Mengejar Cinta Alex

Mengejar Cinta Alex
Baby Zou and Baby Zie


"Kau lupa kata-kata Hardhan... Rahasiakan dulu perceraian kita dari Mama... Jantungnya sedang bermasalah. Kita harus datang bersama ke rumah sakit..."


Sial... Aku lupa.


"Ya sudah cepat jalan... Jangan buang-buang waktu...!!" geram Sonya dengan tidak sabar.


"Sial kau... Tunggu sebentar adikku masih ngilu...! Kalau terjadi sesuatu dengan adikku kau sendiri yang rugi nanti...!!" rutuk Alex.


Sonya mengangkat bahunya dengan gaya acuh, "Rugi apa...? Kamu bukan suamiku lagi...! Aku jalan duluan...! Kita ketemuan di lobby rumah sakit saja..." Sonya langsung ambil langkah seribu meninggalkan Alex dan mengacuhkan panggilannya.


Sesampainya di lobby rumah sakit, Alex masih terlihat memberengut ketika ia melewati Sonya yang sedang menunggunya di lobby. Sambil menggigit bibir bawahnya dengan dongkol Sonya mengekor di belakang Alex.


Dan ketika mereka sampai di ruangan presidential suite, sudah ada mama Hardhan dan papa Kei yang menunggu di ruang keluarga, serta beberapa anak buah Hardhan.


“Bagaimana prosedur kelahirannya Ma...? Bisa kah secara normal sesuai keinginan Kei...?” tanya Sonya sambil duduk di kursi kosong di sebelahnya. Sementara Alex duduk di sebelah papa Kei.


“Iya Sonya... Doakan Kei yaa semoga persalinannya berjalan lancar...” sahut mama.


Sonya menepuk-nepek lengan mama sambil tersenyum, “Aku selalu mendoakannya Ma...”


Lalu terdengar teriakan melengking Kei yang berusaha mendorong keluar babynya, membuat Sonya langsung meringis ngeri dan bulu kuduk Sonya meremang,


“Ya Tuhan...” gumam Sonya, tidak bisa membayangkan sesakit apa yang di rasakan Kei sampai berteriak seperti itu.


Kini gantian mama yang menepuk-nepuk tangan Sonya, “Itu teriakan normal untuk orang yang sedang melahirkan sayang... Kamu jangan sampai takut hamil nanti...”


“A... Aku tidak takut Ma...” elak Sonya sambil memainkan kuku jarinya.


Alex melihatnya, memainkan kuku jari adalah kebiasaan yang Sonya lakukan jika pikirannya sedang tidak tenang, atau sedang grogi.


Jelas-jelas wanita itu langsung meringis ketika mendengar teriakan Kei tadi. Dan wajahnya sekarang terlihat pucat pasi. Alex sendiri tidak akan kuat kalau yang berteriak kesakitan itu Sonya.


Sampai akhirnya Sonya meliriknya, mata mereka saling mengunci, sebelum perhatian Sonya kembali teralih ke pintu kamar karena teriakan Kei lagi, dan wajahnya kembali memucat. laluberubah sumringah ketika mendengar suara tangisan baby Kei dan Hardhan.


“Sudah keluar babynya Ma...” pekik Sonya senang sambil memeluk mama.


“Ya... tinggal satu lagi...” seru mama sumringah.


Tangan mereka terlihat saling menggenggam, memberi dukungan satu sama lain.


“Apa kau akan segera menyusul jadi ayah Lex...?” tanya papa Kei.


Alex mengalihkan perhatiannya dari Sonya ke papa Kei, “Sepertinya belum Om...” jawab Alex sambil tersenyum kecut.


“Sabar... Kalau sudah waktunya juga nanti akan segera hamil Sonya...” seru papa Kei sambil menepuk-nepuk punggung Alex.


“Iya Om...”


“Akhirnya saya sudah menjadi seorang kakek sekarang... Terima kasih Tuhan Engkau sudah memberikanku kesempatan untuk menimang cucuku...” gumam papa Kei sambil mengelap setitik air mata di sudut matanya.


“Selamat Om... Saya turut berbahagia...” sahut Alex.


“Inilah impian pria tua seperti saya Lex... Menimang cucu... Kau pun akan merasakannya ketika sudah seumuran saya nanti...” ujar papa Kei sambil terkekeh, Alex hanya membalasnya dengan tersenyum pahit.


