
Di saat kabar tentang kehancuran Klan Zi menyebar luas di seluruh Holy Realms, ini mengejutkan setiap kekuatan besar yang ada di sana.
Siapa yang tidak mengetahui Klan Zi? meskipun kekuatan Klan Zi saat ini telah menurun di karenakan kematian Patriak mereka, Klan Zi masih memiliki cukup kemampuan untuk bersaing melawan kekuatan besar di Holy Realms.
Tetapi kabar yang lebih mengejutkan adalah orang yang menghancurkan Klan Zi tidak lain adalah penguasa Holy Realms, Li Cangtian.
Dengan berita ini, setiap kekuatan besar di Holy Realms mulai berhati-hati dan sedikit meningkatkan rasa hormat mereka pada Li Cangtian.
Selain itu juga, ratusan ribu Kultivator pengembara yang menghadiri Arena untuk menonton Turnamen Antar Benua telah sepenuhnya hancur.
Mayat-mayat mereka bertebaran di mana-mana di dalam reruntuhan arena.
Meskipun Li Cangtian berhasil memusnahkan Klan ZI dan memperlihatkan kekuatannya pada dunia. Dia duduk di ruangannya dengan ekspresi dingin.
Dia tidak hanya kehilangan sosok yang dia inginkan menjadi istrinya, tetapi dia juga kehilangan harta Klan Zi yang memungkinkan nya untuk menerobos ke ranah penguasa.
Hanya dengan memikirkan hal itu saja, darah di dalam tubuh Li Cangtian mendidih.
Saat seorang pelayan wanita mengetuk pintu ruangannya, Li Cangtian menarik nafas untuk menstabilkan emosinya.
"Masuklah!!.."
Klak!
Pintu itu terbuka dan sosok wanita cantik berjalan masuk kedalam. Pelayan wanita itu memakai pakaian yang sedikit terbuka dan memperlihatkan lekukan tubuhnya secara jelas.
"Tuan Li, mata-mata saya berhasil menemukan seseorang yang berhubungan dengan pria misterius itu."
Mendengar apa yang pelayan wanita itu katakan, Li Cangtian melebarkan matanya dan berkata dengan penuh antusias.
"Dimana! dimana orang yang berhubungan dengan bajingan itu."
Pelayan wanita itu menelan ludahnya kemudian menjelaskan hal-hal yang ia ketahui.
"Haha Hahaha, bagus! bagus! pergi bawa tiga orang bersamamu untuk menangkap mereka. Jangan membunuhnya, bawa mereka hidup-hidup kepadaku." tegas Li Cangtian.
Pelayan wanita itu mengangguk dan mengatupkan kedua tangannya kemudian berjalan pergi.
Setelah siluet pelayan wanita itu menghilang dari pandangannya, Li Cangtian mengukir seringai lebar di wajahnya.
"Kekeke, aku tidak sabar untuk melihat wajah bajingan itu setelah mengetahui teman-temannya ada padaku."
Sayangnya, saat bawahan Li Cangtian yang pergi untuk menangkap Ouyang Jin dan Nalan Ruyue. Mereka terbunuh dengan luka tusukan pednag yang menembus jantung mereka.
Sementara itu, jauh di dalam hutan yang terletak jauh di kedalaman tanah suci, tubuh seorang pemuda tergeletak di tanah yang ada di dekat danau.
Tiga orang wanita duduk di dekat tubuh pemuda itu dan menatapnya dengan lembut.
"Kapan Kai Gege akan bangun?" tanya seorang wanita sambil menghela nafas.
"Hmm, dengan pemulihan tubuh Asura. Kai Gege mungkin akan bangun tidak lama lagi." jawab wanita yang saat ini sedang menggunakan pahanya sebagai bantal kepala Zhukai.
Di saat ketiga wanita itu sedang berbicara satu sama lain, tubuh pria muda yang tergeletak mulai menunjukkan adanya sedikit pergerakan.
Setelah beberapa waktu berlalu, pria muda itu membuka matanya secara perlahan.
Apa yang dia lihat selanjutnya benar-benar membuatnya terkejut. Itu tidak lain adalah dua buah gunung kembar yang menghalangi cahaya matahari mengenai wajahnya.
"H–Hei, bisakah berhenti berbicara dulu. Telingaku sakit mendengar kalian berteriak."
Mendengar suara yang tidak asing di telinga mereka, suasana menjadi sunyi. Tak lama kemudian, ketiga wanita itu tiba-tiba menjadi bersemangat dan mulai memeluk Zhukai secara bergantian.
