
"Oh, racun ular kecil ini sangat berbahaya. Untungnya aku memiliki tubuh dewa kematian, jadi gigitan ular kecil ini tidak begitu berpengaruh terhadapku."
Setelah Kai selesai menyimpan kepala ular piton api, dia segeralah berjalan meninggalkan goa.
Sayangnya di pintu goa, terlihat lima orang dengan tiga pria dan dua wanita sedang berbincang-bincang.
Tetapi setelah melihat Zhukai yang keluar dari goa, mereka mengehentikan pembicaraan dan menatap Zhukai dengan tatapan serakah.
"Hei, apakah kamu baru saja berhadapan dengan ular piton api?" tanya seorang pria yang terlihat seperti pemimpin kelompok tersebut.
Zhukai tidak menjawab, dia melihat mereka yang memiliki pakaian yang sama. Jelas mereka adalah murid dari sekte lain yang mungkin juga mengambil misi untuk membunuh ular piton api.
Karena Zhukai saat ini telah mengganti pakaian sektenya menjadi pakaian biasa, mereka berlima tidak tahu bahwa Zhukai merupakan murid sekte tujuh pedang.
"Bajingan! senior kami bertanya padamu! Apakah kamu tuli." wanita yang berada di belakangnya berkata dengan pria tadi berteriak dengan marah.
Dia memiliki wajah yang sedikit cantik, dia memiliki tatapan mata yang tajam dan penuh dengan kesombongan.
"Bisakah kau berhenti berteriak ... ******!!"
Boomm!!
Detik berikutnya, tubuh wanita itu membeku dan wajahnya berubah pucat dalam sekejap. Sudut mulutnya bergetar hingga dia menjerit dengan keras.
Arghhh...
Di bawah tatapan mata merah Zhukai yang mengandung satu persen dari niat membunuh nya di masa lalu. Itu sudah cukup untuk memberi seseorang rasa penindasan yang sangat kuat.
Merasakan tubuh temannya bergetar, pria yang merupakan pemimpin kelompok itu tiba-tiba tersentak kaget dan segera memeluk wanita itu dan menggunakan Qi untuk menenangkannya.
Meski begitu, wajah wanita itu masih sangat pucat dan tidak berubah. Tubuhnya bergetar hebat dan akhirnya wanita itu kehilangan kesadaran diri dan tergeletak pingsan di atas tanah.
"Yua, a–ada apa!!..."
Pria itu kebingungan dan bertanya pada temannya yang lain apa yang sedang terjadi dengan juniornya itu.
"Aku juga tidak tahu senior, dia tiba-tiba saja bergetar tak terkendali dan wajahnya juga memucat secara tiba-tiba." jawab murid laki-laki itu dengan ketakutan melihat wajah marah seniornya.
Sementara itu, Zhukai hanya menertawakan mereka sebelum berjalan pergi.
"Bajingan kemana kau ingin pergi hah!! Itu kau kan, itu pasti kau yang melakukan ini pada Yua." pria tadi mencengkeram erat pundak Zhukai berharap bisa mematahkan lengannya dalam cengkeraman itu.
Sayangnya, fisik Zhukai termasuk ke dalam salah satu tubuh terkuat di tiga alam. Bagaimana bisa tulangnya di hancurkan hanya dengan cengkeraman lemah itu.
"Apa kau sudah selesai? Kalau begitu pergilah.."
Boommm!!
Tubuh pria itu terlempar jauh saat Zhukai menjentikkan jarinya.
Satu jentikan jari itu cukup membuat wajah pria tadi di penuhi oleh memar.
Karena Kai tidak memiliki waktu untuk berurusan dengan mereka, dia segera bergerak cepat menuju ke markas bandit gunung dan menghancurkannya.
Tapi langkahnya terhenti begitu Kai mendengar suara.
"Senior Long Tie, apakah kamu baik-baik saja..."
Zhukai berbalik, "Long Tie katamu? Hehehe Hahahaha...."
Dia menyeringai lebar sambil tertawa dengan lantang.
Tatapan matanya yang tajam menatap kearah Long Tie yang baru saja berdiri dengan wajah penuh kerutan.
"Keparat, beraninya kau memukul wajahku! Aku pasti akan membunuhmu."
Zhukai terdiam, dia menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Long Tie, "Membunuhku? Kekeke, kau seratus tahun lebih cepat untuk melalui itu."