Kau tahu impian setiap wanita adalah memiliki anak... Apa kau tidak memikirkan perasaannya Lex...? Atau perasaan papanya Sonya yang sudah ingin segera menimang cucu...? Kenapa kau bisa seegois itu Lex...?.


Kata-kata Hardhan kembali terngiang-ngiang di telinganya.


Alex kembali melirik Sonya yang terlihat sedang tersenyum lebar karena baby kedua Kei dan Hardhan juga sudah keluar.


Dan jangan pernah kau sesali keputusanku untuk melepasmu... Aku hanya tidak ingin membuatmu semakin terluka... Karena aku tidak bisa memaksa diriku untuk bisa mencintaimu...


Aku memang egois... Maafkan aku.


Tidak lama kemudian dengan wajah sumringah Hardhan keluar sambil membawa twins babynya, “Lihat kedua jagoanku...” serunya dengan nada bangga.


Mama dan papa Kei langsung bergegas menghampirinya, dan menimang cucu mereka. Lalu memanggil diri mereka Oma dan Opa.


Apa Omaku juga akan sesenang mereka ketika menimang cicitnya nanti...?


Alex langsung menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pikirannya. Ia sudah memutuskan untuk hidup sendiri dan tidak memiliki anak.


Lalu Alex mendengar mama meminta Sonya menggendong baby Zou, dengan alasan supaya Sonya segera hamil, membuat pipi Sonya merona merah.


Alex terus menatap Sonya, melihat wajah Sonya yang berubah-ubah ketika menatap bayi mungil di lengannya.


Yaa... Sonya memang sudah cocok menggendong baby... Sayangnya itu bukan anakku...


"Hardhan..., apa Zou memakai popok...?" tanya mama.


"Sepertinya tidak ma..." jawab Hardhan.


Mama kembali menatap Sonya, "Nah itu bagus, menurut mitos kalau kau di pipisin bayi kau akan lekas hamil..."


"Opa, kau berikan Zie pada Alex, biar dia di pipisin juga, siapa tahu langsung jago bikin anak dia..." goda mama.


"Sa.. saya tidak bisa menggendong bayi om" kata Alex tergagap.


"Gendong Zie Lex, kau tidak mau menggendong anak saya...?" seru Hardhan.


Dengan segera walaupun dengan tangan kaku, Alex mengambil Zie dari tangan papa Kei lalu papa Kei menepuk-nepuk punggung Alex,


"Kau harus banyak belajar dari Hardhan..." godanya.


Sial...!!


Lalu terdengar cekikikan geli Sonya, Alex langsung menatapnya dengan sorot mata tajam, membuat Sonya langsung terdiam.


Alex menatap Zie kecil, bayi mungil yang seringan bulu itu sedang menguap lebar, ada sesuatu yang mengusik hatinya dan membuat perasaannya terasa campur aduk.


Tiba-tiba terdengar suara panik Hardhan, "Ada apa...?" tanya Hardhan.


"Zou pipis..." jawab Sonya sambil nyengir,l kuda, yang membuat tawa Hardhan pecah.


"Itu bagus..., Lex sepertinya sebentar lagi istrimu ini akan segera hamil..." seru mama Hardhan, di sambut tawa dari yang lainnya, termasuk anak buah Alex.


Alex hanya tersenyum kecut, tanpa diminta, perawat yang standby langsung mengambil Zou dari tangan Sonya, dan membawanya ke nursery room.


Sementara itu Hardhan menyuruh Sonya mengganti bajunya dengan baju Kei, dan Sonya langsung masuk ke kamar.


Sambil tersenyum lebar mama menghampiri Alex yang masih menggendong Zie, “Hardhan sudah memberiku dua cucu sekaligus... Mama tunggu cucu darimu yaa... Kabari Mama kalau kau sudah berhasil membuat menantuku itu hamil...” seru mama sambil melihat Zie yang berbaring manis di lengan Alex.


“Cucu Oma yang ini belum pipis nih... Apa mau pipisin om Alex juga...? Iya...?” tegur mama ke Zie membuat Alex panik, kalau sampai ia di pipisin akan repot, karena tidak mungkin Alex ganti baju dengan baju Hardhan... Karena size mereka berbeda.


Sepertinya Hardhan melihat kepanikan Alex, karena ia langsung mengambil Zie dari tangannya, “Jangan menggoda adik malangku itu Ma...” ujar Hardhan sambil terkekeh pelan.