Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Merindukan Rutinitas Itu


Sonya baru akan terlelap tidur ketika tiba-tiba ada yang mengetuk pintu balkonnya, dan Sonya sudah bisa menebaknya itu pasti ulahnya Alex.


Dan benar saja, begitu Sonya membuka pintu, Alex sudah berdiri di sana sambil menyeringai lebar, "Selamat malam my queen..." sapanya.


"Astaga Lex... Nanti kalau Oma tahu bagaimana...? Aku tidak mau menghadapi amarah Oma nanti... Kamu belum pernah lihat sih betapa menyeramkannya Oma kalau sedang mengamuk...!" seru Sonya sambil begidik.


"Apa kamu tidak akan membiarkan aku masuk...? Dingin sekali di luar Son..."


Sonya langsung membuka lebar pintu balkonnya dan membiarkan Alex masuk, "Tuhan... Kamu masih saja dengan kebiasaanmu Son, tidak mengenakan apapun saat tidur..." gumam Alex sambil menikmati pemandangan indah di depannya itu.


"Apa kamu mau mengambil hak mu...?!" tanya Sonya tanpa basa-basi lagi.


"Astaga... Kamu masih sama ceplas-ceplosnya seperti dulu Son... Wanita bar-barku..." sahut Alex, "Dan mengenai pertanyaanmu tidak..., aku tidak akan melakukan apapun padamu... Aku hanya ingin tidur sambil memelukmu... Aku sangat merindukan rutinitas itu..." lanjut Alex.


"Ya sudah kalau begitu... Aku tidur duluan yaa... Aku ngantuk sekali..." seru Sonya sambil menyelipkan diri kembali ke balik selimutnya.


Alex melepas pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxernya, kemudian masuk ke dalam selimut yang sama dengan Sonya, kemudian memeluk Sonya yang sedang memunggunginya.


"Ah, betapa aku sangat merindukan memelukmu seperti ini Son... Kau tahu... Aku tidak bisa tidur kalau tidak dalam keadaan mabuk, karena setiap aku memejamkan mataku kamu selalu ada di sana..." aku Alex.


Sonya balik badan menghadap Alex, kemudian menyentuh pipi Alex, "Iya aku tahu... Aku ada dimana-mana di Apartment itu... Jadi kamu tidak berani pulang ke Apartmentmu dan tidak mandi...! Astaga Lex... Seriusan kamu tidak mandi...?"


"Aku tidak bersemangat melakukan apapun tanpamu Son... Dan darimana kamu tahu aku tidak pulang ke Apartmentku...?" tanya Alex lalu memicingkan matanya, "Apa Kei yang memberitahumu...?"


"Well, tadi siang setelah kamu pulang dari rumah Oma aku chatan sama Kei, aku mengabarkan padanya ada kamu di sini, aku bermaksud meminta Hardhan untuk memanggilmu pulang supaya kamu tidak menggangguku lagi... Tapi Kei malah menyuruhku rujuk kembali padamu... Dia bilang kamu sudah setengah gila mencariku... Dan dia juga bilang kalau kamu sudah jatuh cinta padaku..." jawan Sonya.


"Dan kamu tidak mempercayainya..." tebak Alex.


"Tentu saja aku tidak langsung percaya begitu saja... Sampai akhirnya untuk meyakinkanku... Kei mengirim video pengakuanmu saat mabuk itu ke emailku... Memangnya aku bisa semudah itu akan memaafkanmu kalau aku tidak melihat video itu... Kamu terlihat tulus sekali dan begitu menderita..." lanjut Sonya.


Dan aku beruraian air mata saat melihatnya... Kata-katamu begitu mengugah hatiku Lex... Betapa sebenarnya kita sudah saling mencintai... Tapi masa lalumu itu yang selalu menjadi penghalang di antara kita... Dan kamu terlalu keras kepala untuk mengakuinya, makanya aku harus memberi pelajaran dulu padamu...


Alex mengkerutkan keningnya, "Untuk apa aku menjelaskan panjang lebar tadi kalau sebenarnya kamu sudah mengetahui isi hatiku...?" tanya Alex dengan perasaan dongkol.


"Aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu sendiri Lex... Aku harus meyakinkan hatiku kalau kamu memang sudah benar-benar mencintaiku... Dan kamu sudah berubah... Karena aku tidak mau jatuh kelubang yang sama..." aku Sonya.


Tuhan... Rasanya seperti mimpi saat pria yang luar biasa dingin ini akhirnya menyatakan cintanya padaku secara langsung tadi...