"Kai Gege, kamu akhirnya bangun..." Qi Yue menyeka air mata di wajahnya dan berkata dengan gembira.
"Y–Yah, aku cukup beruntung bisa melarikan diri saat itu. Bajingan tua itu benar-benar jauh lebih kuat dibandingkan dulu."
Saat Kai selesai berbicara, dia sedikit meludahkan darah yang tersisa di mulutnya.
Meskipun sebagian lukanya telah pulih, tetapi ada sedikit luka dalamnya yang masih dalam pemulihan.
Saat Kai sedang mengolah Qi miliknya, dia tiba-tiba teringat dengan Ouyang Jin dan Nalan Ruyue.
Qi Yue tersenyum, "Aku tahu hubby akan mengkhawatirkan mereka berdua. Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah membawa mereka ke tempat yang aman."
Kai bernafas lega setelah mendengar, dia tiba-tiba teringat dengan berapa banyak poin Shura yang ia dapatkan dari pertempuran itu.
Saat Kai membuka layar statusnya, jumlah poin Shura yang dia miliki membuatnya tercenggang.
"T–Tujuh ratus ribu!!!..."
Kai menggosok-gosok matanya beberapa kali tetapi jumlah poin Shura yang ada di layar statusnya tetap tidak berubah.
"Hahaha... Hahaha, dengan poin sebanyak ini ... Tingkatkan system ke versi tertinggi." tegas Zhukai tanpa berpikir panjang.
Meskipun barang-barang di toko system saat ini cukup banyak dan menggiurkan. Tetapi semua harta itu sama sekali tidak berguna untuknya sekarang.
"Baik Kai Gege, poin yang kamu butuhkan untuk meningkatkan sistem ke versi tertinggi adalah 500.000 poin Shura."
Mendengar itu, Kai cukup terkejut. Dia tahu bahwa dia akan kehilangan banyak poin untuk meningkatkan sistem ke versi tertinggi.
Tapi dia tidak menduga akan menghabiskan 500.000 poin Shura untuk meningkatkannya.
Kai menghela nafas hingga akhirnya dengan berat hati menyetujui itu.
Setelah Kai kehilangan 500.000 poin Shura, layar hologram secara tiba-tiba muncul tepat di depannya.
[Meningkatkan ke versi tertinggi dari Re-System. Waktu yang di butuhkan adalah ... 1 jam]
Kai membuka lebar matanya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Satu jam? bukankah setiap kali aku meningkatkan versi system itu akan membutuhkan waktu beberapa tahun?"
Karena penasaran, Kai akhirnya menanyakan apa yang dia pikirkan pada Yui.
"Yui, mengapa untuk meningkatkan versi system kali ini sangat sebentar. Bukankah biasanya itu akan memakan waktu yang lama?"
Yui tersenyum lebar seolah menduga Kai akan menanyakan hal itu.
"Itu tidak mengejutkan Kai Gege. Setelah system mencapai tingkat tertinggi, itu akan berubah sepenuhnya."
"Setiap kali Kai Gege membunuh seorang Kultivator ataupun binatang buas, Poin yang Kai Gege dapatkan akan secara otomatis diubah menjadi esensi spiritual."
"A–Apa? jika seperti itu, bukankah aku tidak akan bisa mendapatkan poin Shura lagi?"
Yui menggeleng, "Hmm, Kai Gege bisa menyelesaikan misi yang ada di System Quest. Ada banyak misi di sana dan juga poin Shura yang akan di dapatkan berdasarkan seberapa sulit misi yang Kai Gege ambil."
Tak menjelaskan lebih lanjut, Yui memberi ciuman di pipi Zhukai kemudian mengucapakan selamat tinggal.
"Kakak Yi, kakak Yue, aku akan pergi terlebih dulu. Selamat tinggal."
Dengan begitu, setelah Yui kembali ke dunia jiwa. Hanya tersisa tiga orang di sana.
"Hmm, aku juga akan kembali Yue."
"Ya, aku juga harus segera memulihkan kekuatanku yang hilang."
Setelah perbincangan singkat, mereka berdua akhirnya menghilang setelah mengucapakan selamat tinggal pada Zhukai.
Duduk di pinggir danau, Kai memejamkan kedua matanya dan mengalirkan energi spiritual kedalam Shura's Ring.
Setelah dia membuka pintu yang ada di dalam sana, tubuh Zhukai tertarik masuk kedalam dan hilang dalam sekejap.
Setelah Kai tiba di dunia kecil yang ada di dalam Shura's Ring, dia menghela nafas dan mengambil sikap lotus.
"Aku harus segera bertambah kuat!."
***
Bersambung...