Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Ada Apa Dengannya?


"Cukup...!!!" potong Sonya dengan nada tajam, "Kalau selama ini kamu menyakitiku hanya karena kamu ingin melindungi dirimu sendiri dari rasa sakit... Sekarang akupun seperti itu Lex... Aku sedang merasakan apa yang pernah kamu rasakan dulu... Aku sudah menutup diriku dari rasa sakit itu... Dan aku tidak mau mengulangi rasa sakit itu lagi...!!!" tegas Sonya.


Alex meraih tangan Sonya tapi Sonya langsung menepisnya, “Aku salah Son... Apa kamu mau membuat kesalahan yang sama dengan yang aku lakukan...? Jangan... Itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri...”


“Kalau kamu saja bisa bertahan dalam situasi macam itu, apalagi aku...!! Harusnya sekarang yang kamu ingat adalah... Kamu yang membiarkan aku pergi begitu saja...! Dan kamu juga lah yang membuatku seperti ini...!” kata Sonya bersikeras.


“Tapi bukan mauku seperti itu Son... Aku sudah cerita padamu apa yang menyebabkanku seperti itu...! Apa kamu tidak memahamiku Son...?”


“Aku tidak peduli... Aku mau kamu pergi sekarang...!! Aku tidak mau melihatmu lagi...!!Aku tidak mau sakit hati lagi...!!” seru Sonya kesal.


Alex menghela nafas panjang, mungkin memang Sonya butuh waktu, jadi untuk saat ini Alex akan menurutinya.


Alex berdiri lalu mengeluarkan kunci yang ia masukkan ke saku celananya tadi, baru dua langkah jalan Alex berhenti dan kembali menatap Sonya yang sedang memainkan kuku jarinya.


“Tolong beri aku satu kesempatan lagi Son... Aku akan menebus semua kesalahanku padamu... Izinkan aku membahagiakanmu Son...” pinta Alex tidak mau menyerah begitu saja.


“Sudah berapa kali kesempatan aku berikan padamu Lex... Saat aku menyatakan cintaku padamu dan kamu lebih memilih meninggalkanku... Saat itu aku sudah memberimu kesempatan untuk berubah... Tapi yang terjadi kamu malah semakin mengacuhkanku... Dan kamu sudah mencium sekretaris sialanmu itu di depan umum...!!!!” Seru Sonya tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.


“Demi Tuhan aku tidak menciumnya Son... Memang terlihat seperti ciuman tapi bersentuhanpun tidak... Saat itu dia sengaja melakukan itu hanya untuk melihat reaksimu apa kamu masih memiliki perasaan padaku atau tidak... Kamu lah satu-satunya wanita yang pernah aku cium...!” tegas Alex.


“Kepo sekali... Untuk apa dia mengetahui perasaanku masih tertuju padamu atau tidak...?” rutuk Sonya.


“Dia ingin memperlihatkan padaku kalau kamu sebenarnya masih mencintaiku... Dan dia meminta aku menahanmu mengajukan perceraian itu...” jelas Alex.


“Dan aku harus percaya begitu saja...?”


Alex mengangkat bahunya, “Terserah padamu mau percaya atau tidak... Tapi memang begitulah kenyataannya... Memangnya untuk apa dia meninggalkan kita hanya berdua saja saat kamu membawa laporan kerjasama dengan Damanik Corp...? Itu dia lakukan semata-mata hanya untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk berbaikan... Dan kembali bersama...”


Sonya mendengus pelan, “Lalu apa kamu tidak pernah sekalipun mencium Rara...?” tanyanya dengan nada tidak percaya.


“Hanya di kening tidak pernah di bibir...” jawab Alex lugas.


“Lalu... Dokter cintamu itu...?” cibir Sonya.


“Astaga Son... Aku sama sekali tidak tertarik dengannya... Jadi untuk apa aku menciumnya...?!” Kata Alex dengan nada dongkol.


“Kamu menciumnya saat di pulau X... Apa kamu sudah lupa...?” tanya Sonya sambil memberengut.