Seringai Zhukai menjadi semakin lebar dan lebar. Dia mengangkat tangannya sambil menatap lurus kearah Long Tie yang berlari kearahnya dengan wajah datar.
"Sepertinya kau cukup percaya diri menahan serangan ku. Sayangnya, kau tidak cukup kuat untuk melakukan itu."
Long Tie mengayun pedangnya mencoba menebas lengan kanan Zhukai yang mencoba menahan serangannya.
Tetapi begitu pedang Long Tie membentur lengan Zhukai. Suara benturan yang sangat keras memekakkan telinga setiap orang yang ada di sana.
"Apa!!?"
Long Tie tersentak kaget melihat serangan yang menggunakan seluruh kekuatannya sama sekali tidak bisa menggores lengan Zhukai.
Meski begitu, fokus Long Tie sama sekali tidak pecah. Dia mencoba menyerang Zhukai selain lagi tetapi pukulan Zhukai sudah terlebih dahulu mendarat di wajahnya.
Bang!!
Wajah Long Tie menancap di tanah dengan wajahnya yang hancur. Dia kehilangan kesadaran dirinya karena pukulan keras itu.
Melihat Long Tie di kalahkan dengan mudahnya, keempat rekan nya menatap ngeri kerah Zhukai yang kepalan tangannya di penuhi oleh darah.
"Aku sudah mencoba menahan diri sebaik mungkin, tak ku sangka tubuhnya akan sangat lemah sampai tidak mampu menahan satu serangan dariku."
Kai mengalihkan pandangannya pada rekan Long Tie yang dipenuhi dengan ketakutan.
Tanpa butuh waktu lama, Zhukai membunuh rekan-rekan Long Tie dan membawa tubuh Long Tie ke sekte tujuh pedang.
Kedatangannya seketika mengejutkan para tetua sekaligus murid-murid dalam sekte tujuh pedang.
"D–Dia Long Tie bukan!? B–Bagaimana bisa pria itu mengalahkannya. Bukankah dia hanya murid luar yang baru saja di terima."
"Ini sangat aneh, kau bisa lihat wajah Long Tie bukan, kurasa itu di sebabkan oleh satu pukulan keras yang secara langsung membuatnya tak sadarkan diri."
"Hanya satu pukulan? Apa kau bercanda! Long Tie adalah seorang Kultivator di ranah Holy God Veberable, bagaimana bisa dia di kalahkan semudah itu."
Meski banyak murid yang masih terkejut dan ragu melihat Zhukai membawa tubuh Long Tie pada seorang tetua. Tetapi mereka sangat senang minat pengkhianat yang telah membuat penurunan sekte tujuh pedang telah di tangkap.
"Tetua, aku berhasil menangkap Long Tie hidup-hidup dan aku juga telah membunuh tiga ular piton api."
Kai menyerahkan tubuh Long Tie yang masih tidak sadarkan diri sambil mengeluarkan tiga kepala ular piton api dari cincin ruangnya.
"Aku sudah menghitung nya tetua ... dengan menyelesaikan dua misi tingkat tinggi, bukankah aku setidaknya mendapatkan 1000 poin kontribusi." ucap Zhukai.
Sementara itu, tetua yang masih terperangah karena terkejut segera kembali ke akal sehatnya.
Dia menatap Zhukai dengan tatapan tidak percaya kemudian bertanya, "A–Apakah kamu benar-benar mengalahkan Long Tie dan membunuh tiga ular piton api?"
Mendengar itu, kerutan muncul di wajah Zhukai. "Apa kamu tidak percaya? apakah kamu butuh aku untuk membuktikannya?"
Tetua itu menggeleng, "Maaf aku tidak bermaksud seperti itu. Dengan dua pencapaian ini, kamu akan mendapatkan poin kontribusi dan juga kualifikasi menjadi murid dalam."
"Eh, bukankah aku masih perlu seribu lagi untuk mendapatkan kualifikasi menjadi murid dalam."
Tetua itu kembali menggeleng, "Tidak, karena kamu berhasil mengalahkan Long Tie, itu sudah cukup bagimu menjadi murid dalam sekte kami."
"Datanglah ke tetua pertama, berikan giok ini padanya."
Setelah Zhukai menerima giok itu, dia mengucapkan terimakasih kepada tetua dan segera berbalik pergi.
***
Bersambung...