecil, dia kemudian menatap Zhulai lalu berkata. "Jika kamu sangat penasaran, kenapa kamu tidak mencoba untuk menebaknya Kai gege?"


Zhukai menatap ke atas sambil memegangi janggutnya seolah dia sedang berpikir, dia kemudian menatap balik Xia Bing Yao dan memeberikan gelengan kepalanya sebagai jawaban.


'Hmph, kamu..." Ekspresi Xia Bing Yao saat ini terlihat cukup lucu, dia menggembungkan pipinya dan menjadi cemberut.


"Hahaha, aku hanya bercanda Yao'er, biar aku katakan.."


Zhukai membuka mata iblis Shura, pupil matanya seketika berubah warna menjadi merah darah, dia kemudian bisa melihat perubahan yang terjadi pada Xia Bing Yao setelah melakukan latihan tertutup.


"Kamu bau saja membangkitkan Godhood mu bukan?"


Xia Bing Yao membuka lebar matanya karena terkejut, bahkan mulutnya sedikit terangkat. "Bagaimana kamu bisa mengetahui itu kai gege?"


"Ya alasannya tidak begitu penting bukan, jadi ... Selamat untuk kebngkitan Godhoodmu, apakah kamu sudha memberitahukan pada saudarim yang lain?"


Xia Bing Yao menggelengkan kepalanya, "Baiklah, ayo kembali dan merayakannya bersama dengan saudarimu yang lain."


Setelah perayaan tentang kebangkitan Godhood Xia Bing Yao, Zhukai dan juga Yun Zhao pergi ke padang rumput yang letaknya tidak jauh dari kediamannya untuk memulai pelatihan.


Di tengah padang rumput saat ini, terlihat dua orang pria kekar saling berdiri dan menatap tajam pada satu sama lainnya.


"Jadi tuan, apakah kita akan bertarung setelah ini?" Yun Zhao bertanya dengan penuh semangat.


Karena dia adalah jendral terkuat dari tiga negara, Yun Zhao adlah seorang maniak pertarungan. Bahkan di hadapan musuh yang puluhan kali lebih kuat darinya, Yun Zhao sama sekali tidak gentar. Tetapi anehnya, dia menjadi sangat bersemangat walaupun dia tahu bahwa dia tidak memiliki kesempatan untuk menanag.


Dan mungkin karena alasan itu, Yun Zhao dpat terus tumbuh menjadi monster sama seperti yang sekarang.


"Tidak! Kita tifak akan bertarung, kau masih sangat lemah untuk dapat bertarung melawanku." Jelas Zhukai.


"Dan juga, jangan panggil aku dengan sebutan tuan, aku lebih suka dengan panggilan bos atau semacamnya."


Mendengar bahwa dia belum cukup kuat untuk menjadi lawannya, Yun Zhao menjadi sedikit kecewa. Dia sebenarnya ingin bertanding melawan Zhukai meskipun tahu bahwa dia akan dikalahkan dengan telak.


Melihat raut wajah Yun Zhao saat ini, Kai dengan jelas mengetahui bahwa Yun Zhao memang benar-benar ingin menjadi lawannya.


"Memang benar bahwa kamu saat ini memang bukan lawan yang layak untukku, tetapi dengan potensimu, kamu mungkin dapat mencapai tingkatanku saat ini suatu hari nanti." Kai berhenti berkata dan menghela nafas, dia kemudian mengeluarkan tombak dari dalam Inventory nya dan berkata.


"Saat ini aku akan mengajarimu salah satu teknik tombak dari salah satu teman baikku di masa lalu. Perhatikan ini dengan teliti karena aku tidak akan mengulangi gerakan ini untuk yang kedua kalinya."


Zhukai mengambil kuda-kuda denga mata tombaknya berada tepat di samping kakinya. Kedua matanya terpejam, saat Kai kembali membuka matanya, atmosfer di sekitarnya tiba-tiba berubah.


Whuss!!


Setiap gerakan yang Kai lakukan selanjutnya, serangan dari tombaknya menjadi lebih tajam dan lebih cepat. Bahkan untuk Yun Zhao sendiri yang telah berlatih tombak selama hidupnya, dia benar-benar terpukau dengan setiap gerakan yang Kai lakukan.


"I, Ini ... Apakah ini seni bertombak yang sebenarnya?" untuk sesaat, Yun Zhao sama sekali tidak percaya bahwa teknik tombak akan terlihat seindah itu.


Bayangan naga berwarna merah terbentuk saat Zhukai mengayunkan tombaknya ke-seratus.


"Seni tombak suci, Eternal Breath Dragon!!"


BOOOOMMMMM!!!


Ledakan yang begitu besar terjadi tepat di mana Kai melepaskan tekniknya. Tanah di sekitarnya bergetar sesaat kemudian hancur memebentuk cekungan seluas ratusan meter.


Dari balik debu yang beterbangan Kai terlihat sedang berdiri sambil memasukkan kembali tombsk kedalam Inventory.


"Boss!!! Itu tadi sangat luar biasa, bisakah bos memberitahuku apa nama dari teknik tadi? apakah bos jugs bisa mengajarkan teknik barusan padaku?" Yun Zhao berlari kearah Zhukai dengan semangat, bahkan terlihat dari kedua sorot matanya bahwa Yun Zhao benar-benar ingin mempelajari teknik tadi..


"Tapi meskipun teknik itu terlihat kuat, tapi mengapa aku merasa masih ada yang kurang dari teknik tadi?' Yun Zhao melanjutkan perkataannya.


Zhukai sedikit tersenyum, meskipun mulutnya menunjukkan senyuman,tetapi hanya terlihat kesedihan dari sorot matanya. "Kamu benar, teknik ini memang belum sempurna karena aku tidak bisa menyempurnakannya."


"Jutaan abad yang lalu, salah satu teman lamaku pernah memperlihatkan teknik ini padaku. Dan meskipun aku terus mencoba untuk menyempurnakannya, tapi aku selalu gagal."


Kai kemudian terus menceritakaan teman baiknya yang juga seorang ahli tombak pada Yun Zhao. Orang yang Kai ceritakan tadi tidak lain adalah seorang yang dianggap sebagai penghianat oelh ras Naga Api.


Zheng Yan.


Tak lama setelah Zhukai selesai menceritakan temannya itu, dia tiba-tiba mendengar suara Yui di dalam benaknya.


Ding!!


[Waktu penetasa telur misterius akan berakhir sebentar lagi, apakah Kai gege ingin menetaskannya sekarang?]


Kai mengangguk, "Ya, keluarkan telur itu sekarang!'


Blinkkk!!


Sebuah telur yang cukup besar tiba-tiba muncul di depan Zhukai, bahkan Kai sendiri hampir tidak mengenalinya karena ukuran serta warna cangkang telur itu yang berbeda.


Di depan telur besar itu, terlihat hitunga mundur yang menandkan kapan telur itu akan menetas.


[telur akan menetas dlam 5.. 4... 3.... 2..... 1....]


Whuss!!


Gelombang angin tiba-tiba muncul saat telur itu akan menetas, debu dan juga rerumputaan terus beterbangan di sekitar telur itu.


Setelah beberapa detik berlalu, Kai yang telah mendapatkan kembali pandangannya tiba-tiba mendengar suara yang begitu asing di telinganya.


"Hmoiii!!??"


***


Bersambung....