“Itu nafas buatan Son... Bukan ciuman...” jawab Alex berusaha tetap sabar.


“Banyak anak buahmu di sana Lex... Kenapa harus kamu yang menciumnya...?”


“Sudah aku bilang itu nafas buatan Son... Bukan ciuman...!!”


Astaga... Dia seperti wanita yang sedang cemburu...! Dan kenapa emosinya turun naik seperti itu sih...?!


“Apa kamu lupa Son... Kamu lah yang sudah mencuri ciuman pertamaku...?!” seru Alex.


Sonya mengerjapkan matanya dengan bingung, “Apa maksudmu...? Jelas-jelas kamu mencium Talita dulu dan malam harinya kamu baru menciumku...!!”


“Aku tidak mencium Talita sialan...! Dan ciuman pertamaku terjadi bukan di pulau X tapi di Paris...!!” geram Alex.


Astaga... Apa Sonya sudah melupakannya...?


Sonya masih terlihat bingung, lalu ketika matanya mulai melebar Alex langsung menaikkan sebelah alisnya,


“Ah iya aku ingat... Jadi itu ciuman pertamamu...? Pantas saja kamu langsung dendam padaku dan menceburkanku ke bath up...!”


“Aku tidak dendam Son... Aku hanya ingin menghilangkan pengaruh mabukmu... Dan juga pengaruh obat itu...” jelas Alex.


Sonya tertawa masam, “Bahkan saat itu kamu tidak mau menyentuhku...”


“Aku hanya tidak ingin mengambil yang bukan hak ku Son... Itu hak suamimu...!” Tegas Alex.


Sonya memutar kedua bola matanya, “Bahkan saat kamu sudah sah menjadi suamiku pun butuh waktu empat bulan untukmu menyentuhku... Itu pun setelah pernikahan kita di ketahui Kei dan Hardhan... Kalau tidak mungkin sampai matipun aku masih tetap perawan...!!!”


“Aku hanya menahan diri Son... Untuk alasan yang aku sendiripun tidak tahu... Tapi sebenarnya tiap malam aku selalu masuk ke kamarmu... Dan aku selalu berhasil menahan gairahku... Sampai akhirnya gairahku memuncak saat kamu menantangku menciummu saat di pulau X itu...!”


“Kenapa kamu jadi terus membahas masa lalu...? Apa kamu benar-benar tidak mau melupakannya...?!” gerutu Sonya.


“Astaga Son... Kamu benar-benar menguji batas kesabaranku yaa...! Kamu lah yang mulai memancingnya... Kamu yang mulai bertanya-tanya tentang ciumanku... Kamu yang mulai membahasnya bukan aku...!”


“Kalau aku mau membahasnya memangnya masalah...? Jangan di jawab kalau kamu tidak ingin membahasnya...!”


“Ya Tuhan ada apa sih denganmu Son...? Emosimu benar-benar luar biasa malam ini...”


“Emosi apa? Siapa yang emosi...? Aku hanya bertanya Lex...”


Melihat Alex yang hanya berdiri diam membuat Sonya semakin dongkol, entah kenapa bawaannya malam ini Sonya selalu ingin mencari ribut dengan Alex.


“Ya sudah sekarang tunggu apa lagi...? Cepat keluar dari kamarku...!! Segera kembali ke Indonesia dan jangan ganggu aku lagi...!! Aku tidak ingin kamu menyakitiku lagi...” Kata Sonya dengan nada mengusir.


Alex menghela nafas panjang sebelum berkata, sepertinya Alex benar-benar sudah menorehkan luka yang teramat dalam di hati Sonya. “


“Aku tidak bermaksud melukaimu sedalam ini Son, Aku berharap aku bisa memperbaikinya. Tapi sebelum aku pergi aku hanya ingin kamu tahu... Bahwa aku sudah berubah... Dan kamu mau tahu apa alasanku berubah...? Kamu lah alasannya Son... Kamulah alasanku untuk memulai hidup dari awal lagi...” tegas Alex sebelum balik badan dan beranjak ke arah pintu.