Alex mengelus lembut rambut Sonya, "Maafkan aku... Maaf untuk semua kesalahanku... Apa kamu mau memaafkanku...?"


Sonya mengangguk, lalu merapat ke pelukan Alex, menempelkan pipinya di dada Alex, "Hangatnya..." seru Sonya sambil menguap lebar.


"Kamu ingin kita mengadakan pesta pernikahan dimana...? Apa kamu mau kita merayakan di Lake Como saja...? Atau pulau X juga bagus... Banyak artis terkenal yang menikah di pulau X..." tanya Alex.


"Son..." Panggil Alex lagi setelah lama tidak ada jawaban, lalu Alex mundur sedikit untuk melihat Sonya yang ternyata sudah tertidur.


"Ah... Wanita bar-barku... Mudah sekali kamu tidur..." gumam Alex sambil mendekap erat Sonya.


Jadi tanpa pikir panjang lagi, Sonya langsung mendorong sekuatnya tubuh Alex sampai terjatuh ke lantai dan pria itu langsung mengumpat kesal.


"Sial...!! Apa salahku Son...?!!" pekiknya.


"Kenapa tidur di tempat tidurku...?!! Aku tidak suka berdekatan denganmu...!!" hardik Sonya.


Alex menatap Sonya dengan tatapan tidak percaya, "Apa kamu sudah gila Son...? Semalam..." Alex tidak melanjutkan perkataannya, ia kembali teringat kalau Sonya sedang hamil, "Sudah lah... Aku yang salah... Aku akan kembali lagi ke kamarku..." seru Alex sambil mengibas tangannya.


"Ya sudah cepat sana... Lama sekali sih...!" geram Sonya.


Alex menghela nafas panjang lalu mengenakan kembali pakaiannya, kemudian bergegas membuka pintu balkon dan dia langsung ternganga lebar, ranting pohon yang menjulur ke balkon kamar ini sudah tidak ada, Alex langsung menjulurkan kepalanya ke bawah.


Terlihat di bawah sana para pelayan Oma yang sedang membersihkan sisa-sisa ranting yang di tebang, dan Oma yang sedang bersedekap mendongak ke arah Alex, "Aigo... Byuntae...!" seru Oma sambil menggelengkan kepalanya.


Alex mengusap tengkuknya sambil nyegir karena sudah tertangkap basah Oma.


Sial... Aku tidak bisa menyelinap masuk lagi ke kamar Sonya... Kalau lewat pintu utama pasti nenek tua itu akan mengetahuinya juga, karena ada CCTV sialan itu di lorong depan kamar.


Alex kembali masuk ke dalam kamar dan mendengar suara Sonya yang sedang muntah di dalam kamar mandi, Alex bergegas menghampirinya.


"Mual lagi...?" tanya Alex khawatir.


"Aku muntah ya karena aku mual...!! Pertanyaan bodoh...!" jawab Sonya tidak lama kemudian kembali muntah lagi.


Alex membantu Sonya memegang rambutnya, "Apa kita harus ke dokter...?" tanya Alex lagi.


"Kenapa kamu masih di sini...?! Cepat pergi...! Kamu membuatku tambah mual saja...!!" Sonya kembali mengusir Alex.


Tuhan.... Apa yang harus aku lakukan...? Kenapa Sonya selalu memarahiku...?


"Keluar Lex...!!" hardik Sonya lagi.


"Iya... Iya... Aku keluar sekarang..." sahut Alex lebih memilih menyerah dan keluar dari kamar Sonya dan mendapati Joon-Tae yang sedang berdiri di luar pintu kamar Sonya.


"Mau apa lagi kau...? Aku dan Sonya sudah rujuk...!!" geram Alex tangannya sudah mengepal membentuk tinju.


Joon-Tae menepuk punggung Alex, "Bagus kalau begitu... Jadi aku tidak perlu berpura-pura lagi menyukai Sonya hanya untuk membuatmu cemburu..."


"Membuatku cemburu...? Siapa yang menyuruhmu..?" tanya Alex.


"Siapapun dia... Niatnya baik... Dia hanya ingin mendorongmu lebih cepat rujuk kembali dengan Sonya... Sebelum pria lain berhasil mengambil hatinya..." jawab Joon-Tae sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Aku tidak perlu dorongan lagi... Aku memang sudah berniat untuk rujuk dengannya...!"


"Selamat datang kembali... Sepupu..." ujar Joon-Tae sambil tersenyum kemudian memeluk Alex dan menepuk pundaknya, "Terima kasih..." balas Alex singkat sambil menepuk pundak Joon-Tae juga.